
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Langkah kota yang terterai
Di pelusuk ku catatkan memang mengasihinya
Tatap matanya yang kosong
Seakan tiada lagi harapan untuknya
Ho oh ye-yeah
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kesepian dan kehilangan yang mendalam, dengan ... tampilkan semua
Bila engkau rasa
Dapat memenuhkan kebahagian dunia...
Dengan jalanmu sendiri
Dengan caramu sendiri
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan individu dalam mencari kebahagiaan, dengan m... tampilkan semua
Tak kau sadari
Kau sesatkan diri sendiri
Tak semua pun tak bererti
Makna lirik lagu ini mencerminkan perjalanan introspeksi seseorang yang kehilangan arah da... tampilkan semua
Dunia pun menangis
Dunia pun bersedih melihat tingkahmu
Dunia pun menangis
Dunia pun bersedih melihat dirimu
Makna lirik lagu ini mencerminkan keprihatinan dan penderitaan yang dirasakan oleh orang-o... tampilkan semua
Tidakkah kau sadari
Semua itu
Semua adanya
Jangan kecohkan hidupmu percuma
Buang waktu saja
Makna lirik lagu ini mencerminkan refleksi tentang kesadaran dan pengertian akan realitas ... tampilkan semua
Tak kau sadari
Kau siksa raga yang berarti
Kau bunuh dirimu sendiri
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan mendalam tentang seseorang yang tidak menyadar... tampilkan semua
Dunia pun menangis
Dunia pun bersedih melihat tingkahmu
Dunia pun menangis
Dunia pun bersedih melihat dirimu
Ho-oo ho oo
Makna lirik lagu ini menggambarkan kepedihan dan keprihatinan terhadap keadaan dunia yang ... tampilkan semua
Dunia pun menangis
Dunia pun bersedih melihat tingkahmu
Dunia pun menangis
Dunia pun bersedih melihat dirimu
Dunia pun menangis
Makna lirik lagu ini mencerminkan rasa empati dan keprihatinan terhadap keadaan dunia dan ... tampilkan semua
Lagu "Dunia Menangis" yang dipopulerkan oleh band Ungu merupakan sebuah karya yang menyentuh banyak aspek kehidupan, terutama mengenai perasaan kehilangan, penyesalan, dan kesedihan. Melalui lirik-liriknya yang mendalam, Ungu membawa pendengar untuk merenungkan perilaku serta pilihan hidup yang diambil oleh seseorang yang terperangkap dalam kesedihan. Berikut adalah ulasan lengkap tentang makna dan arti lirik lagu ini.
Langkah Kota dan Kesedihan yang Terurai
Pembuka lagu menggambarkan suasana kota yang tampak sepi dan penuh kepedihan, di mana penggambaran "langkah kota yang terterai" menyiratkan adanya penghilangan harapan. Penyanyi mencatatkan bahwa ada rasa kasih yang mendalam terhadap seseorang yang nampaknya kehilangan harapan. Istilah "tatap matanya yang kosong" menandakan bahwa orang tersebut tidak lagi melihat masa depan dengan optimis, melainkan terjebak dalam kekosongan.
Pandangan terhadap Kebahagiaan
Lirik “Bila engkau rasa dapat memenuhkan kebahagian dunia” menyiratkan bahwa individu tersebut berusaha untuk mencapai kebahagiaan dengan cara-cara yang tidak konvensional. Namun, hal ini justru menjadi ironi ketika “dengan jalanmu sendiri, dengan caramu sendiri” menunjukkan usaha yang egois dan menjauhkan diri dari hakikat kebahagiaan itu sendiri.
Kesadaran dan Kesengsaraan
Dalam lirik selanjutnya, terdapat pesan mendalam tentang kesadaran. "Tak kau sadari, kau sesatkan diri sendiri" menggambarkan betapa seringnya seseorang terjebak dalam kesalahan tanpa menyadarinya. Hal ini mengajak kita untuk merenungkan pilihan-pilihan hidup yang kita ambil dan dampaknya pada diri kita sendiri serta orang-orang di sekitar kita.
Dunia Menangis: Refleksi Kolektif
Saat lirik berbicara tentang "dunia pun menangis," ini merepresentasikan momen refleksi kolektif, di mana bukan hanya individu yang merasakan kesedihan, tetapi juga dunia di sekitarnya. Ada unsur empati yang terlihat di sini; ketika satu individu berjuang dan menderita, hal itu menyentuh orang lain, menciptakan siklus kesedihan yang lebih besar.
Peringatan untuk Tidak Menyia-nyiakan Hidup
Pesan penting lainnya yang terkandung dalam lagu ini adalah peringatan untuk tidak mengacaukan hidup dengan pilihan yang tidak berarti. “Jangan kecohkan hidupmu percuma, buang waktu saja” adalah ajakan untuk menjalani hidup dengan bijak, serta memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Keterpurukan yang dialami bisa jadi adalah akibat dari ketidakmampuan untuk melihat dan menjalani kehidupan dengan cara yang lebih bermakna.
Kemarahan dan Penyesalan
Pengulangan frasa “kau bunuh dirimu sendiri” dalam konteks kesedihan ini menandakan betapa menyedihkannya jika kita menjadi penyebab dari penderitaan kita sendiri. Dengan menggambarkan raga yang disiksa, Ungu berhasil menciptakan gambaran yang kuat tentang konsekuensi emosional dari keputusan yang diambil dengan sembrono.
Penutup: Sebuah Seruan untuk Kesadaran
Melalui "Dunia Menangis," Ungu tidak hanya menyajikan sebuah lagu, tetapi juga sebuah seruan untuk merenung dan menyadari pentingnya memilih jalan hidup yang benar. Lagu ini mengajak pendengar untuk tidak hanya melihat ke dalam diri sendiri, tetapi juga memahami dampaknya pada dunia dan orang lain. Setiap lirik adalah pengingat akan rasa kemanusiaan yang mendalam, serta tanggung jawab kita terhadap diri sendiri dan lingkungan.
Dengan pesan-pesan tersebut, "Dunia Menangis" bukan hanya sekadar lagu, tetapi juga sebuah karya seni yang mendorong kita untuk berintrospeksi dan mengambil langkah yang lebih bijaksana dalam hidup kita.









































