
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Ketika rembulan emas tenggelam di cakrawala
Angin mati dan laut pun terdiam
Hening di sek′liling bumi sunyi, sepi, mencekam
Menunggu keputusan sakral, arif, dan bijaksana
Makna lirik lagu ini mencerminkan suasana hening dan ketegangan yang melingkupi suatu mome... tampilkan semua
Yang tak habis aku mengerti
Jeritan kami tak bersuara
Ditelan gemuruh gundah gulana
Mungkin lewat nyanyian akan dapat menyusup
Menguak jendela hati-Mu
Dan Kau dengar rintihan kami
Kau dengar jeritan kami
Makna lirik lagu ini mencerminkan ungkapan kegundahan dan harapan untuk didengar oleh Tuha... tampilkan semua
Tuhan, semua terserah titah-Mu
Merah hitam tanah kami
Pucat pasi wajah bumi
Hmm-huu
Tolong arahkan mata pedang
Mereka-mereka yang memimpin
Percaturan dunia, pergolakan dunia
Makna lirik lagu ini menggambarkan seruan kepada Tuhan untuk memberikan petunjuk dan kekua... tampilkan semua
Tuhan tolonglah
Karena hanya Engkau
Yang dapat mendengar
Jerit hati kami
Makna lirik lagu ini mengungkapkan ekspresi mendalam dari kerinduan dan harapan seseorang ... tampilkan semua
'Sketsa Rembulan Emas' adalah salah satu lagu terkenal karya Ebiet G. Ade yang menggugah perasaan dan menggambarkan kondisi masyarakat dalam refleksi spiritual. Melalui liriknya yang puitis, Ebiet berhasil menciptakan suasana hening dan penuh harapan, yang sekaligus menggambarkan keputusasaan dan kerinduan akan keadilan.
Deskripsi Umum Lagu
Diawali dengan gambaran alam yang tenang, seperti "Ketika rembulan emas tenggelam di cakrawala", lirik lagu ini menangkap momen ketika dunia berada dalam diam, seakan menunggu keputusan penting. Kesunyian menjadi simbol dari ketidakpastian dan kerentanan manusia dalam mengharapkan sesuatu yang lebih baik.
Makna Kontras dalam Kesunyian
Kondisi "hening di sek′liling bumi sunyi, sepi, mencekam" menciptakan suasana yang kontras dengan banyaknya persoalan yang dihadapi umat manusia. "Jeritan kami tak bersuara" menunjukkan betapa seringnya kepedihan tidak terdengar oleh yang berkuasa. Dalam hal ini, lirik menekankan pentingnya sebuah suara—tidak hanya untuk diungkapkan, tetapi agar didengar dan dipahami.
Permohonan kepada Tuhan
Pengulangan frasa "Tuhan, semua terserah titah-Mu" mencerminkan sikap pasrah dan keinginan untuk memperoleh petunjuk dari yang Maha Kuasa. Hal ini menunjukkan keyakinan bahwa hanya Tuhan yang mampu memberikan solusi atas jeritan dan kesusahan yang dialami umat manusia. Dengan kata lain, lirik ini bisa diinterpretasikan sebagai seruan akan keadilan dan kepemimpinan yang bijaksana.
Sosial dan Politik dalam Lirik
- Merah Hitam Tanah Kami: Frasa ini mencerminkan kondisi sosial-politik yang penuh ketegangan, di mana perang, konflik, dan kesedihan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
- Pucat Pasi Wajah Bumi: Menggambarkan keputusasaan yang hadir akibat ketidakadilan dan ketidakpastian masa depan.
- Mereka-mereka yang memimpin: Menandakan ekspresi kekecewaan terhadap para pemimpin yang berkuasa, mengingatkan kita akan tanggung jawab moral mereka terhadap masyarakat.
Kesimpulan
'S ketsa Rembulan Emas' adalah sebuah karya yang tidak hanya melankolis, tetapi juga memuat kritik terhadap kondisi sosial yang ada. Ebiet G. Ade melalui lagu ini mengajak pendengarnya untuk merenung sekaligus berdoa, berharap agar suara-suara yang tertekan dapat didengar. Melalui lirik yang dalam dan emotif ini, pendengar diajak untuk terlibat dalam proses pencarian makna, harapan, dan keadilan.








































