Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 45 - Surat Az-Zukhruf (Perhiasan dari Emas)
الزّخرف
Ayat 45 / 89 •  Surat 43 / 114 •  Halaman 492 •  Quarter Hizb 50 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَسْـَٔلْ مَنْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُّسُلِنَآ ۖ اَجَعَلْنَا مِنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِ اٰلِهَةً يُّعْبَدُوْنَ ࣖ

Was'al man arsalnā min qablika mir rusulinā, aja‘alnā min dūnir-raḥmāni ālihatay yu‘badūn(a).

Tanyakanlah (Nabi Muhammad) kepada (pengikut) rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah Kami menjadikan selain (Allah) yang Maha Pengasih sebagai tuhan-tuhan yang disembah?”

Makna Surat Az-Zukhruf Ayat 45
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan tanyakanlah, wahai Muhammad, kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus kepada umat-umat sebelum engkau, "Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain Allah Yang Maha Pengasih untuk disembah?" Tentu tidak. Kami hanya menentukan satu Tuhan yang disembah, yaitu Allah Yang Maha Esa.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini mengandung celaan terhadap kaum kafir Mekah yang masih belum mau beriman dan masih tetap menyembah berhala-berhala. Celaan itu ditujukan kepada mereka karena Al-Qur’an turun dalam bahasa mereka, dimana merekalah seharusnya yang lebih memahaminya dan mengimaninya terlebih dahulu.

Untuk itulah Allah meminta Nabi Muhammad bertanya kepada rasul-rasul terdahulu, pernahkah Allah menjadikan sembahan selain-Nya. Perintah agar Nabi saw bertanya kepada nabi-nabi terdahulu itu, menurut pendapat sebagian ulama, terjadi pada waktu Nabi saw melakukan isra' mi‘raj. Ada pula yang berpendapat bahwa pertanyaan kepada rasul-rasul itu dilakukan dengan memeriksa isi kitab-kitab suci terdahulu, yaitu Taurat dan Injil. Para nabi itu pasti akan menjawab bahwa mereka tidak pernah menyaksikan adanya tuhan selain Allah. Dengan demikian perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk bertanya kepada nabi-nabi terdahulu itu bukanlah bertanya karena tidak tahu, tetapi bertanya untuk menunjukkan bahwa kaum Quraisy yang menyembah berhala-berhala itu keliru karena hal itu tidak pernah diajarkan dalam agama-agama terdahulu. Oleh sebab itu mereka seharusnya beriman.

Isi Kandungan Kosakata

1. Muntaqimūn مُنْتَقِمُوْنَ (az-Zukhruf/43: 41)

Kata muntaqimūn adalah jama‘ mużakkar sālim dari kata muntaqim. Ia terbentuk dari kata intaqama-yantaqimu-intiqāma n. Kata dasarnya adalah naqama-yanqimu-naqman/naqmat an. Kata naqman berarti balasan hukuman. Kata naqama juga berarti mengingkari atau memandang salah, sebagaimana dalam firman Allah, “Katakanlah, ‘Hai Ahli kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?” (al-Mā’idah/5: 59) Kata naqman juga berarti kufur nikmat, sebagaimana yang terdapat dalam hadis tentang zakat:

مَا يَنْقِمُ ابْنُ جَمِيْلٍ إِلاَّ أَنَّهُ كَانَ فَقِيْرًا فَأَغْنَاهُ اللّٰهُ. (رواه البخاري ومسلم)

“Ibnu Jamil tidak ingkar nikmat (enggan zakat) kecuali karena dahulunya ia fakir lalu Allah memberinya kekayaan.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim)

Maksudnya, seolah-olah kekayaannya itu mendorongnya untuk kufur nikmat. Kata naqama juga berarti membenci. Dan yang dimaksud dengan kata muntaqimūn di sini adalah menyiksa orang-orang kafir itu di akhirat.

2. Muqtadirūn مُقْتَدِرُوْنَ (az-Zukhruf/43: 42)

Kata muqtadirūn adalah jama‘ mużakkar sālim dari kata muqtadir, isim fā‘il dari kata iqtadara-yaqtadiru-iqtidāra n. Kata dasarnya adalah qadara- yaqdiru-qudratan/qadaran yang berarti mampu. Kata al-Muqtadir itu sendiri merupakan salah satu dari al-Asmā'ul Ḥusnā. Al-Asmā'ul Ḥusna lain yang memiliki akar yang sama adalah al-Qadīr dan al-Qādir. Nama al-Qādir adalah isim fā‘il dari kata qadara; kata al-Qadīr adalah bentuk mubālagah (hiperbola/melebih-lebihkan) dari kata al-Qādir. Sementara kata al-Muqtadir itu lebih hiperbolik daripada kata al-Qādir. Di dalam Al-Qur’an, kata muqtadir disebut sebanyak empat kali, yaitu pada al-Kahf ayat 45, al-Qamar ayat 42 dan 55, dan pada ayat yang sedang ditafsirkan ini. Dan keseluruhannya menunjuk kepada makna Mahakuasa, salah satu dari al-Asmā'ul-Ḥusna.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto