Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 21 - Surat Fāṭir (Pencipta)
فاطر
Ayat 21 / 45 •  Surat 35 / 114 •  Halaman 437 •  Quarter Hizb 44.5 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُوْرُۚ

Wa laẓ-ẓillu wa lal-ḥarūr(u).

Tidak (sama) pula yang teduh dengan yang panas.

Makna Surat Fatir Ayat 21
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

dan tidak pula sama antara yang teduh, yakni kenyamanan dan ketenangan di surga, dengan yang panas, yakni pedihnya siksa neraka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya, Allah menerangkan bahwa yang terlindung tidak sama dengan yang terkena panas. Sebagian ulama tafsir mengartikan ẓill (teduh/naungan) di sini dengan surga, karena surga itu mempunyai naungan yang menyebabkan hawa sejuk. Sebagaimana firman Allah:

۞ مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَ ۗ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ اُكُلُهَا دَاۤىِٕمٌ وَّظِلُّهَاۗ

Pe rumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. (ar-Ra‘d/13: 35)

Sedang ḥarr (panas) diartikan dengan neraka, karena ia memang satu tempat yang amat panas dan penuh dengan api yang menyala-nyala, jauh lebih panas dari api yang dikenal di dunia. Sepercik bunga api neraka saja jatuh di dunia, maka dunia akan panas seluruhnya sebagaimana dijelaskan di dalam suatu hadis.

لَوْ اَنَّ شَرَرَةَ مِنْ شَرَرِ جَهَنَّمَ بِالْمَشْرِقِ لَوَجَدَ حَرَّهَا مَنْ بِالْمَغْرِبِ. (رواه الطبراني عن انس بن مالك)

Sekiranya sepercik api dari bunga-bunga api neraka (berada) di timur, maka akan dirasakan panasnya (oleh orang-orang yang berada) di barat. (Riwayat aṭ-Ṭabrānī dari Anas bin Mālik)

Isi Kandungan Kosakata

1. Aẓ-Ẓill اَلظِّلُّ (Fāṭir/35: 21)

Kata aẓ-Ẓill berarti naungan. Kata ini dan kata lain turunannya dalam Al-Qur’an disebut 33 kali tersebar dalam 23 surah. Kata aẓ-ẓill jamaknya adalah ẓilāl dan aẓlāl. Makna kata aẓ-ẓill dalam Surah Fāṭir ayat 21 adalah naungan. Maksudnya bahwa keimanan menghasilkan kenyamanan dan ketenangan bagaikan seorang yang berada di bawah naungan yang teduh.

2. Al-Ḥarūr اَلْحَرُوْر (Fāṭir/35: 21)

Kata al-ḥarūr berarti terik matahari, atau angin panas. Kata al-ḥarūr hanya sekali disebutkan dalam Al-Qur’an. Makna al-ḥarūr dalam Surah Fāṭir ayat 21 adalah terik matahari atau angin panas yang berhembus di siang atau malam hari. Maksudnya, bahwa kekufuran adalah rasa gerah dan panas yang mengakibatkan kegelisahan hidup.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto