Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 30 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 30 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 461 •  Quarter Hizb 46.75 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

اِنَّكَ مَيِّتٌ وَّاِنَّهُمْ مَّيِّتُوْنَ ۖ

Innaka mayyituw wa innahum mayyitūn(a).

Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad akan) mati dan sesungguhnya mereka pun (akan) mati.

Makna Surat Az-Zumar Ayat 30
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya engkau akan mati dan kembali ke hadirat Tuahnmu, dan mereka yang ingkar itu pun akan mati pula.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa semua manusia akan kembali kepada Tuhan dan di hari Kiamat nanti manusia antara yang satu dengan yang lain akan saling berbantah-bantahan dan saling tuduh-menuduh. Pada hari Kiamat orang-orang musyrik berusaha membela diri mereka masing-masing, tetapi Nabi Muhammad saw dapat menolak alasan mereka itu, dengan menyatakan bahwa dakwah telah disampaikan kepada mereka, tetapi mereka mengingkari dan mendustakannya. Oleh karena itu, mereka mohon ampunan kepada Allah, tetapi permohonan mereka tidak dapat diterima, karena pada hari itu tobat tidak dapat diterima lagi.

Di antara perbantahan antara orang-orang musyrik dengan sembahan-sembahan mereka itu disebutkan dalam ayat ini. Mereka berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka, “Kami ikuti kamu, tetapi kamu menyesatkan kami.” Para pemimpin menjawab, “Kami juga telah ditipu oleh setan-setan dan nenek moyang kita dahulu.”

Isi Kandungan Kosakata

Mutasyākisūn مُتَشَاكِسُوْن َ (az-Zumar/39: 29)

Kata mutasyākis, bentuk tunggal mutasyākisūn, adalah isim fā‘il dari tasyākasa—yatasyākasu— tasyākusan. Kata tersebut memiliki pola interaktif (saling), dan kata dasarnya adalah syakisa—yasykasu—syaksan . Kata syaks memiliki arti kata perangai yang buruk dan sulit untuk diajak kerjasama, namun menurut sebuah pendapat ia berarti akhlak yang buruk di dalam jual beli dan sejenisnya. Jadi, kata mutasyākisūn di dalam ayat ini berarti orang-orang yang saling bersengketa dengan memperlihatkan akhlak yang buruk. Perumpamaan ini untuk orang yang mengesakan Allah dan orang yang menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Orang yang mengesakan Allah akan patuh pada satu zat saja. Sementara orang yang musyrik akan kebingungan dalam memilih mana yang harus diikuti perintahnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto