وَبَدَا لَهُمْ سَيِّاٰتُ مَا كَسَبُوْا وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Wa badā lahum sayyi'ātu mā kasabū wa ḥāqa bihim mā kānū bihī yastahzi'ūn(a).
Tampak jelaslah bagi mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan (di dunia) dan mereka diliputi oleh (azab) yang selalu mereka olok-olokkan.
Dan demikian pula akan semakin jelaslah bagi mereka akibat buruk dari kejahatan seperti apa yang telah mereka kerjakan, dan mereka akan diliputi oleh azab disebabkan oleh apa yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya.
Tampak jelas bagi mereka, ketika disodorkan kepada mereka kitab-kitab yang memuat catatan amal perbuatan ketika hidup di dunia, semua amal perbuatan mereka yang buruk tercantum di sana. Mereka yakin bahwa pelanggaran itu akan dihisab dan diperhitungkan satu demi satu. Sebagai akibatnya, mereka akan menerima azab yang pedih yang meliputi seluruh penjuru, yang semuanya tidak lain karena mereka selalu memperolok-olokkan ajaran agama Allah.
1. Yaḥtasibūn يَحْتَسِبُوْنَ (az-Zumar/39: 47)
Yaḥtasibūn merupakan kata kerja untuk jamak (banyak), yang berasal dari kata kerja ḥasaba-yaḥsibu. Artinya adalah menghitung atau menduga. Dalam ayat ini yang dimaksud adalah menduga. Dalam bahasa Arab, menduga dapat diungkapkan dengan yaḥsibu atau yaẓunnu. Yaḥsibu berarti menduga dengan menetapkan salah satu dari berbagai kemungkinan tanpa memikirkan lainnya. Sedang yaẓunnu berarti menduga dua hal yang terpikir di benak, dengan kemudian memilih salah satu yang dinilai berkemungkinan lebih besar. Tambahan ta' pada kata kerja tersebut, sehingga menjadi yaḥtasibu, memberikan arti untuk mubālagah atau hiperbolis yang artinya adalah menduga akan terjadi tanpa disangka sama sekali.
2. Yastahzi'ūn يَسْتَهْزِءُوْ نَ (az-Zumar/39: 48)
Kata yastahzi'ūn adalah fi'il muḍāri' dalam bentuk jamak dari istahza'a-yastahzi'u-istihz 'an, yang berarti memperolok-olokkan, mengejek. Kata dasarnya adalah haza'a-yahza'u-huzu'an-mahza 'atan.
Kata yastahzi'ūn disebutkan 16 (enam belas) kali dalam Al-Qur’an dan kata yang serumpun dengannya disebutkan 9 (sembilan) kali. Kata yastahzi'ūn dan yang serumpun dengannya berjumlah 25 kali disebutkan dalam Al-Qur’an semuanya bermakna memperolok-olokkan. Dalam ayat 48 Surah az-Zumar tersebut dikatakan bahwa orang yang selalu memperolok-olokkan ajaran agama di dunia, pada hari Kiamat nanti akan mendapat siksaan yang tidak terlintas dalam benak mereka sebelumnya.














































