Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 15 - Surat Fuṣṣilat (Dijelaskan)
فصّلت
Ayat 15 / 54 •  Surat 41 / 114 •  Halaman 478 •  Quarter Hizb 48.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

فَاَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوْا فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوْا مَنْ اَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۗ اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَهُمْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۗ وَكَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ

Fa ammā ‘ādun fastakbarū fil-arḍi bigairil-ḥaqqi wa qālū man asyaddu minnā quwwah(tan), awalam yarau annallāhal-lażī khalaqahum huwa asyaddu minhum quwwah(tan), wa kānū bi'āyātinā yajḥadūn(a).

Adapun (kaum) ‘Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Mereka berkata, “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami?” Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka itu lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka? Mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami.

Makna Surat Fussilat Ayat 15
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ayat berikut memerinci apa yang dialami oleh kaum ‘Ad dan apa pula yang dialami oleh kaum Samud. Maka adapun kaum ‘Ad, mereka sangat menyombongkan diri di bumi tanpa mengindahkan kebenaran yang diserukan oleh Nabi Hud, rasul yang dibangkitkan di kalangan mereka, dan bahkan dengan congkak mereka berkata, “Siapakah, yakni tidak ada siapa pun, yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” Sungguh sangat congkak dan sombong sikap kaum ‘Ad itu. Tidakkah mereka memperhatikan dan menyadari bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka adalah Zat Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa? Dia adalah Zat yang lebih hebat kekuatan-Nya dari kekuatan yang mereka punya. Dan dalam sikap kesombongan dan kecongkakan seperti itu, mereka juga telah mengingkari tanda-tanda kebesaran Kami.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan keadaan kaum ‘Ad yang telah ditimpa azab Allah dan sikapnya terhadap seruan rasul yang diutus kepadanya. Diterangkan bahwa kaum ‘Ad itu menyombongkan diri, merasa diri mereka tidak ada yang menandingi, dan semua tunduk kepadanya. Oleh karena itu, mereka durhaka kepada Tuhan yang telah menciptakan dan memberikan karunia kepada mereka, dan tidak menerima seruan rasul Allah yang diutus kepada mereka. Mereka menantang siapa yang sanggup menandingi mereka.

Allah mengancam dan memperingatkan mereka dengan mengatakan apakah mereka telah memikirkan betul-betul yang mereka ucapkan, dan apakah mereka tidak mengetahui siapa yang mereka tentang itu? Yang mereka tentang itu adalah Allah Yang Mahakuasa, yang menciptakan segala sesuatu termasuk diri mereka sendiri, Yang Mahaperkasa, yang lebih kuat dari mereka. Jika Allah menghendaki, maka Dia dapat menimpakan bencana apa pun terhadap mereka dan sedikit pun mereka tidak akan dapat menghindarkan diri dari bencana itu.

Mereka sebenarnya telah mengetahui dan meyakini bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Kami, yang disampaikan oleh para rasul yang diutus kepada mereka. Akan tetapi, mereka mengingkarinya dan mendurhakai para rasul itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ṣā‘iqah صَاعِقَةً (Fuṣṣilat/41: 13)

Ṣā‘iqah berarti suara hempasan benda keras. Biasanya terjadi pada benda-benda langit. Menurut Ragib al-Aṣfahānī, Al-Qur’an menggunakan kata ṣā‘iqah dalam tiga makna, yaitu kematian, siksa, dan api yang menyambar dari langit. Dalam ayat ini, kata ṣā‘iqah bisa berarti ketiga makna tersebut karena petir berarti suara yang sangat keras mengandung api yang bisa menjadi siksaan dan menyebabkan kematian.

2. Naḥisāt نَحِسَاتٍ (Fuṣṣilat/41: 16)

Naḥisāt adalah bentuk jamak dari naḥs yang berarti sial atau lawan dari kata beruntung. Kata ini pada mulanya digunakan untuk menggambarkan ufuk yang memerah sehingga tampak bagaikan kobaran api tanpa asap. Dari makna ini, lahir makna lain yaitu tidak bahagia atau sial. Pada ayat ini dinyatakan bahwa hari-hari dijatuhkannya siksaan bagi orang-orang musyrik dan kafir merupakan hari-hari yang penuh kesialan bagi mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto