Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 19 - Surat Fuṣṣilat (Dijelaskan)
فصّلت
Ayat 19 / 54 •  Surat 41 / 114 •  Halaman 478 •  Quarter Hizb 48.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَيَوْمَ يُحْشَرُ اَعْدَاۤءُ اللّٰهِ اِلَى النَّارِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ

Wa yauma yuḥsyaru a‘dā'ullāhi ilan-nāri fahum yūza‘ūn(a).

(Ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke neraka, lalu mereka dipisah-pisahkan.

Makna Surat Fussilat Ayat 19
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ayat-ayat sebelum ini berbicara tentang azab dan siksaan yang ditimpakan kepada kaum pendurhaka ketika mereka masih di dunia, dan mengisyaratkan bahwa siksaan di akhirat jauh lebih dahsyat dan menghinakan. Ayat-ayat berikut menjelaskan bagaimana penggambaran azab akhirat tersebut. Dan ingatkanlah kaum kafir Mekah itu, wahai Nabi Muhammad, bahwa pada hari Kiamat ketika mereka musuh-musuh Allah itu, seperti kaum ‘Ad dan Samud, digiring dengan kasar dan tanpa belas kasihan oleh para malaikat ke dalam neraka lalu mereka dipisah-pisahkan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan perintah Allah kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang yang ingkar itu keadaan mereka pada hari Kiamat nanti. Pada hari itu, semua musuh-musuh Allah dan orang-orang yang ingkar kepada-Nya akan dikumpulkan dalam neraka. Mereka dihalau ke dalamnya seperti orang menggiring dan menghalau binatang ternak. Tidak ada satu pun yang luput dan tertinggal di antara mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Anṭaqanā اَنْطَقَنَا (Fuṣṣilat/41: 21)

Anṭaqa berasal dari an-nuṭq yang artinya bersuara. Sedangkan anṭaqa artinya membuat sesuatu berbicara. Kata an-nuṭq hanya digunakan untuk manusia, tetapi dalam ayat ini digambarkan kulit dapat menyampaikan kesaksian yang bisa berarti makna kecaman. Kulit disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai saksi selain tangan dan kaki karena kulit mewakili seluruh jasmani manusia. Sehingga jika manusia dimasukkan ke dalam api neraka, kulitlah yang tersiksa karena kulit memiliki indra perasa. Dalam Surah al-Mā'idah/5 ayat 56 disebutkan bagaimana Allah memperbaharui kulit orang-orang yang durhaka ketika kulit mereka sudah habis terbakar agar si pemilik kulit terus merasakan pedihnya siksaan.

2. Ardākum اَرْدَاكُمْ (Fuṣṣilat/41: 23)

Asal katanya adalah arrada yang artinya kebinasaan. Yang dimaksud dengan kata ardākum dalam ayat di atas adalah mengakibatkan mereka berada dalam keadaan atau kondisi yang sangat buruk, tidak berdaya seperti orang yang sudah mati.

3. Al-Mu‘tabīn الْمُعْتَبِيْن َ (Fuṣṣilat/41: 24)

Al-Mu‘tabīn berasal dari kata al-‘itb yang bermakna kecaman, ungkapan ketidaksenangan, keluhan atas kesalahan orang lain, dan lain-lain. Dari kata ini, lahir kata ‘ātaba yang menggambarkan upaya seseorang menyampaikan kesalahan temannya, namun ia menunjukkan kesediaan untuk memaafkan-nya. Al-Mu‘tabīn berarti orang-orang yang tidak diterima Allah keluhan-keluhannya atau kecaman-kecamannya agar mereka dimaafkan Allah. Ayat ini menginformasikan bahwa orang-orang yang durhaka tersebut tidak bisa diterima keluhan-keluhannya dengan tujuan untuk dimaafkan kesalahan-kesalahannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto