Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 47 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 47 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 463 •  Quarter Hizb 47 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَلَوْ اَنَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا وَّمِثْلَهٗ مَعَهٗ لَافْتَدَوْا بِهٖ مِنْ سُوْۤءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ وَبَدَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مَا لَمْ يَكُوْنُوْا يَحْتَسِبُوْنَ

Wa lau anna lil-lażīna ẓalamū mā fil-arḍi jamī‘aw wa miṡlahū ma‘ahū laftadau bihī min sū'il-‘ażābi yaumal-qiyāmah(ti), wa badā lahum minallāhi mā lam yakūnū yaḥtasibūn(a).

Sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai segala apa yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari azab yang buruk pada hari Kiamat. Tampak jelaslah bagi mereka (azab) dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.

Makna Surat Az-Zumar Ayat 47
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan andai kata orang-orang musyrik itu mengetahui dan menyadari putusan apa yang akan dijatuhkan Allah terhadap mereka, maka persoalannya akan menjadi lain. Sebab, sekiranya orang-orang yang zalim, yang menganiaya diri sendiri itu mempunyai segala apa yang ada di bumi berupa kekayaan yang berlimpah, dan ditambah lagi sebanyak itu bersamanya, niscaya mereka pasti akan menebus dirinya dengan itu dari memperoleh azab yang buruk pada hari Kiamat. Dan dengan demikian akan lebih jelaslah bagi mereka bahwa azab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan betapa buruk dan pedihnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa seandainya orang-orang musyrikin yang zalim itu mempunyai seluruh kekayaan yang ada di muka bumi dan ditambah sebanyak itu pula niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu untuk azab yang buruk dan dahsyat yang akan ditimpakan kepada mereka pada hari Kiamat. Ancaman seperti ini pernah pula disebut dalam Surah Āli ‘Imrān. Tampak jelas bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka pikirkan tentang adanya dan kedahsyatannya. Kaum musyrikin jika mengamalkan sesuatu dianggapnya sebagai kebaikan, padahal hakikatnya apa yang mereka lakukan itu termasuk suatu keburukan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yaḥtasibūn يَحْتَسِبُوْنَ (az-Zumar/39: 47)

Yaḥtasibūn merupakan kata kerja untuk jamak (banyak), yang berasal dari kata kerja ḥasaba-yaḥsibu. Artinya adalah menghitung atau menduga. Dalam ayat ini yang dimaksud adalah menduga. Dalam bahasa Arab, menduga dapat diungkapkan dengan yaḥsibu atau yaẓunnu. Yaḥsibu berarti menduga dengan menetapkan salah satu dari berbagai kemungkinan tanpa memikirkan lainnya. Sedang yaẓunnu berarti menduga dua hal yang terpikir di benak, dengan kemudian memilih salah satu yang dinilai berkemungkinan lebih besar. Tambahan ta' pada kata kerja tersebut, sehingga menjadi yaḥtasibu, memberikan arti untuk mubālagah atau hiperbolis yang artinya adalah menduga akan terjadi tanpa disangka sama sekali.

2. Yastahzi'ūn يَسْتَهْزِءُوْ نَ (az-Zumar/39: 48)

Kata yastahzi'ūn adalah fi'il muḍāri' dalam bentuk jamak dari istahza'a-yastahzi'u-istihz 'an, yang berarti memperolok-olokkan, mengejek. Kata dasarnya adalah haza'a-yahza'u-huzu'an-mahza 'atan.

Kata yastahzi'ūn disebutkan 16 (enam belas) kali dalam Al-Qur’an dan kata yang serumpun dengannya disebutkan 9 (sembilan) kali. Kata yastahzi'ūn dan yang serumpun dengannya berjumlah 25 kali disebutkan dalam Al-Qur’an semuanya bermakna memperolok-olokkan. Dalam ayat 48 Surah az-Zumar tersebut dikatakan bahwa orang yang selalu memperolok-olokkan ajaran agama di dunia, pada hari Kiamat nanti akan mendapat siksaan yang tidak terlintas dalam benak mereka sebelumnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto