Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 31 - Surat Aż-Żāriyāt (Yang Menerbangkan)
الذّٰريٰت
Ayat 31 / 60 •  Surat 51 / 114 •  Halaman 522 •  Quarter Hizb 53 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

۞ قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ اَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ

Qāla famā khaṭbukum ayyuhal-mursalūn(a).

Dia (Ibrahim) bertanya, “Apa urusan pentingmu, wahai para utusan?”

Makna Surat Az-Zariyat Ayat 31
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menjelaskan kedatangan para malaikat pemberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim tentang akan lahirnya seorang anak yang alim, pada ayat berikut Allah menerangkan bahwa dengan pengetahuannya sebagai seorang rasul, Nabi Ibrahim menduga para malaikat itu datang dengan tujuan lain. Dia berkata, “Apakah urusanmu yang penting, yang dengannya Allah menugaskanmu untuk datang ke wilayah ini, wahai para utusan yang mulia?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Nabi Ibrahim bertanya kepada para malaikat setelah menjamu mereka dengan makanan, akan tetapi makanan yang dihidangkan tidak mereka sentuh, sehingga mendebarkan hati Nabi Ibrahim, kemudian beliau berta-nya, “Apakah ada firman Allah dalam hal ini hai para utusan?” Pada firman Allah yang lain digambarkan sebagai berikut:

فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ اِبْرٰهِيْمَ الرَّوْعُ وَجَاۤءَتْهُ الْبُشْرٰى يُجَادِلُنَا فِيْ قَوْمِ لُوْطٍ ٧٤ اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَحَلِيْمٌ اَوَّاهٌ مُّنِيْبٌ ٧٥ يٰٓاِبْرٰهِيْم ُ اَعْرِضْ عَنْ هٰذَا ۚاِنَّهٗ قَدْ جَاۤءَ اَمْرُ رَبِّكَۚ وَاِنَّهُمْ اٰتِيْهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُوْدٍ ٧٦

Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bertanya jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Luṭ.Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah). Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak. (Hūd/11: 74 - 76)

Isi Kandungan Kosakata

1. Khaṭbukum خَطْبُكُمْ (aż-Żāriyāt/51: 31)

Kata khaṭbukum terdiri dari dua kata yaitu khaṭb dengan kum sebagai ḍamīr muttasil dari ḍamīr antum, kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan antum (ḍamīr mukhāṭab plural). Kata khaṭb adalah bentuk maṣdar dari kata khaṭaba-yakhṭubu yang berarti urusan atau persoalan yang penting. Dalam khaṭb ini ada makna mengajak berbicara. Khaṭaba artinya mengajak seseorang yang dihadapan kita untuk saling berbicara. Khuṭbah diartikan dengan pembicaraan yang di dalamnya berisi nasihat atau petuah-petuah penting. Khiṭbah adalah istilah dalam fiqh yang berarti proses seorang laki-laki meminang atau meminta seorang perempuan untuk dijadikan sebagai calon istrinya. Pada lafal khiṭbah ini ada sesuatu urusan yang dianggap sangat penting. Kalimat “mā khaṭbukum/ka?” adalah kalimat istifhām untuk menanyakan masalah atau urusan yang menjadikannya datang kepadanya.

Dalam ayat ini, kalimat “mā khaṭbukum” digunakan oleh Nabi Ibrahim ketika beliau didatangi tamu-tamu terhormat yaitu para utusan malaikat atas perintah Allah. Ibrahim bertanya,“Apakah urusan yang ditugaskan Allah kepadamu dengan kehadiran kamu kemari wahai para utusan Allah?” Para Malaikat menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang sebagian anggota masyarakatnya melakukan kekejian yang melampaui batas dan menjadi tradisi yaitu perilaku homoseksual yang dilakukan kaum Nabi Luṭ. Kami diutus agar segera menimpakan azab kepada mereka berupa ba-tu-batu dari tanah yang ditandai di sisi Tuhan dan dipersiapkan secara khusus untuk membinasakan para pendurhaka.”

2. Musawwamah مُسَوَّمَةْ (aż-Żāriyāt/51: 34)

Kalimat musawwamah adalah isim maf‘ūl dari kata sāma-yasūmu-saum yang arti asalnya adalah pergi untuk mencari sesuatu. Sāmatul-ibil berarti unta itu pergi mencari makanan. Kata samā juga diartikan dengan menandai atau memberikan sesuatu tanda agar lebih mudah diketahui.

Dalam konteks ayat ini artinya Allah menurunkan azab bagi kaum pendurhaka kaum Nabi Luṭ melalui para malaikat dengan menimpakan batu-batu dari tanah. Batu-batu ini ditandai (musawwamah) oleh Allah swt. dan dipersiapkan secara khusus bagi mereka. Dalam ayat lain disebutkan (Hūd/11: 83) batu-batu tersebut berasal dari Sijjīl (batu dari tanah liat yang dibakar. Sayyid Qutub memahaminya bahwa azab tersebut bisa berupa gempa bumi atau letusan gunung berapi yang mengeluarkan batu-batu. Yang pasti bahwa ini adalah pengaturan khusus dari Allah dalam rangka membinasakan kaum Nabi Luṭ yang telah durhaka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto