اِنَّ اللّٰهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Innallāha ‘ālimu gaibis-samāwāti wal-arḍ(i), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).
Sesungguhnya Allah mengetahui yang gaib di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
Allah mengabaikan permohonan orang-orang kafir itu, karena sungguh, Allah mengetahui yang gaib dan tersembunyi di langit dan di bumi; tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati dan akan memberinya balasan yang sepadan.
Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar memberi per-ingatan keras kepada orang-orang musyrik bahwa Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka sembunyikan. Allah juga Maha Mengetahui perasaan yang terkandung dalam hati mereka, dan rencana apa yang akan mereka kerjakan. Allah pulalah yang mengetahui segala yang tak terlihat oleh pancaindra manusia, baik yang ada di langit maupun di bumi. Oleh karena itu, hendaklah orang-orang musyrik itu merasa takut kepada Allah, sebab segala gerak-gerik mereka di bawah pengawasan-Nya. Segala yang mereka rencanakan untuk menipu rasul dan melenyapkan kebenaran agama-Nya di bumi ini, atau usaha mereka untuk membantu sekutu mereka dalam menuhankan berhala, pasti diketahui Allah.
Allah Mengetahui segala perasaan yang terkandung dalam hati manusia, dan perbuatan apa saja yang mereka kerjakan. Firman Allah “Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang ada dalam dada manusia” mengisyaratkan kepada pengertian sekalipun orang-orang kafir diberi kesempatan untuk hidup lebih lama lagi, namun mereka tidak akan meninggalkan kekufurannya. Oleh karena itu, sia-sia Allah memanjangkan umurnya.
Maqtan مَقْتًا (Fāṭir/35: 39)
Kata maqtan adalah kata jadian (maṣdar) dari kata maqata-yamqutu-maqtan. Kata ini berarti kemarahan dan kebencian yang amat sangat. Di dalam Al-Qur’an, kata ini disebut sebanyak lima kali, dan seluruhnya menunjukkan arti yang sama. Di dalam tradisi Jahiliah dikenal aturan di mana seorang laki-laki menikahi istri bapaknya yang ditinggal mati atau diceraikannya. Pernikahan yang kemudian dilarang setelah Islam datang ini disebut zawājul maqti. Adapun maksud kata maqtan di dalam konteks ayat ini adalah kekufuran mereka tidak menambah apa-apa selain kebencian dan kemarahan dari Allah dan orang-orang yang beriman. Imam aṭ-Ṭabarī dalam tafsirnya menulis penafsiran senada, yaitu “semakin jauh dari rahmat Allah”.












































