Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 64 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 64 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 465 •  Quarter Hizb 47.25 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

قُلْ اَفَغَيْرَ اللّٰهِ تَأْمُرُوْۤنِّيْٓ اَعْبُدُ اَيُّهَا الْجٰهِلُوْنَ

Qul afagairallāhi ta'murūnnī a‘budu ayyuhal-jāhilūn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu menyuruhku (untuk) menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh?”

Makna Surat Az-Zumar Ayat 64
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Apakah kamu masih menyuruh aku menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh? Padahal sudah sangat jelas bukti-bukti keesaan dan kemahakuasaan-Nya dari yang lain.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbās bahwa orang-orang Quraisy telah menawarkan kepada Nabi Muhammad bahwa mereka akan menyerahkan kepadanya harta yang banyak, sehingga ia menjadi orang yang paling kaya di Mekah dan akan mengawinkannya dengan wanita mana saja yang disenanginya tetapi dia harus berhenti mencela berhala-berhala mereka. Tawaran itu dijawab oleh Rasulullah saw, “Tunggulah sampai datang perintah dari Tuhanku”. Maka turunlah Surah al-Kāfirūn/109 dan ayat 64 dari Surah az-Zumar ini.

Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya mengatakan kepada kaum musyrikin Mekah yang mengajaknya untuk menyembah berhala, bahwa ajakan itu adalah ajakan yang sangat menyesatkan. Nabi saw berkata, “Mungkinkah aku menyembah selain Allah hai orang-orang yang jahil? Aku telah menyaksikan bukti-bukti keesaan-Nya dan Dia telah memberi petunjuk kepadaku. Aku telah yakin dengan sepenuh hati dan jiwaku bahwa Dialah Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa. Apakah kebulatan tekadku ini dapat ditawar dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal?”

Menurut Ibnu ‘Abbās tawaran itu bukan sampai di situ saja, bahkan mereka mengajak Muhammad menyembah berhala. Dengan demikian mereka mau menyembah Tuhan di samping menyembah berhala itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Maqālīd مَقَالِيْدُ (az-Zumar/39: 63)

Kata maqālīd adalah bentuk jamak dari miqlād atau miqlid yang berarti kunci. Ada juga yang berpendapat bahwa kata ini tidak memiliki bentuk tunggal dan bahwa ia terambil dari kata taqlīd yang bermakna keharusan.

Penyebutan kata maqālīd pada Surah az-Zumar ayat 63 tersebut adalah sebagai penegasan bahwa Allah yang memiliki segala sesuatu. Dia pula menguasai dan mengendalikan segala persoalan yang berada di langit dan di bumi, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.

2. Maṭwiyyāt مَطْوِيَّات (az-Zumar/39: 67)

Kata maṭwiyyāt adalah jamak dari kata maṭwiyyah, isim maf‘ūl (passive participle) dari kata ṭawiya—yaṭwā—ṭayy an yang artinya melipat. Dalam doa perjalanan disebutkan: iṭwi lana al-arḍ, yang berarti dekatkanlah bumi untuk kami dan mudahkanlah perjalanan di atasnya agar jaraknya tidak jauh bagi kami, seolah-olah bumi itu sudah dilipat. Dari kata tersebut terambil kata aṭ-ṭawiyyu yang berarti sumur yang tertutup oleh batu. Kalimat ṭawiya ‘annī amrahu berarti ia menyembunyikan urusannya dariku. Dan yang dimaksud dengan kata maṭwiyyāt di sini adalah bahwa langit-langit itu dilipat oleh Allah pada hari Kiamat. Ada beberapa riwayat tentang penafsiran tentang ayat ini. Ibnu ‘Abbās mengatakan bahwa Allah menggenggam bumi dan langit dengan tangan kanan-Nya. Keterangan lain dari Ibnu ‘Abbās mengatakan bahwa langit dan bumi di tangan Allah itu seperti biji sawi di tangan kalian.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto