Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 57 - Surat Az-Zukhruf (Perhiasan dari Emas)
الزّخرف
Ayat 57 / 89 •  Surat 43 / 114 •  Halaman 493 •  Quarter Hizb 50.25 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

۞ وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا اِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّوْنَ

Wa lammā ḍuribabnu maryama maṡalan iżā qaumuka minhu yaṣiddūn(a).

Ketika putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (suku Quraisy) bersorak karenanya.

Makna Surat Az-Zukhruf Ayat 57
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah menjelaskan bahwa kaum Nabi Musa yang menentang ajaran Allah dan hukuman yang ditimpakan kepada mereka adalah pelajaran bagi orang-orang datang kemudian, Allah lalu menjelaskan pelajaran yang dapat diambil oleh Nabi Muhammad dan umatnya dari kisah Nabi Isa. Dan ketika putra Maryam, yakni Nabi Isa, dijadikan oleh orang-orang musyrik perumpamaan untuk menentang kebenaran ayat-ayat Allah, tiba-tiba kaummu, suku Quraisy wahai Nabi Muhammad bersorak gembira karenanya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Isa putra Maryam dijadikan contoh oleh kaum musyrikin Mekah untuk menjatuhkan dan memperolok-olokkan Nabi Muhammad saw. Hal itu terjadi ketika beliau menyampaikan ayat, “Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam.” (al-Anbiyā’/21: 98). Mereka bersorak-sorai kegirangan, karena menyangka memperoleh alasan untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad bertindak salah berdasarkan ayat itu. Hal itu karena Nabi Isa disembah oleh sebagian manusia. Dengan begitu beliau juga akan masuk neraka bersama mereka yang menyembahnya. Untuk membantah pandangan itu Allah menurunkan ayat, “Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka),” (al-Anbiyā’/21:101). Dengan demikian Nabi Isa, ‘Uzair, dan pendeta-pendeta serta rahib-rahib yang taat dan hanya menyembah Allah, akan masuk surga, dan orang-orang sesat yang kemudian menjadikan mereka tuhan-tuhan selain Allah akan masuk neraka. Mengenai Isa sendiri yang disembah mereka yang sesat itu turun ayat ini untuk membantahnya, “Dan ketika putra Maryam dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu, ya Muhammad, bersorak karenanya,” yaitu menyoraki kamu karena firman-Nya itu. Selanjutnya Allah menjelaskan, “Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami anugerahi nikmat dan Kami jadikan tanda untuk Bani Israil. Dan jika Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagian kalian malaikat-malaikat di bumi yang turun-temurun. Dan ia (Isa) sungguh merupakan bukti tentang adanya hari Kiamat….”

Isi Kandungan Kosakata

1. Yaṣiddūn يَصِدُّوْنَ (az-Zukhruf/43: 57)

Kalimat yaṣiddūn merupakan fi‘il muḍāri‘ yang berasal dari akar kata ṣadda-yaṣuddu-ṣaddan yang berarti berpaling dari sesuatu. Arti awalnya adalah tali yang melingkari sesuatu. Dari kata ini kemudian muncul makna penolakan, pencegahan atau menghalang-halangi. Ṣaddahu ‘anil-amr, berarti ia mencegah dan menghalang-halangi untuk melakukan sesuatu. Penolakan juga bisa diungkapkan dengan memalingkan muka karena merasa enggan bertemu (fa anta lahū taṣaddā). Kata ṣadda-yaṣiddu berarti tertawa karena merasa aneh bercampur dengan rasa kaget. Kalimat ṣadda-yaṣiddu ini mengandung arti meremehkan. Iżā qaumuka minhu yaṣiddun berarti ketika kaummu bersorak, merasa kaget dan heran. Kalimat ini juga mengandung arti bertepuk tangan, al-Anfāl/8: 35 (illā mukāan wa taṣdiyah), karena telapak tangan satu sama lainnya saling menghalangi sehingga menimbulkan suara. Aṣ-ṣadīd artinya air nanah yang terdapat antara daging dan kulit yang bercampur dengan darah. Dalam Ibrāhīm/14: 16, dijelaskan bahwa penghuni neraka akan meminum air nanah yang bau. Aṣ-ṣadd juga berarti gunung, karena gunung bisa menghalangi pandangan mata.

Pada ayat ini Allah menjelaskan sikap kaum Quraisy ketika putera Maryam yaitu Isa dijadikan perumpamaan. Ketika Rasulullah membacakan di hadapan kaum Quraisy Surah al-Anbiyā’/21: 98 yang artinya, “Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya.” Tiba-tiba seorang Quraisy bernama Abdullah ibn Za‘bari menanyakan kepada Rasulullah, seandainya begitu berarti Isa yang disembah kaum Nasrani juga menjadi kayu bakar Jahanam. Seketika Nabi terdiam dan mereka pun menertawakan beliau. Apa yang mereka pertanyakan sebetulnya hanyalah untuk mencari-cari perselisihan dengan Nabi Muhammad.

2. Khaṣimūn خَصِمُوْنَ (az-Zukhruf/43: 58)

Kata ini adalah bentuk jamak dari kata khaṣim yang berasal dari akar kata khaṣama-yakhṣimu-khaṣm an yang berarti bermusuhan, berbantah-bantahan dan pertengkaran. Kata khaṣim bisa digunakan untuk bentuk mufrad, muṡanna atau jama‘. Kata ini mengandung arti pertentangan dan upaya untuk saling mengalahkan. Khāṣama melibatkan dua pihak yang bermusuhan. Rajul khaṣimun artinya seseorang yang suka bertentangan. Al-Khiṣm (dengan kasrah) menandakan permusuhan itu sudah mengakar. Khuṣmu berarti sisi atau sudut, bentuk jamaknya adalah akhṣām. Kata khasim adalah kata kerja yang tidak membutuhkan obyek. Berbeda dengan khaṣīm, khasim adalah yang mengetahui permusuhan walaupun dia tidak memusuhi. Sedangkan khaṣīm (dengan mād) adalah yang memusuhi orang lain. Khaṣama juga berarti memberikan potongan harga, seakan-akan pembeli memotong harga yang ditawarkan penjual.

Kata khaṣim (tanpa alif) menandakan bahwa merekalah yang memulai permusuhan dan pertengkaran. Maksud dari ayat ini sebagaimana dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa kaum Quraisy selain bertanya mengenai posisi Nabi Isa juga menanyakan tentang perbandingan antara Tuhan yang mereka sembah dengan Nabi Isa. Mana yang lebih baik antara keduanya? Tuhan mereka atau Isa. Tentunya apa yang dipertanyakan ini hanyalah akal-akalan mereka untuk membantah ajaran Muhammad. Padahal mereka juga tahu bahwa Isa tidak mengetahui bahwa dia dijadikan sembahan kaum Naṣrani, dan tidak pula rela dijadikan sembahan. Posisi Nabi Isa seperti yang dijelaskan Al-Qur’an hanyalah seorang hamba yang diberikan anugerah kenabian oleh Allah swt, tidak lebih dari itu. Adapun beliau lahir tanpa seorang bapak merupakan bukti kekuasaan Allah untuk Bani Israil.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto