Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 20 - Surat Fuṣṣilat (Dijelaskan)
فصّلت
Ayat 20 / 54 •  Surat 41 / 114 •  Halaman 478 •  Quarter Hizb 48.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

حَتّٰىٓ اِذَا مَا جَاۤءُوْهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَاَبْصَارُهُمْ وَجُلُوْدُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Ḥattā iżā mā jā'ūhā syahida ‘alaihim sam‘uhum wa abṣāruhum wa julūduhum bimā kānū ya‘malūn(a).

Ketika mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan.

Makna Surat Fussilat Ayat 20
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sehingga apabila mereka, para musuh Allah itu, sampai ke depan pintu neraka, lalu diajukanlah kepada mereka pertanyaan tentang dosa-dosa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia. Akan tetapi, mereka mengingkarinya dan tidak mengakui perbuatan dosa itu. Maka, Allah mengambil anggota badan mereka, seperti pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Tatkala mereka sampai di pinggir neraka, mereka ditanya tentang perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia. Sebagai saksi atas perbuatan yang telah mereka lakukan itu ialah seluruh anggota badan mereka yang langsung melakukan perbuatan-perbuatan dosa itu, seperti telinga, mata, dan anggota-anggota tubuh mereka. Tiap-tiap makhluk ditanya sesuai dengan keadaan dan sifatnya. Apa yang ditanya dan bagaimana jawaban makhluk-makhluk itu, termasuk ilmu yang gaib, hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Mungkin ada soal yang berhubungan dengan niat dan isi hatinya, atau mengenai perbuatan-perbuatannya. Jika pertanyaan itu tentang ketaatan beribadah, sopan-santun, hubungan silaturrahim, amal saleh, dan yang serupa dengan itu dihadapkan kepada orang yang suka mengerjakan perbuatan itu selama hidup di dunia, tentu orang-orang itu akan menjawabnya dengan gembira kepada Allah. Jika budi pekerti yang buruk, memutuskan hubungan silaturrahim, perbuatan jahat, dan perbuatan lain yang serupa dengan itu, dihadapkan kepada orang yang mengerjakannya, tentulah mereka menjawab dengan gemetar dan penuh ketakutan. Allah Maha Mengetahui tentang itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Anṭaqanā اَنْطَقَنَا (Fuṣṣilat/41: 21)

Anṭaqa berasal dari an-nuṭq yang artinya bersuara. Sedangkan anṭaqa artinya membuat sesuatu berbicara. Kata an-nuṭq hanya digunakan untuk manusia, tetapi dalam ayat ini digambarkan kulit dapat menyampaikan kesaksian yang bisa berarti makna kecaman. Kulit disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai saksi selain tangan dan kaki karena kulit mewakili seluruh jasmani manusia. Sehingga jika manusia dimasukkan ke dalam api neraka, kulitlah yang tersiksa karena kulit memiliki indra perasa. Dalam Surah al-Mā'idah/5 ayat 56 disebutkan bagaimana Allah memperbaharui kulit orang-orang yang durhaka ketika kulit mereka sudah habis terbakar agar si pemilik kulit terus merasakan pedihnya siksaan.

2. Ardākum اَرْدَاكُمْ (Fuṣṣilat/41: 23)

Asal katanya adalah arrada yang artinya kebinasaan. Yang dimaksud dengan kata ardākum dalam ayat di atas adalah mengakibatkan mereka berada dalam keadaan atau kondisi yang sangat buruk, tidak berdaya seperti orang yang sudah mati.

3. Al-Mu‘tabīn الْمُعْتَبِيْن َ (Fuṣṣilat/41: 24)

Al-Mu‘tabīn berasal dari kata al-‘itb yang bermakna kecaman, ungkapan ketidaksenangan, keluhan atas kesalahan orang lain, dan lain-lain. Dari kata ini, lahir kata ‘ātaba yang menggambarkan upaya seseorang menyampaikan kesalahan temannya, namun ia menunjukkan kesediaan untuk memaafkan-nya. Al-Mu‘tabīn berarti orang-orang yang tidak diterima Allah keluhan-keluhannya atau kecaman-kecamannya agar mereka dimaafkan Allah. Ayat ini menginformasikan bahwa orang-orang yang durhaka tersebut tidak bisa diterima keluhan-keluhannya dengan tujuan untuk dimaafkan kesalahan-kesalahannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto