Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 33 - Surat Az-Zukhruf (Perhiasan dari Emas)
الزّخرف
Ayat 33 / 89 •  Surat 43 / 114 •  Halaman 491 •  Quarter Hizb 50 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَلَوْلَآ اَنْ يَّكُوْنَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَنْ يَّكْفُرُ بِالرَّحْمٰنِ لِبُيُوْتِهِمْ سُقُفًا مِّنْ فِضَّةٍ وَّمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُوْنَۙ

Wa lau lā ay yakūnan-nāsu ummataw wāḥidatal laja‘alnā limay yakfuru bir-raḥmāni libuyūtihim suqufam min fiḍḍatiw wa ma‘ārija ‘alaihā yaẓharūn(a).

Seandainya bukan karena (Kami tidak menghendaki) manusia menjadi satu umat (yang kufur), pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang ingkar kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, loteng-loteng rumah mereka dan tangga-tangga yang mereka naiki dari perak.

Makna Surat Az-Zukhruf Ayat 33
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sekiranya bukan karena Kami menghindarkan semua manusia menjadi umat yang satu dalam kekafiran, pastilah sudah Kami buatkan untuk orang-orang yang kafir kepada Allah, Yang Maha Pengasih, bagi rumah-rumah mereka loteng-loteng yang terbuat dari perak, dan demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menegaskan sekiranya bukan karena Allah hendak menghindarkan semua manusia menjadi umat yang satu dalam kekafiran akibat mereka melihat orang-orang kafir memperoleh rezeki yang lapang, karena mengira bahwa harta yang banyak adalah bukti cinta Allah kepada mereka, maka akan Allah berikan kepada orang-orang kafir itu rumah-rumah mewah yang terbuat dari emas dan perak, tetapi Allah menghendaki keimanan mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Kalimatan Bāqiyatan كَلِمَةً بَاقِيَةً (az-Zukhruf/43: 28)

Istilah kalimah bāqiyah merupakan ungkapan yang terdiri dari dua kata, yaitu kalimah dan bāqiyah. Yang pertama, yaitu kalimah, artinya kata atau ungkapan. Yang kedua, yaitu bāqiyah, berasal dari kata kerja baqiya-yabqā yang artinya kekal, dan bāqiyah diartikan sebagai yang kekal. Dengan demikian kalimah bāqiyah maknanya adalah kalimat atau ungkapan yang kekal.

Pada ayat ini, kata kalimah bāqiyah merupakan ungkapan yang maknanya adalah kalimat yang kekal, yaitu istilah yang tidak akan hilang karena selalu diungkapkan manusia sepanjang zaman. Maksud kalimah bāqiyah adalah kalimat tauhid, yaitu ungkapan yang menyatakan keesaan Allah. Kalimat yang diungkapkan oleh Nabi Ibrahim ini akan selalu kekal, karena selalu diimani oleh manusia. Dari keturunan Nabi ini senantiasa akan ada yang beribadah kepada Allah yang Maha Esa.

2. ‘Aqibihi عَقِبِهِ (az-Zukhruf/43: 28)

Kata ‘aqibihi berasal dari kata ‘aqibun yang mendapat tambahan ḍamīr hi. Kata ‘aqib berasal dari kata kerja ‘aqaba-ya‘qabu yang artinya yang datang sesudahnya. Sedang ‘aqibun sendiri dapat diartikan sebagai sesuatu yang datang sesudahnya, atau anak dan anaknya anak (keturunan). Pada ayat ini kata tersebut digunakan untuk menyebut keturunan, yaitu keturunan dari Nabi Ibrahim. Dengan demikian, keturunan Nabi ini akan selalu memelihara kalimah bāqiyah dengan cara senantiasa melaksanakan ajaran tauhid dan melaksanakan ajaran-ajaran sesuai dengan syariat masing-masing.

3. Sukhriyyan سُخْرِيًّا (az-Zukhruf/43: 32)

Kata sukhriyyan berasal dari kata kerja sakhara-yaskharu, artinya membebani seseorang dengan pekerjaan tanpa upah, menindas dan menghinakan. Dengan demikian sebagai bentuk maṣdar (kata benda) sukhriyyan diartikan sebagai pemberian pekerjaan tanpa upah atau penindasan dan membuat terhina. Pada ayat ini, kata tersebut dipergunakan untuk menyatakan pemanfaatan atau penggunaan sebagian kelompok atas kelompok manusia lain. Hal ini mengisyaratkan bahwa status dan keadaan manusia itu memang tidak akan pernah sama. Sebab bila demikian, niscaya tidak akan ada yang mau dipekerjakan oleh yang lain. Karena itu, perbedaan status itu dimaksudkan agar manusia dapat saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Dengan cara ini, mereka akan dapat saling mengambil manfaat dari lainnya.

4. Zukhrufan زُخْرُفًا (az-Zukhruf/43: 35)

Kata zukhruf berasal dari kata kerja zakhrafa-yuzakhrifu, artinya membuat baik atau menghiasi. Dengan demikian zukhruf dapat diartikan sebagai memperbaiki atau perhiasan. Pada ayat ini kata ini ditujukan untuk mengungkapkan tentang perhiasan yang sangat digemari oleh manusia. Secara khusus ungkapan ini untuk menyatakan bahwa kesenangan orang kafir pada segala macam perhiasan itu merupakan hal yang tidak abadi. Sedang bagi orang mukmin akan disediakan perhiasan yang lebih abadi, yaitu yang ada di akhirat kelak. Karena itu, perhiasan yang terbaik adalah yang disediakan Allah bagi umat manusia yang selalu taat pada tuntunan-tuntunan-Nya, patuh pada ajaran-ajaran-Nya, dan selalu melaksanakan syariat-Nya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto