Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 46 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 46 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 463 •  Quarter Hizb 47 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

قُلِ اللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ عٰلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْ مَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ

Qulillāhumma fāṭiras-samāwāti wal-arḍi ‘ālimal-gaibi wasy-syahādati anta taḥkumu baina ‘ibādika fīmā kānū fīhi yakhtalifūn(a).

Katakanlah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang gaib dan nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu apa yang selalu mereka perselisihkan.”

Makna Surat Az-Zumar Ayat 46
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Guna menghadapi sikap buruk mereka itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk berdoa. Katakanlah atau berdoalah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Zat yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, hanya Engkaulah, tidak ada yang lain, yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu. Dengan perkenan-Mu ya Allah, jatuhkanlah putusan tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah mengajarkan kepada nabi-Nya supaya mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini untuk mempertebal keimanan dan memohon tambahan taufik dan hidayah-Nya, “Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal-hal yang gaib dan nyata, Engkau memutuskan segala pertikaian antara hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan. Engkaulah yang nanti akan memberi keputusan pada hari Kiamat siapa di antara kami yang benar dan yang salah, siapa yang dapat petunjuk dan siapa yang sesat.

Melalui hadisnya, Rasulullah mengajarkan doa yang dibaca ketika bangun tidur untuk salat malam:

اَللَّهُمّ َ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَمِيْكَائِيْل َ وَإِسْرَافِيْل َ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ، إِهْدِنِي لِمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ ِإنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. (رواه مسلم و أبو داود و البيهقي)

“Wahai Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui segala hal yang gaib dan nyata. Engkau memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Mu dalam hal yang mereka perselisihkan. Tunjukilah aku pada kebenaran yang diperselisihkan dengan (dasar) izin-Mu. Sungguh Engkau menunjuki siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus. (Riwayat Muslim, Abū Dāwud, dan al-Baihaqī)

Isi Kandungan Kosakata

1. Yaḥtasibūn يَحْتَسِبُوْنَ (az-Zumar/39: 47)

Yaḥtasibūn merupakan kata kerja untuk jamak (banyak), yang berasal dari kata kerja ḥasaba-yaḥsibu. Artinya adalah menghitung atau menduga. Dalam ayat ini yang dimaksud adalah menduga. Dalam bahasa Arab, menduga dapat diungkapkan dengan yaḥsibu atau yaẓunnu. Yaḥsibu berarti menduga dengan menetapkan salah satu dari berbagai kemungkinan tanpa memikirkan lainnya. Sedang yaẓunnu berarti menduga dua hal yang terpikir di benak, dengan kemudian memilih salah satu yang dinilai berkemungkinan lebih besar. Tambahan ta' pada kata kerja tersebut, sehingga menjadi yaḥtasibu, memberikan arti untuk mubālagah atau hiperbolis yang artinya adalah menduga akan terjadi tanpa disangka sama sekali.

2. Yastahzi'ūn يَسْتَهْزِءُوْ نَ (az-Zumar/39: 48)

Kata yastahzi'ūn adalah fi'il muḍāri' dalam bentuk jamak dari istahza'a-yastahzi'u-istihz 'an, yang berarti memperolok-olokkan, mengejek. Kata dasarnya adalah haza'a-yahza'u-huzu'an-mahza 'atan.

Kata yastahzi'ūn disebutkan 16 (enam belas) kali dalam Al-Qur’an dan kata yang serumpun dengannya disebutkan 9 (sembilan) kali. Kata yastahzi'ūn dan yang serumpun dengannya berjumlah 25 kali disebutkan dalam Al-Qur’an semuanya bermakna memperolok-olokkan. Dalam ayat 48 Surah az-Zumar tersebut dikatakan bahwa orang yang selalu memperolok-olokkan ajaran agama di dunia, pada hari Kiamat nanti akan mendapat siksaan yang tidak terlintas dalam benak mereka sebelumnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto