Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 40 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 40 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 462 •  Quarter Hizb 47 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

مَنْ يَّأْتِيْهِ عَذَابٌ يُّخْزِيْهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيْمٌ

May ya'tīhi ‘ażābuy yukhzīhi wa yaḥillu ‘alaihi ‘ażābum muqīm(un).

siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal.”

Makna Surat Az-Zumar Ayat 40
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Yaitu mengetahui siapa yang mendapat siksa yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan siapa pula yang kepadanya ditimpakan azab yang kekal di kehidupan akhirat.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah mengancam kita semua dalam bentuk pertanyaan, yaitu siapa yang akan mendapat azab yang menghinakan, dan siapa yang akan terus menerus memperoleh azab itu? Ancaman dalam bentuk pertanyaan ini memberi petunjuk kepada kita bahwa manusia ada saja yang memperoleh azab yang menghinakan, baik di dunia maupun akhirat. Orang-orang kafir dan durhaka juga dapat saja memperoleh azab itu terus-menerus secara kekal. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati jangan sampai mendapat azab yang diancamkan tersebut dengan cara menjadi mukmin yang taat dan selalu bertawakal kepada Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Kāsyifāt urrih كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ (az-Zumar/39: 38)

Istilah kāsyifāt ḍurrih terdiri dari dua kata, yaitu kāsyifāt dan ḍurrih. Yang pertama (kāsyifāt) merupakan bentuk jamak mu'annaṡ dari kāsyif yang berasal dari kata kerja kasyafa-yaksyifu, yang maknanya membuka atau menyingkap. Dengan demikian, kāsyif artinya yang membuka atau me-nyingkap. Yang kedua (ḍurr) artinya kemudaratan atau sesuatu yang membahayakan. Dengan demikian, kāsyifāt ḍurr diartikan sebagai yang dapat menyingkap atau menghilangkan kemudaratan.

Pada ayat ini, istilah tersebut dipergunakan untuk menegaskan bahwa tidak satu makhluk pun yang dapat menghilangkan atau meniadakan mudarat jika Allah berkehendak untuk menimpakannya. Demikian pula betapa kecil mudarat yang direncanakan seseorang untuk mencelakai pihak lain, bila Allah tidak mengizinkan, pasti tidak akan terjadi.

2. ‘Ażāb Muqīm عَذَابٌ مُقِيْمٌ (az-Zumar/39: 40)

Istilah ‘ażāb muqīm terdiri dari dua kata, yaitu ‘ażāb dan muqīm. Yang pertama (‘ażāb) maknanya siksaan atau azab (telah terserap ke dalam bahasa Indonesia dengan arti yang sama). Yang kedua (muqīm) berasal dari kata aqāma-yuqīmu, yang artinya tinggal terus-menerus, mendirikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, muqīm dapat diartikan yang tinggal secara terus-menerus. Istilah ‘ażāb muqīm mengandung arti azab atau siksaan yang diberikan secara terus-menerus atau hukuman yang kekal tiada hentinya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto