Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Di Sudut Rumahmu
Dangdut, Pop Rock
2013 • 4:54 • Track 2/8
Ebiet G. Ade
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Makna lagu ini menggambarkan perjalanan spiritual seseorang yang merendahkan diri di hadapan Tuhan, memohon ampunan atas dosa-dosanya dan mencari petunjuk dalam hidup. Melalui simbolik sujud dan doa yang tulus, lagu ini menekankan pentingnya ketawadhuan, keikhlasan, serta harapan untuk dijauhkan dari sifat sombong dan takabur.
Makna Lirik
Di sudut rumah-Mu aku bersujud
Seusai berkeliling tujuh putaran
Tubuhku aku pasrahkan
Jiwaku aku ikhlaskan

Makna lirik lagu ini mengungkapkan tindakan pengabdian dan penyerahan diri seseorang kepad... tampilkan semua

Di Multazam aku rentangkan doa
Memohon ampun dari timbunan dosa
Sujudku aku rekatkan
Air mataku tak tertahankan
Dan aku tumpahkan

Makna lirik lagu ini menggambarkan momen spiritual yang dalam, di mana penyanyi menggambar... tampilkan semua

Di sini
Aku merasa kecil dan tak berarti
Ya Rabbi
Tunjukkan ke mana langkah mesti kubawa?
Di sini
Aku merasa tak berdaya
Menunggu uluran tangan-Mu
Melepaskan aku
Dari kesombongan dan takabur

Makna lirik lagu ini mengisyaratkan perasaan kerentanan dan ketidakberdayaan seseorang yan... tampilkan semua

Tibalah saat aku harus pamit
Kukecup Hajar Aswad dengan khidmat
Dalam doaku semoga seluruh umat
Datang bersujud ke haribaan-Mu
Dan atas panggilan-Mu

Makna lirik lagu ini mengungkapkan perasaan haru dan penghormatan saat seseorang harus men... tampilkan semua

Di sini
Aku merasa kecil dan tak berarti
Ya Rabbi
Tunjukkan ke mana langkah mesti kubawa?
Di sini
Aku merasa tak berdaya
Menunggu uluran tangan-Mu
Melepaskan aku
Dari kesombongan dan takabur
Melepaskan aku
Dari kesombongan dan takabur

Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kerentanan dan ketidakberdayaan seseorang yang ... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu "Di Sudut Rumahmu" yang dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang sarat akan makna dan emosional. Melalui liriknya, kita diajak untuk merenungkan perjalanan spiritual dan pencarian jati diri manusia di hadapan Sang Pencipta. Dalam ulasan ini, kita akan membahas secara detail makna dan pesan yang terkandung dalam lirik tersebut.

Pengakuan Dosa dan Ketundukan

Diawali dengan ungkapan kedalaman hati, lirik pertama menyiratkan tindakan bersujud di "sudut rumah-Mu", yang menggambarkan ketulusan pengakuan dosa. Frasa "tujuh putaran" menandakan rangkaian ritual penyucian diri, yakni tawaf, yang menjadi simbol penghambaan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan. Dengan menyatakan "tubuhku aku pasrahkan, jiwaku aku ikhlaskan", penyanyi menunjukkan suatu sikap totalitas manusia dalam menyerahkan segala sesuatu kepada Yang Maha Kuasa.

Memohon Ampunan dan Harapan

Selanjutnya, dalam bait yang menggambarkan suasana di Multazam, kita melihat betapa pentingnya momen refleksi dan introspeksi. Reaksi emosional yang terlihat dengan "air mataku tak tertahankan" menunjukkan bahwa proses ini tidaklah mudah, namun sangat diperlukan. Segala doa yang dipanjatkan merupakan harapan untuk mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Hal ini sangat relevan dengan posisi manusia yang tidak luput dari kesalahan.

Kerapuhan Manusia

Saat lirik menyatakan "aku merasa kecil dan tak berarti", ini menggambarkan kerapuhan manusia di hadapan kebesaran Tuhan. Penolakan kesombongan dan takabur adalah tema sentral yang diangkat, di mana selama ini seringkali manusia terjebak dalam egonya. Pengakuan ini menjadi penting dalam proses spiritual, mengingatkan kita untuk tidak berlebihan dalam menilai diri sendiri.

Permohonan Petunjuk

"Ya Rabbi, tunjukkan ke mana langkah mesti kubawa?" mendetailkan kebutuhan manusia akan bimbingan ilahi. Ini menunjukkan kerentanan dan ketidakpastian hidup yang sering dialami. Dalam ketidakberdayaan tersebut, seorang hamba sangat membutuhkan cahaya petunjuk agar tidak tersesat dalam langkah kehidupan.

Melangkah Menuju Kesucian

Lirik ke depan beranjak kepada tindakan pamit, yang diungkapkan dengan "kukecup Hajar Aswad dengan khidmat". Ini mengindikasikan bahwa pertemuan dengan sosok yang lebih besar dan suci membuat individu merasakan kedamaian. Harapan untuk umat yang lain "datang bersujud ke haribaan-Mu" menandakan bahwa betapa pentingnya kolektivitas dalam beribadah.

Kesimpulan

Mela lui lagu ini, Ebiet G. Ade berhasil menyampaikan pesan mendalam tentang intuisi spiritual, kerendahan hati, pengakuan dosa, serta permohonan untuk petunjuk dari Tuhan. Musik yang lembut dan lirik yang puitis membuat "Di Sudut Rumahmu" menjadi sebuah karya yang bukan hanya dinikmati, tetapi juga direnungkan dan dihayati. Pesan utamanya mengajak kita untuk terus bersujud, berdoa, dan mencari bimbingan-Nya dalam setiap langkah kehidupan.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto