Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 12 - Surat Fāṭir (Pencipta)
فاطر
Ayat 12 / 45 •  Surat 35 / 114 •  Halaman 436 •  Quarter Hizb 44.25 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَمَا يَسْتَوِى الْبَحْرٰنِۖ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَاۤىِٕغٌ شَرَابُهٗ وَهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۗ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُوْنَ لَحْمًا طَرِيًّا وَّتَسْتَخْرِجُوْنَ حِلْيَةً تَلْبَسُوْنَهَا ۚوَتَرَى الْفُلْكَ فِيْهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Wa mā yastawil-baḥrān(i), hāżā ‘ażbun furātun sā'igun syarābuhū wa hāżā milḥun ujāj(un), wa min kullin ta'kulūna laḥman ṭariyyaw wa tastakhrijūna ḥilyatan talbasūnahā, wa taral-fulka fīhi mawākhira litabtagū min faḍlihī wa la‘allakum tasykurūn(a).

Tidak sama (antara) dua laut: yang ini tawar, segar, dan mudah diminum serta yang lain sangat asin. Dari masing-masing itu kamu dapat memakan daging yang segar dan dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Di sana kamu melihat bahtera (berlayar) membelah (lautan) agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.

Makna Surat Fatir Ayat 12
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Untuk memenuhi keperluan hidup manusia, Allah menciptakan lautan dengan beragam sumber dayanya. Dan tidak sama antara dua lautan; yang ini tawar, menyuburkan tanah, menumbuhkan tanam-tanaman, sangat segar, dan sedap diminum, dan lautan yang lain airnya asin lagi pahit karena sangat asin dan tentu tidak sedap untuk diminum. Dan dari masing-masing lautan itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat secara bersungguh-sungguh mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai, yakni mutiara dan marjan (Lihat Surah ar-Rahman/55: 22). Dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelah laut agar kamu dapat mencari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur kepada-Nya atas limpahan rahmat tersebut.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa ada dua keistimewaan air, masing-masing mempunyai kegunaan sendiri-sendiri. Keduanya dapat menjadi tempat berkembang biak ikan yang lezat cita rasanya. Air tawar di sungai-sungai yang mengalir melalui desa-desa dan kota-kota besar, sedap diminum, menghilangkan dahaga, menyuburkan tanah, dan menumbuhkan rumput-rumputan, tanam-tanaman, dan pohon-pohonan. Perahu-perahu dapat berlayar di atasnya untuk membawa keperluan hidup dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan air asin, di dalamnya terdapat mutiara dan karang laut yang dapat dijadikan perhiasan, dan menjadi tempat berlayarnya kapal-kapal besar membawa hasil bumi dan tambang dari satu tempat ke tempat-tempat lain, baik di daerah sendiri maupun ke luar negeri sebagai barang ekspor atau mendatangkannya dari luar negeri sebagai barang impor, yang tidak dapat dijangkau oleh perahu-perahu kecil, sebagai barang dagangan untuk mencari karunia Allah.

Pada akhir ayat ini dijelaskan bahwa kekuasaan Allah dapat menunduk-kan air tawar dan air asin sehingga bisa dipergunakan menurut fungsinya masing-masing. Hal demikian itu bertujuan agar manusia bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya itu.

Menurut para saintis, air nikmat diminum dan terasa segar apabila mengandung hanya sedikit garam terlarut, sedangkan rasa asin dan pahit air laut disebabkan oleh tingginya kandungan garam yang terlarut di dalamnya. Ukuran kandungan garam di dalam air biasa dinyatakan dengan kegaraman atau salinitas yang satuannya adalah gram garam per kg air, atau karena BD air = 1, dalam gram/liter. Empat belas abad yang lalu, ketika ilmu kimia praktis belum ada, ayat ini telah menyatakan bahwa salinitas air laut berbeda-beda. Kenyataan ini terbukti kini bahwa apa yang dinyatakan dalam ayat ini benar adanya. Hasil pengukuran di seluruh dunia memperlihatkan bahwa salinitas rata-rata air laut adalah sebesar 34,72 gr/l. Tetapi salinitas rata-rata ketiga samudra besar memiliki perbedaan: 34, 90 untuk Samudra Atlantik, 34,76 untuk Samudra Hindia dan 34,62 untuk Samudra Pasifik. Salinitas air di lautan terbuka umumnya bervariasi antara 33 sampai 37 gram/l. Salinitas tertinggi di laut terbuka dijumpai di Laut Merah (sekitar 41 gr/l), sedangkan salinitas terendah dijumpai di Teluk Bothnia dan Laut Baltik (Masing-masing sekitar 10 dan 20 gr/l).

Isi Kandungan Kosakata

1. Baḥrāni اَلْبَحْرَانِ (Fāṭir/35: 12)

Kata benda baḥr umumnya berarti laut atau samudra, tetapi dapat juga berarti sekumpulan air dalam jumlah yang besar, seperti air sungai atau danau yang tawar. Kata baḥrāni dalam ayat ini berarti ‘dua lautan’ berupa air asin dan air tawar. Air laut dan air sungai—danau, kolam, mata air dan air di dalam tanah pada dasarnya merupakan satu kesatuan dengan air laut, “dan satu sama lain saling berhubungan dengan adanya peredaran air yang mengalir terus-menerus, yang mengisap uap, membawanya ke tengah-tengah awan atau embun di lapisan udara, kemudian membawanya lagi dalam bentuk padat ke air atau salju ataupun hujan untuk kemudian bercampur dengan sungai dan saluran-saluran air lainnya, yang selanjutnya membawanya ke samudra kembali. Dalam Surah ar-Raḥmān/55: 19-20 disebutkan: maraja al-baḥraini yaltaqiyāni, bainahumā barzakhul lā yabgiyāni (Dia membiarkan dua kumpulan air yang mengalir bertemu. Di antara keduanya ada penyekat yang tak dapat mereka langgar). Beberapa mufasir memberikan penafsiran yang hampir sama. Dua air itu bertemu, bertetangga tanpa ada penyekat atau pembatas menurut penglihatan mata, padahal keduanya tak dapat bercampur, karena ada penyekat, dan masing-masing dengan wilayahnya, satu sama lain tidak mau bercampur dan saling memasuki. Menurut ar-Rāzī, kebanyakan mufassir berpendapat ayat ini sebagai perumpamaan orang kafir dan orang beriman yang tidak sama, seperti halnya air tawar dengan air asin. Penggalan pertama ayat ini ada hubungannya dengan penggalan berikutnya tentang ikan dan mutiara. Lihat juga Surah al-Furqān/25: 53, al-Kahf/18: 60.

2. Qiṭmīr قِطْمِيْر (Fāṭir/35: 12)

Qiṭmīr adalah kata benda yang berarti ‘kulit ari,’ kulit tipis yang membalut biji kurma. Perumpamaan dalam ayat ini memperlihatkan bahwa kekuatan apa pun, dalam pandangan Allah hanya seperti kulit ari, kulit tipis yang melapisi biji kurma dan sangat lemah, tak ada artinya dibandingkan dengan kekuatan Allah. Kata qiṭmīr hampir sama artinya dengan kata naqīr dalam Surah an-Nisā’/4: 53 dan 124, yaitu “alur kecil dalam biji kurma yang dari alur ini muncul tunas”, sesuatu yang tak ada gunanya atau sangat kecil dibandingkan dengan kekuasaan Allah. Dalam beberapa tafsir Al-Qur’an disebutkan bahwa nama anjing dalam Surah al-Kahf/18: 18 adalah qiṭmīr atau raqīm dalam tafsir yang lain. Dalam sebuah ungkapan dikatakan: lā yamliku qiṭmīran (dia tidak memiliki sepeser pun; tidak memiliki apa-apa).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto