Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 21 - Surat Fuṣṣilat (Dijelaskan)
فصّلت
Ayat 21 / 54 •  Surat 41 / 114 •  Halaman 479 •  Quarter Hizb 48.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَقَالُوْا لِجُلُوْدِهِمْ لِمَ شَهِدْتُّمْ عَلَيْنَا ۗقَالُوْٓا اَنْطَقَنَا اللّٰهُ الَّذِيْٓ اَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَّهُوَ خَلَقَكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۙ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Wa qālū lijulūdihim lima syahittum ‘alainā, qālū anṭaqanallāhul-lażī anṭaqa kulla syai'iw wa huwa khalaqakum awwala marrah(tin), wa ilaihi turja‘ūn(a).

Mereka berkata kepada kulit mereka, “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” (Kulit) mereka menjawab, “Allah yang menjadikan segala sesuatu dapat berbicara telah menjadikan kami dapat berbicara. Dialah yang menciptakan kamu pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”

Makna Surat Fussilat Ayat 21
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ketika anggota tubuh mereka, seperti pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap perbuatan dosa yang mereka lakukan selama hidup di dunia, mereka pun mempertanyakan hal itu. Dan ingatlah ketika mereka para musuh Allah itu, berkata kepada kulit mereka sendiri, “Mengapa kamu menjadi saksi yang memberatkan terhadap kami?” Kulit mereka menjawab, “Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang juga menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah juga yang menciptakan kamu yang pertama kali serta menganugerahkan kemampuan berbicara, dan hanya kepada-Nya saja kamu dikembalikan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Tatkala mendengar dan melihat bahwa kulitnya sendiri menjadi saksi atas perbuatan-perbuatannya, orang-orang kafir mencela kulit mereka itu dengan mengatakan, “Mengapa kamu menjadi saksi atas diri kami, padahal kamulah yang membantu dan mendorong kami berbuat maksiat selama hidup di dunia?” Kulit-kulit mereka menjawab, “Allah Yang Mahakuasa telah menjadikan kami pandai berbicara, sehingga kami dapat menerangkan dengan jelas dan lengkap segala yang pernah kamu perintahkan kepada kami untuk mengerjakannya.” Firman Allah:

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا ٓ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ ٦٥ (يٰسۤ)

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Yāsīn/36: 65)

Mengenai pertanyaan dan persaksian di akhirat ini diterangkan dalam hadis Nabi saw yang diriwayatkan dari Anas bin Mālik, ia berkata:

كُنّاَ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضَحِكَ فَقَالَ: هَلْ تَدْرُوْنَ مِمَّ أَضْحَكُ؟ قُلْنَا: اللّٰهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ مِنْ مُخَاطَبَةِ الْعَبْدِ رَبَّهُ يَقُوْلُ أَلَمْ تُجِرْنِيْ مِنَ الظُّلْمِ قَالَ يَقُوْلُ بَلٰى. قَالَ فَيَقُوْلُ فَإِنِّيْ لَا أُجِيْزُ عَلَى نَفْسِيْ إِلَّا شَاهِدًا مِنِّيْ، قَالَ يَقُوْلُ: كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ شَهِيْدًا وَبِالْكِرَامِ الْكَاتِبِيْنَ شُهُوْدًا قَالَ فَيُخْتَمُ عَلَى فِيْهِ فَيُقَالُ لِأَرْكَانِهِ: اِنْطِقِيْ، فَتَنْطِقُ بِأَعْمَالِهِ. قَالَ ثُمَّ يُخَلَّى بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَلَامِ قَالَ فَيَقُوْلُ: بُعْدًا لَكُنَّ وَسُحْقًا فَعَنْكُنَّ كُنْتُ أُنَاضِلُ.(رواه مسلم وابن حبان)

Ketika kami bersama Rasulullah saw, beliau tertawa lalu berkata, “Apakah kamu mengetahui kenapa aku tertawa?” Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau berkata, “Aku tertawa karena pembicaraan seorang hamba dengan Tuhan (di hari Kiamat). Hamba berkata, “Hai Tuhanku Apakah Engkau tidak melindungi aku dari kezaliman?” Rasulullah berkata, “Tuhan berkata, ‘Benar’.” Rasulullah berkata, “Hamba itu mengatakan, ‘Maka saya tidak mengizinkan diriku kecuali saksi dari diriku sendiri’.” Rasulullah saw berkata, “Allah berfirman, ‘Cukuplah diri engkau menjadi saksi atas perbuatanmu sendiri pada hari ini, dan persaksian malaikat yang mencatat’.” Rasulullah berkata, “Kemudian ditutuplah mulut orang itu dan dikatakan kepada anggota-anggota badannya, ‘Berbicaralah’, maka anggota-anggota badan itu menerangkan perbuatannya.” Rasulullah berkata, “Kemudian dibiarkan orang itu berbicara terhadap anggota badan mereka.” Nabi berkata, “Maka hamba itu berkata (kepada anggota badannya), ‘Celaka dan hancurlah kamu semua. Aku ini berjuang untuk membela kamu’.”(Riwayat Muslim dan Ibnu Ḥibbān)

Allah menerangkan bahwa Dialah Yang menciptakan manusia pada kali yang pertama, dari tidak ada kepada ada, dan Dia pula yang menjadikan untuk mereka dalil-dalil yang nyata. Jika Allah sanggup menciptakan manusia pada kali yang pertama, tentu Dia sanggup pula mengulangi penciptaan itu pada kali yang kedua, dengan membangkitkan manusia sesudah matinya, kemudian Dia membalas semua perbuatan manusia dengan adil.

Isi Kandungan Kosakata

1. Anṭaqanā اَنْطَقَنَا (Fuṣṣilat/41: 21)

Anṭaqa berasal dari an-nuṭq yang artinya bersuara. Sedangkan anṭaqa artinya membuat sesuatu berbicara. Kata an-nuṭq hanya digunakan untuk manusia, tetapi dalam ayat ini digambarkan kulit dapat menyampaikan kesaksian yang bisa berarti makna kecaman. Kulit disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai saksi selain tangan dan kaki karena kulit mewakili seluruh jasmani manusia. Sehingga jika manusia dimasukkan ke dalam api neraka, kulitlah yang tersiksa karena kulit memiliki indra perasa. Dalam Surah al-Mā'idah/5 ayat 56 disebutkan bagaimana Allah memperbaharui kulit orang-orang yang durhaka ketika kulit mereka sudah habis terbakar agar si pemilik kulit terus merasakan pedihnya siksaan.

2. Ardākum اَرْدَاكُمْ (Fuṣṣilat/41: 23)

Asal katanya adalah arrada yang artinya kebinasaan. Yang dimaksud dengan kata ardākum dalam ayat di atas adalah mengakibatkan mereka berada dalam keadaan atau kondisi yang sangat buruk, tidak berdaya seperti orang yang sudah mati.

3. Al-Mu‘tabīn الْمُعْتَبِيْن َ (Fuṣṣilat/41: 24)

Al-Mu‘tabīn berasal dari kata al-‘itb yang bermakna kecaman, ungkapan ketidaksenangan, keluhan atas kesalahan orang lain, dan lain-lain. Dari kata ini, lahir kata ‘ātaba yang menggambarkan upaya seseorang menyampaikan kesalahan temannya, namun ia menunjukkan kesediaan untuk memaafkan-nya. Al-Mu‘tabīn berarti orang-orang yang tidak diterima Allah keluhan-keluhannya atau kecaman-kecamannya agar mereka dimaafkan Allah. Ayat ini menginformasikan bahwa orang-orang yang durhaka tersebut tidak bisa diterima keluhan-keluhannya dengan tujuan untuk dimaafkan kesalahan-kesalahannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto