Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 22 - Surat Fuṣṣilat (Dijelaskan)
فصّلت
Ayat 22 / 54 •  Surat 41 / 114 •  Halaman 479 •  Quarter Hizb 48.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُوْنَ اَنْ يَّشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَآ اَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُوْدُكُمْ وَلٰكِنْ ظَنَنْتُمْ اَنَّ اللّٰهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ

Wa mā kuntum tastatirūna ay yasyhada ‘alaikum sam‘ukum wa lā abṣārukum wa lā julūdukum wa lākin ẓanantum annallāha lā ya‘lamu kaṡīram mimmā ta‘malūn(a).

Kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.671)

Makna Surat Fussilat Ayat 22
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan kamu benar-benar tidak dapat dan tidak mampu bersembunyi dari kesaksian yang diberikan oleh pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadap diri-mu sendiri. Bahkan kamu mengira bahwa Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat itu tidak mengetahui banyak tentang apa yaitu perbuatan jahat yang telah kamu lakukan itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Diriwayatkan dari Bukhārī dan Muslim beserta imam-imam yang lain dari Ibnu Mas‘ūd ia berkata, “Ketika aku bersembunyi di belakang tirai Ka’bah, maka datanglah tiga orang: seorang Quraisy dan dua orang Bani Ṡaqif, atau seorang Bani Ṡaqif dan dua orang Quraisy, sedikit sekali ilmunya dan amat buncit perut mereka, mereka mengucapkan perkataan yang tidak pernah aku dengar. Maka salah seorang mereka berkata, ‘Apakah kamu berpendapat bahwa Allah mendengar perkataan kita ini?’ Maka yang lain menjawab, ‘Sesungguhnya apabila kita mengeraskan suara kita, niscaya Dia mendengarnya dan apabila kita tidak mengeraskannya niscaya Dia tidak mendengarnya.’ Maka yang lain berkata, ‘Jika Dia mendengar sesuatu daripadanya, pasti Dia mendengar seluruhnya’.” Maka Ibnu Mas‘ūd menyampaikan yang demikian pada Nabi saw, maka Allah menurunkan ayat ini sampai kepada firman-Nya: minal khāsirīn.

Ayat ini menerangkan bahwa manusia itu tidak dapat menyembunyikan dan merahasiakan perbuatan-perbuatan kejinya, sekalipun ia berbuat kemaksiatan, kejahatan, dan kekafiran secara terang-terangan dan mengingkari hari kebangkitan dan pembalasan Allah. Bahkan, ia mengira di saat ia menyembunyikan perbuatannya dari manusia, Allah pun tidak mengetahui apa-apa yang mereka kerjakan. Oleh karena itu, ia tidak akan dapat menghukum dan memberi pembalasan.

Ayat ini memperingatkan orang-orang yang beriman agar selalu waspada dan memikirkan benar-benar perbuatan-perbuatan yang akan mereka lakukan, karena Allah mengetahui segala yang mereka perbuat, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Anṭaqanā اَنْطَقَنَا (Fuṣṣilat/41: 21)

Anṭaqa berasal dari an-nuṭq yang artinya bersuara. Sedangkan anṭaqa artinya membuat sesuatu berbicara. Kata an-nuṭq hanya digunakan untuk manusia, tetapi dalam ayat ini digambarkan kulit dapat menyampaikan kesaksian yang bisa berarti makna kecaman. Kulit disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai saksi selain tangan dan kaki karena kulit mewakili seluruh jasmani manusia. Sehingga jika manusia dimasukkan ke dalam api neraka, kulitlah yang tersiksa karena kulit memiliki indra perasa. Dalam Surah al-Mā'idah/5 ayat 56 disebutkan bagaimana Allah memperbaharui kulit orang-orang yang durhaka ketika kulit mereka sudah habis terbakar agar si pemilik kulit terus merasakan pedihnya siksaan.

2. Ardākum اَرْدَاكُمْ (Fuṣṣilat/41: 23)

Asal katanya adalah arrada yang artinya kebinasaan. Yang dimaksud dengan kata ardākum dalam ayat di atas adalah mengakibatkan mereka berada dalam keadaan atau kondisi yang sangat buruk, tidak berdaya seperti orang yang sudah mati.

3. Al-Mu‘tabīn الْمُعْتَبِيْن َ (Fuṣṣilat/41: 24)

Al-Mu‘tabīn berasal dari kata al-‘itb yang bermakna kecaman, ungkapan ketidaksenangan, keluhan atas kesalahan orang lain, dan lain-lain. Dari kata ini, lahir kata ‘ātaba yang menggambarkan upaya seseorang menyampaikan kesalahan temannya, namun ia menunjukkan kesediaan untuk memaafkan-nya. Al-Mu‘tabīn berarti orang-orang yang tidak diterima Allah keluhan-keluhannya atau kecaman-kecamannya agar mereka dimaafkan Allah. Ayat ini menginformasikan bahwa orang-orang yang durhaka tersebut tidak bisa diterima keluhan-keluhannya dengan tujuan untuk dimaafkan kesalahan-kesalahannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto