Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 63 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 63 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 465 •  Quarter Hizb 47.25 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

لَهٗ مَقَالِيْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ࣖ

Lahū maqālīdus-samāwāti wal-arḍ(i), wal-lażīna kafarū bi'āyātillāhi ulā'ika humul-khāsirūn(a).

Milik-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi.

Makna Surat Az-Zumar Ayat 63
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan milik-Nyalah kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir yakni ingkar terhadap ayat-ayat Allah dan memperolok-olokkannya, mereka itulah orang yang mengalami kerugian.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat-ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu yang ada, baik di langit maupun di bumi. Dialah Pencipta alam seluruhnya, tak ada sesuatu pun yang dapat menciptakan selain Dia. Ini adalah suatu hakikat kebenaran yang tidak seorang pun dapat mengingkarinya. Tidak ada seorang pun dapat menyatakan bahwa dirinya pencipta alam, karena tak akan diterima akal bahwa seseorang mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk menciptakan jagad raya ini, dan tidak dapat pula diterima akal bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada penciptanya. Oleh sebab itu, pastilah alam ini diciptakan oleh Zat Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu, itulah Dia Allah.

Allah-lah yang mengurus segala yang ada, ilmu-Nya sangat luas, mencakup semua makhluk-Nya. Dialah yang mengendalikan alam sejak dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya. Dia mengen-dalikan semua itu sesuai dengan ilmu, hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Tak ada suatu makhluk pun yang ikut campur tangan dalam penciptaan dan pengendalian itu. Inilah yang dapat diterima oleh akal yang sehat dan dapat diterima oleh hati nurani manusia.

Meskipun demikian, masih banyak orang yang mengingkari hakikat ini dan mengatakan bahwa dialah yang berkuasa, dan dialah Tuhan, seperti yang dinyatakan oleh Fir‘aun atau mengemukakan berbagai macam teori mengenai alam ini untuk menetapkan bahwa alam jagad raya ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya. Orang yang seperti ini adalah orang-orang kafir yang selalu mengingkari bukti-bukti kekuasaan Allah baik di langit maupun di bumi dan tidak mau mempergunakan akal pikirannya yang sehat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Mereka inilah yang dikatakan Allah sebagai orang-orang yang paling merugi baik di dunia apalagi di akhirat nanti.

Sebagian mufasir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “Maqālīd as-samāwāti wa al-arḍ” (kendali langit dan bumi di sini ialah perbendaharaannya). Jadi, kunci-kunci semua perbendaharaan yang tersim-pan di langit dan di bumi berada di tangan-Nya. Dialah yang memelihara dan menjaganya. Dialah penguasanya yang berhak membagi-bagikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Rasulullah bersabda:

عَنْ عُثْمَانَ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَوْلِ اللّٰهِ: لَهُ مَقَالِيْدُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ، فَقَالَ لِيْ: يَاعُثْمَانُ لَقَدْ سَأَلْتَنِيْ عَنْ مَسْأَلَةٍ لَمْ يَسْأَلْنِيْ عَنْهَا أَحَدٌ قَبْلَكَ مَقَالِيْدُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ ِللّٰهِ وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ اْلأَوَّلُ وَاْلآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ. (رواه أبو يعلى وابن أبي حاتم وابن مردويه)

Diriwayatkan oleh Usman r.a. bahwa ketika ia menanyakan kepada Rasulullah tentang firman Allah “Hanya bagi Allah, maqālid langit dan bumi,” beliau menjawab, “Hai Usman, engkau menanyakan kepadaku sesuatu yang belum pernah ditanyakan seseorang pun kepadaku sebelumnya. Maqālīd as- samāwāti wa al-arḍ” ialah ucapan: Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Awal Yang Akhir, Yang Lahir, Yang Batin, menghidupkan, mematikan, sedang Dia tetap hidup dan tidak mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Riwayat Abū Ya‘lā, Ibnu Abī Ḥātim, dan Ibnu Mardawaih)

Barang siapa yang membawa ucapan ini dia akan mendapat kebaikan yang ada di langit dan di bumi.

Isi Kandungan Kosakata

1. Maqālīd مَقَالِيْدُ (az-Zumar/39: 63)

Kata maqālīd adalah bentuk jamak dari miqlād atau miqlid yang berarti kunci. Ada juga yang berpendapat bahwa kata ini tidak memiliki bentuk tunggal dan bahwa ia terambil dari kata taqlīd yang bermakna keharusan.

Penyebutan kata maqālīd pada Surah az-Zumar ayat 63 tersebut adalah sebagai penegasan bahwa Allah yang memiliki segala sesuatu. Dia pula menguasai dan mengendalikan segala persoalan yang berada di langit dan di bumi, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.

2. Maṭwiyyāt مَطْوِيَّات (az-Zumar/39: 67)

Kata maṭwiyyāt adalah jamak dari kata maṭwiyyah, isim maf‘ūl (passive participle) dari kata ṭawiya—yaṭwā—ṭayy an yang artinya melipat. Dalam doa perjalanan disebutkan: iṭwi lana al-arḍ, yang berarti dekatkanlah bumi untuk kami dan mudahkanlah perjalanan di atasnya agar jaraknya tidak jauh bagi kami, seolah-olah bumi itu sudah dilipat. Dari kata tersebut terambil kata aṭ-ṭawiyyu yang berarti sumur yang tertutup oleh batu. Kalimat ṭawiya ‘annī amrahu berarti ia menyembunyikan urusannya dariku. Dan yang dimaksud dengan kata maṭwiyyāt di sini adalah bahwa langit-langit itu dilipat oleh Allah pada hari Kiamat. Ada beberapa riwayat tentang penafsiran tentang ayat ini. Ibnu ‘Abbās mengatakan bahwa Allah menggenggam bumi dan langit dengan tangan kanan-Nya. Keterangan lain dari Ibnu ‘Abbās mengatakan bahwa langit dan bumi di tangan Allah itu seperti biji sawi di tangan kalian.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto