وَلَنْ يَّنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ اِذْ ظَّلَمْتُمْ اَنَّكُمْ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ
Wa lay yanfa‘akumul-yauma iẓ ẓalamtum annakum fil-‘ażābi musytarikūn(a).
(Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu (orang yang berpaling dan setan) adalah bersekutu dalam azab itu.
Allah lalu menafikan apa yang menjadi harapan orang-orang yang enggan mengikuti petunjuk Al-Qur’an dengan mengatakan, “Dan harapanmu itu sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu sedikit pun pada hari itu karena kamu pada waktu di dunia dahulu telah menzalimi dirimu sendiri dengan menolak peringatan dari Al-Qur’an dan melakukan perbuatan durhaka. Sesungguhnya kamu dengan qarin-qarinmu itu pantas bersama-sama dalam azab itu, yaitu siksaan api neraka yang amat pedih.
Selanjutnya Allah menegaskan kepada mereka bahwa bagaimanapun penyesalan mereka dan apa pun alasan mereka tidak akan diterima. Hal itu karena mereka telah berbuat aniaya, yaitu tidak mengimani-Nya dan tidak menjalankan perintah-perintah-Nya. Mereka akhirnya akan dijebloskan ke dalam neraka bersama setan-setan teman-teman mereka itu.
Nuqayyiḍ نُقَيِّضْ (az-Zukhruf/43: 36)
Kata nuqayyiḍ adalah fi‘il muḍāri‘ dari qayyaḍa-yuqayyiḍu-taqyī ḍan. Bentuk mujarrad (tanpa tambahan tasydīd)-nya adalah qāḍa-yaqīḍu-qaiḍan. Kata qaiḍ berarti mengganti sesuatu dengan sesuatu yang lain. Kalimat qāyaḍahu fulān berarti fulan mengambil barang dagangannya, lalu menggantinya dengan barang dagangan yang lain. Dari sini diambil kalimat qayyaḍa Allāhu fulānan li fulānin yang berarti Allah mendatangkan si A kepada si B dan menyerahkannya kepadanya. Dan yang dimaksud dengan kata nuqayyiḍ dalam ayat ini adalah Kami mengadakan berbagai jalan bagi setan untuk mencelakakannya tanpa disadarinya, dan Kami menjadikan hal itu sebagai balasan atas perbuatannya.











































