Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 43 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 43 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 463 •  Quarter Hizb 47 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ شُفَعَاۤءَۗ قُلْ اَوَلَوْ كَانُوْا لَا يَمْلِكُوْنَ شَيْـًٔا وَّلَا يَعْقِلُوْنَ

Amittakhażū min dūnillāhi syufa‘ā'(a), qul awalau kānū lā yamlikūna syai'aw wa lā ya‘qilūn(a).

Apakah mereka juga menjadikan penolong selain Allah? Katakanlah, “Apakah (kamu menjadikannya penolong juga) meskipun mereka tidak memiliki suatu apa pun dan tidak mengerti?”

Makna Surat Az-Zumar Ayat 43
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kendatipun sudah dijelaskan berulang-ulang bahwa Allah itu Mahakuasa lagi Mahaperkasa yang mengatur perjalanan alam semesta dan hidup manusia, namun orang-orang musyrik Mekah itu tetap saja tidak mau mengakuinya. mengapa demikian? Ataukah hal itu disebabkan karena mereka telah mengambil berhala-berhala sebagai penolong selain Allah? Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Apakah kamu masih mengambilnya juga sebagai perantara meskipun mereka berhala-berhala itu tidak memiliki sesuatu apa pun dan juga tidak mengerti karena memang berhala-berhala itu hanyalah benda mati?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah membantah anggapan kaum musyrik bahwa berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah dapat memberikan syafaat kepada mereka pada hari Kiamat, dan memberikan pertolongan kepada mereka untuk mencapai cita-cita dan harapan. Hal yang seperti itu tidak mungkin dibenarkan orang yang mempunyai pikiran yang sehat. Oleh karena itu, Nabi Muhammad disuruh Allah supaya menegur orang-orang musyrik yang beranggapan demikian itu dengan ucapan, “Apakah kamu akan memandang berhala-berhala itu dapat memberi manfaat meskipun mereka tidak mempunyai apa-apa dan tidak berakal?” Kemudian Allah menjelaskan bahwa sebenarnya yang dapat memberikan syafaat hanyalah Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Isyma'azzat اشْمَئَزَّتْ (az-Zumar/39: 45)

Isyma'azzat terambil dari kata syam'aza yang artinya antara lain menjauh karena benci, jengkel, jijik, atau angkuh. Kata isyma'azzat pada ayat ini menggambarkan bagaimana perasaan orang-orang penyembah berhala. Ketika ditanya mengapa berhala itu disembah, mereka akan menjawab bahwa perbuatan itu ditujukan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Namun, bila hanya Allah saja yang disebut, mereka menjadi jengkel dan marah. Ini menunjukkan kebohongan mereka tentang Allah. Sikap tersebut lahir karena mereka tidak memercayai adanya hari kemudian atau alam akhirat, yang ketika itu Allah akan membangkitkan semua orang untuk diminta pertanggungjawaban dari perbuatan-perbuatannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto