Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 51 - Surat Gāfir (Maha Pengampun)
غافر
Ayat 51 / 85 •  Surat 40 / 114 •  Halaman 473 •  Quarter Hizb 48 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

اِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُوْمُ الْاَشْهَادُۙ

Innā lananṣuru rusulanā wal-lażīna āmanū fil-ḥayātid-dun-yā wa yauma yaqūmul-asyhād(u).

Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari dihadirkannya para saksi (hari Kiamat),

Makna Surat Gafir Ayat 51
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sebagai pamungkas dari dialog yang terjadi di neraka tersebut, Allah kemudian mengingatkan semua, apakah itu orang-orang kafir ataupun orang-orang mukmin, dengan berfirman, “Sesungguhnya Kami akan senantiasa menolong rasul-rasul yang telah Kami utus dan juga orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan juga menolong mereka pada hari tampilnya para saksi yakni hari Kiamat.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman berupa pertolongan dan kemenangan dalam menghadapi musuh-musuh mereka. Allah mengatakan bahwa Dia pasti menjadikan para rasul-Nya orang-orang yang menang atas musuh-musuh mereka dan akan menolong serta membahagiakan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Cara dan bentuk pertolongan Allah itu bermacam-macam, adakalanya dengan meninggikan kedudukan dan kekuasaan mereka atas musuh-musuh mereka, seperti yang diberikan kepada Daud dan Sulaiman, adakalanya dengan memberikan kemenangan kepada mereka atas musuh-musuh mereka, seperti yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. Adakalanya juga dengan menimpakan kepada mereka kesengsaraan dan malapetaka, seperti yang dialami oleh Fir‘aun dan kaumnya, dan adakalanya dengan menghancurkan orang-orang kafir dan menyelamatkan para rasul dan orang-orang yang beriman besertanya, seperti yang dialami Nabi Saleh, Hud, Syuaib, dan Nuh beserta kaumnya.

Demikian pula Allah memberikan pertolongan kepada para rasul dan orang-orang yang beriman pada hari Kiamat yaitu pada hari berdirinya saksi-saksi yang terdiri dari para malaikat, para nabi, dan orang-orang yang beriman. Pada hari itu, mereka menjadi saksi atas segala perbuatan orang-orang kafir dan atas pengetahuan para rasul kepada mereka, tetapi mereka mendustakannya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yaqūmu al-Asyhād يَقُوْمُ الأَشْهَاد (Gāfir/40: 51)

Kalimat yaqūmu al-asyhād terdiri dari dua kata yaitu yaqūmu dan al-asyhād. Yaqūmu adalah bentuk fi’il muḍāri berasal dari kata yang terdiri dari huruf qaf, wau, dan mim. Arti dari kata ini berkisar pada sekelompok manusia. Dari sini kemudian, lahir kata qaum (kaum). Kata ini juga bermakna berdiri tegak lurus. Selain itu, kesinambungan dan terus-menerus menjadi sifat dari kata ini. Oleh karena itu, kata aqīmū diartikan dengan terlaksananya sesuatu secara sempurna dan berkesinambungan.

Sedangkan kata al-asyhād adalah bentuk jamak dari kata syahīd yang terambil dari kata syahida yang artinya menyaksikan sesuatu yang nyata. Menyaksikan yang batin (gaib) disebut dengan al-khabīr dan yang mutlak disebut dengan al-‘alīm. Makna dasarnya berkisar pada arti kehadiran, pengetahuan, informasi, dan kesaksian. Seseorang yang gugur di medan peperangan untuk menegakkan kalimat Allah disebut dengan syahīd karena para malaikat menghadiri kematiannya. Kata syahīd bisa berarti objek juga sebagai subjek, sehingga syahīd dapat berarti yang disaksikan atau yang menyaksikan. Dalam Al-Qur’an, kata ini terulang sebanyak tiga puluh lima kali. Selain menunjuk kepada sifat Allah, juga kepada para nabi, malaikat, dan umat Nabi Muhammad yang gugur di jalan Allah.

Dalam kalimat ini ada beberapa hal yang mesti dipenuhi yaitu adanya bukti baik secara lisan maupun tulisan, pengakuan, atau kesaksian. Surat-surat yang berharga disebut syahādah. Syahadat juga diartikan dengan sumpah, syarat untuk masuk Islam harus mengucapkan kalimat syahadat. Hari kiamat disebut juga dengan hari berdirinya para saksi karena pada saat itu semua orang akan menjadi saksi baik bagi dirinya atau orang lain terhadap amal atau perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia.

Dalam ayat ini, Allah akan memberikan pertolongan dan kemenangan kepada para rasul yang telah diutus-Nya dan umat-umat yang beriman kepada-Nya pada hari Kiamat nanti. Para saksi yang dimaksud di sini adalah para nabi, malaikat-malaikat pencatat amal, kaum mukminin, dan lain-lain yang kesemuanya akan tampil di hari Kiamat sebagai saksi-saksi yang mendukung dan memberatkan siapa yang disaksikannya. Pada hari itu, mereka akan menjadi saksi atas segala perbuatan orang-orang kafir dan atas pengetahuan para rasul kepada mereka, tetapi mereka mendustakannya.

2. Ma‘żiratuhum مَعْذِرَتُهُمْ (Gāfir/40: 52)

Kalimat ma‘żiratuhum diambil dari kata a‘żara-ya‘żuru-‘użr an yang berarti dalil atau hujjah yang dijadikan sebagai alasan atau dalih. Kalimat ini digunakan untuk suatu ungkapan yang bisa menghapus dosa. Ada tiga macam ‘użur yaitu: pertama, dengan mengatakan aku tidak melakukannya; kedua, aku melakukannya demi sesuatu yang bisa membebaskannya dari perasaan dosa; ketiga, aku yang melakukannya dan aku tidak akan mengulanginya lagi. Bentuk yang terakhir inilah yang disebut dengan tobat. Setiap tobat adalah ‘użur, tetapi tidak setiap ‘użur adalah tobat. Kalimat a‘żartuhu artinya aku menerima permintaan maafnya. Al-mu‘żir adalah sebutan untuk seseorang yang suka memaafkan kesalahan orang lain (at-Taubah/9: 90). Sebagian ulama mengatakan istilah ‘użur berasal dari kata a‘żirah yang berarti sesuatu yang najis. Oleh karena itu, kulup kemaluan anak laki-laki yang kecil disebut juga dengan ‘użrah. ‘Ażartu aṣ-ṣabiy artinya “aku telah membersihkan dan menghilangkan kotoran yang ada pada kulupnya”. Hal ini mengindikasikan adanya kotoran dalam kalimat ‘użur, oleh karena itu perlu dibersihkan dengan permintaan maaf. ‘Ażrah diartikan juga dengan keperawanan atau kegadisan seorang wanita.

Seperti dibahas pada ayat sebelumnya, bahwa semuanya akan dikumpulkan pada hari berdirinya saksi-saksi. Pada hari ini, tidak akan ada manfaatnya lagi permintaan maaf dan alasan-alasan yang dikemukakan karena semua yang mereka katakan adalah dusta belaka. Semuanya sudah diputuskan bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan rahmat Allah dan sebaliknya mereka yang kafir dan berbuat kejahatan dan kejelekan akan mendapatkan azab dan siksa Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto