Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 46 - Surat Az-Zukhruf (Perhiasan dari Emas)
الزّخرف
Ayat 46 / 89 •  Surat 43 / 114 •  Halaman 492 •  Quarter Hizb 50 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مُوْسٰى بِاٰيٰتِنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَا۟ىِٕهٖ فَقَالَ اِنِّيْ رَسُوْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Wa laqad arsalnā mūsā bi'āyātinā ilā fir‘auna wa mala'ihī fa qāla innī rasūlu rabbil-‘ālamīn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat (mukjizat) Kami kepada Fir‘aun dan para pemuka (kaum)-nya. Dia (Musa) berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam.”

Makna Surat Az-Zukhruf Ayat 46
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ayat yang lalu berbicara tentang rasul-rasul Allah yang telah diutus sebelum Nabi Muhammad. Ayat ini berbicara tentang Nabi Musa, salah satu dari rasul-rasul itu. Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat, yakni bukti-bukti kenabian dan kerasulannya serta bukti-bukti kekuasaan Kami, kepada Fir’aun, yang mengaku dirinya sebagai Tuhan, dan pemuka-pemuka kaumnya yang mendukung dan mempertahankan pengakuannya itu. Maka dia, yakni Nabi Musa, berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan yang telah menciptakan kalian, dan memiliki seluruh alam.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah telah mengutus Nabi Musa kepada Fir‘aun dan rakyatnya untuk menyampaikan ajaran-ajaran Allah. Nabi Musa diutus kepada Fir‘aun dengan dilengkapi beberapa mukjizat, misalnya tongkat menjadi ular, tangan yang bercahaya, dan sebagainya. Inti seruan Nabi Musa kepada Fir‘aun adalah agar Fir‘aun mengakui Allah sebagai Tuhan yang menciptakan dan memelihara seluruh alam ini, dan mengakuinya sebagai utusan-Nya.

Penegasan berkenaan dengan Nabi Musa itu mengandung pula penegasan mengenai Nabi Muhammad saw. Kaum kafir Mekah hendaknya juga mengimani Allah swt sebagai Tuhan Yang Maha Esa, mengimani Muhammad saw sebagai Rasul-Nya dan mengimani mukjizatnya yang utama yaitu Al-Qur’an. Selanjutnya penegasan itu mengandung arti bahwa agama yang diserukan Nabi Muhammad sama dengan yang diserukan Nabi Musa dan seluruh nabi, yaitu Islam. Allah berfirman:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ

Se sungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. (Āli ‘Imrān/3:19)

Isi Kandungan Kosakata

1. Yankuṡūn يَنْكُثُوْنَ (az-Zukhruf/43: 50)

Kata yankuṡūn adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata nakaṡa-yankuṡu-nakṡan. Kata ini memiliki akar makna melepas apa yang telah diikat, sebagaimana dalam firman Allah Ta‘āla, “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu.” (an-Naḥl/16: 92). Kata nakaṡa berikut derivasinya di dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak tujuh kali. Keseluruhan maknanya kembali ke akar ini, namun lebih banyak digunakan untuk arti melanggar janji.

2. Istakhaffa اِسْتَخَفَّ (az-Zukhruf/43: 54)

Kata istakhaffa adalah fi‘il māḍi. Asalnya dari kata khaffa yang kemudian ditambahi partikel hamzah waṣal, sīn, dan tā'. Kata khaffa itu sendiri berarti ringan, dan ia digunakan untuk mendeskripsikan fisik (materi), akal, dan perbuatan. Tambahan partikel tersebut pada kata khaffa mengimplikasikan beberapa makna. Di antaranya adalah menganggap ringan, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim..” (an-Naḥl/16: 80) Selain itu, ia juga mengimplikasikan makna menjadikan ringan akal orang lain, maksudnya membodohi. Dan inilah yang dimaksud dengan kata istakhaffa pada ayat ini, yaitu Fir‘aun membodoh-bodohi kaumnya lalu menggiring mereka untuk mengikuti kesesatannya.

3. Āsafūnā اٰسَفُوْنَا (az-Zukhruf/43: 55)

Kata āsafūnā terambil dari kata āsaf yang fi‘il-nya adalah asifa-ya'safu-asafan, yang berarti berduka cita atau sedih, atau mengeluh, murka dan penyesalan.

Kata āsaf dan berbagai turunannya disebutkan 5 kali dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surah az-Zukhruf/43: 55, al-Kahf/18: 6, al-A‘rāf/7: 150, Ṭāhā/20: 86, dan Yūsuf/12: 84.

Kata āsaf dalam Surah az-Zukhruf ayat 55 berarti kemarahan yang disertai dengan rasa penyesalan dan kekeruhan hati. Jadi āsafūnā berarti mereka yakni Fir‘aun dan kaumnya membuat Kami (Allah) sangat murka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto