Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 15 - Surat Fāṭir (Pencipta)
فاطر
Ayat 15 / 45 •  Surat 35 / 114 •  Halaman 436 •  Quarter Hizb 44.5 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

۞ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

Yā ayyuhan-nāsu antumul-fuqarā'u ilallāh(i), wallāhu huwal-ganiyyul-ḥamīd(u).

Wahai manusia, kamulah yang memerlukan Allah. Hanya Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Makna Surat Fatir Ayat 15
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Hanya Allah Tuhan yang patut disembah. Dia Mahakuasa, pemilik langit dan bumi, sehingga itu manusia sudah pasti sangat memerlukan rahmat dan pertolongan-Nya. Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah, Dialah Yang Mahakaya, tidak memerlukan apa pun, lagi Maha Terpuji nama, sifat, dan perbuatan-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini diterangkan bahwa manusia sangat berkepentingan kepada Penciptanya yaitu Allah karena semua manusia membutuhkan pertolongan-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, seperti kekuatan, rezeki, menolak bahaya, mendapat kenikmatan, ilmu dan sebagainya, baik urusan dunia maupun akhirat. Semua itu tidak akan terjadi kecuali dengan rahmat dan taufik Allah.

Hanya Allah yang wajib disembah dan diharapkan rida-Nya. Ia Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu. Maha Terpuji atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada para hamba-Nya. Setiap nikmat yang dimiliki oleh manusia berasal dari sisi-Nya. Dialah yang seharusnya dipuji dan disyukuri dalam segala hal. Di ayat lain Allah menegaskan:

لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ ࣖ ٦٤ (الحج)

Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah benar-benar Mahakaya, Maha Terpuji. (al-Ḥajj/22: 64)

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Fuqarā’ اَلْفُقَرَاء (Fāṭir/35: 15)

Kata ini merupakan bentuk jamak dari faqīr, yang artinya yang membutuhkan. Orang miskin disebut sebagai faqīr, karena ia membutuhkan sesuatu untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Kata faqīr terambil dari kata al-faqār yaitu tulang punggung. Orang fakir (faqīr) disebut demikian karena tulang punggungnya patah akibat membawa beban yang berat.

Dalam ayat ini, kata tersebut dirangkai dengan kata lain, sehingga membentuk frasa (gabungan kata) antum al-fuqarā', yang artinya “kamulah yang membutuhkan”. Frasa ini mengandung makna pembatasan, yaitu kamu saja yang benar-benar perlu kepada Allah. Namun demikian, pembatasan ini tidak harus dipahami bahwa selain kamu tidak butuh. Hal yang sedemikian ini karena semua makhluk membutuhkan Allah dalam wujud dan kesinambungannya, sedang Allah tidak membutuhkan apa pun, karena wujud-Nya berasal dari Zat-Nya sendiri. Mereka yang dimaksud dalam ayat ini adalah semua makhluk tanpa kecuali, walaupun konteksnya tertuju kepada manusia yang kafir.

Selain itu dapat pula dikatakan bahwa kebutuhan manusia kepada Allah demikian besar, jauh lebih besar daripada kebutuhan makhluk lain. Keperluan manusia kepada Allah sangat banyak karena mereka memang membutuhkannya, apalagi dengan potensinya sebagai makhluk yang diserahi amanah untuk mengelola alam dan isinya ini. Semakin banyak keinginan manusia, semakin banyak pula kebutuhannya, dan itu semua hanya Allah saja yang dapat memenuhinya.

2. Khalqin Jadīd خَلْقٍ جَدِيْدٍ (Fāṭir/35: 16)

Kata khalq berarti penciptaan. Kata ini dan kata lain turunannya dalam Al-Qur’an disebut 261 kali tersebar dalam 75 surah. Dilihat dari pemakaian-nya, kata khalq dalam Al-Qur’an mempunyai pengertian sebagai berikut:

a. Apabila objeknya selain dari alam semesta, kata khalq berarti penciptaan sesuatu dari bahan atau materi yang sudah ada, seperti manusia (Adam dan keturunannya) yang diciptakan Allah dari suatu materi yang sudah ada, misalnya disebutkan bahwa manusia diciptakan dari sari pati tanah, atau dari tanah kering seperti tembikar. Demikian pula halnya iblis dan jin diciptakan Allah dari materi yang sudah ada, misalnya disebutkan bahwa iblis/jin diciptakan Allah dari api, atau dari nyala api. Juga hewan diciptakan Allah dari sesuatu yang sudah ada, yakni dari air.

b. Apabila objeknya alam semesta, maka Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci, apakah ia diciptakan dari bahan atau materi yang sudah ada atau dari ketiadaan.

Jadi kata khalq yang objeknya selain alam semesta titik tekannya adalah penciptaan jasad, seperti jasad manusia diciptakan dari tanah, iblis dan jin dari api, sedangkan kata khalq yang berobjek alam semesta tidak ditemukan petunjuk penekanannya secara tegas. Dengan demikian, kata khalq pada ayat 16 Surah Fāṭir berarti penciptaan jasad manusia dengan bahan atau materi yang sudah ada. Kata jadīd berarti baru. Dari ungkapan di atas, dapat disimpulkan bahwa makna khalq jadīd dalam ayat tersebut adalah penciptaan jasad manusia yang baru dari bahan atau materi yang sudah ada.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto