Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 16 - Surat Fuṣṣilat (Dijelaskan)
فصّلت
Ayat 16 / 54 •  Surat 41 / 114 •  Halaman 478 •  Quarter Hizb 48.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْٓ اَيَّامٍ نَّحِسَاتٍ لِّنُذِيْقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَخْزٰى وَهُمْ لَا يُنْصَرُوْنَ

Fa arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī ayyāmin naḥisātil linużīqahum-‘ażābal khizyi fil-ḥayātid-dun-yā, wa la‘ażābul-ākhirati akhzā wa hum lā yunṣarūn(a).

Maka, Kami mengembuskan angin yang sangat dingin dan bergemuruh kepada mereka selama beberapa hari yang nahas karena Kami ingin agar mereka merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sungguh, azab akhirat lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan.

Makna Surat Fussilat Ayat 16
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sebagai ganjaran bagi kecongkakan dan kesombongan mereka itu, maka Kami tiupkan kepada mereka angin yang sangat bergemuruh dan di-ngin hingga terasa menusuk tulang yang berlangsung dalam beberapa hari, yakni selama tujuh malam dan delapan hari yang mereka anggap sebagai hari yang nahas. Itu semua Kami timpakan kepada para pendurhaka itu karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dibandingkan siksaan di dunia, dan mereka tidak diberi pertolongan sedikit pun.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan bentuk azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad. Dia menghembuskan angin kencang yang sangat dingin diiringi dengan suara gemuruh yang memusnahkan mereka. Angin kencang yang sangat dingin itu terus-menerus melanda mereka dalam tujuh malam dan delapan hari, yang merupakan hari yang sial bagi mereka, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

وَاَمَّا عَادٌ فَاُهْلِكُوْا بِرِيْحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍۙ ٦ سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَّثَمٰنِيَةَ اَيَّامٍۙ حُسُوْمًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيْهَا صَرْعٰىۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍۚ ٧ (الحاۤقّة)

Sedangka n kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). (al-Ḥāqqah/69: 6-7)

Diterangkan pada ayat ini bahwa tujuan Allah menimpakan azab yang dahsyat itu kepada kaum ‘Ad agar mereka merasakan akibat dari menyombongkan diri dan takabur terhadap Allah dan para rasul yang diutus kepada mereka, yaitu kehinaan, kerendahan, dan malapetaka yang menimpa mereka dalam kehidupan duniawi. Sedang azab akhirat lebih dahsyat dan sangat menghinakan mereka. Mereka tidak akan memperoleh seorang penolong pun yang dapat membebaskan dari azab itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ṣā‘iqah صَاعِقَةً (Fuṣṣilat/41: 13)

Ṣā‘iqah berarti suara hempasan benda keras. Biasanya terjadi pada benda-benda langit. Menurut Ragib al-Aṣfahānī, Al-Qur’an menggunakan kata ṣā‘iqah dalam tiga makna, yaitu kematian, siksa, dan api yang menyambar dari langit. Dalam ayat ini, kata ṣā‘iqah bisa berarti ketiga makna tersebut karena petir berarti suara yang sangat keras mengandung api yang bisa menjadi siksaan dan menyebabkan kematian.

2. Naḥisāt نَحِسَاتٍ (Fuṣṣilat/41: 16)

Naḥisāt adalah bentuk jamak dari naḥs yang berarti sial atau lawan dari kata beruntung. Kata ini pada mulanya digunakan untuk menggambarkan ufuk yang memerah sehingga tampak bagaikan kobaran api tanpa asap. Dari makna ini, lahir makna lain yaitu tidak bahagia atau sial. Pada ayat ini dinyatakan bahwa hari-hari dijatuhkannya siksaan bagi orang-orang musyrik dan kafir merupakan hari-hari yang penuh kesialan bagi mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto