Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 13 - Surat Gāfir (Maha Pengampun)
غافر
Ayat 13 / 85 •  Surat 40 / 114 •  Halaman 468 •  Quarter Hizb 47.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ وَيُنَزِّلُ لَكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ رِزْقًا ۗوَمَا يَتَذَكَّرُ اِلَّا مَنْ يُّنِيْبُ

Huwal-lażī yurīkum āyātihī wa yunazzilu lakum minas-samā'i rizqā(n), wa mā yatażakkaru illā may yunīb(u).

Dialah yang memperlihatkan tanda-tanda (kekuasaan)-Nya kepadamu dan menurunkan rezeki dari langit untukmu. Yang mendapat pelajaran tidak lain, kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).

Makna Surat Gafir Ayat 13
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada ayat-ayat yang lalu digambarkan bagaimana orang-orang kafir menyesal dan memohon untuk dikembalikan ke kehidupan dunia agar dapat memperbaiki diri. Untuk itu, guna menghindari timbulnya penyesalan yang sama, ayat-ayat berikut memperingatkan umat manusia agar peduli terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah. Dialah Allah Tuhan Yang Maha Esa, yang memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepadamu, dan menurunkan rezeki yang berlimpah dari langit untukmu. Dan sungguh tidak lain, yang mendapat pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah itu hanyalah orang-orang yang kembali kepada-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti adanya angin, awan, guruh, kilat, petir, matahari, bulan, bintang, dan lain sebagainya. Dia pula yang menurunkan hujan dari langit, maka tumbuhlah pepohonan yang menghasilkan buah-buahan yang beraneka ragam macam warna, rasa, bentuk, dan kejadiannya. Semua itu menunjukkan kekuasaan Allah. Hanya orang yang kembali kepada Allah dan taat kepada-Nya yang dapat mengambil iktibar dari tanda-tanda tersebut di atas, dan memahami bahwa semua itu adalah tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Maqt Allāh مَقْتُ الله (Gāfir/40: 10)

Kata yang terambil dari maqata-yamqutu-maqtan. Akar katanya (mim-qaf-ta’) yang berarti jelek, buruk. Pada zaman Jahiliah menikahi istri bapak disebut dengan “nikah maqt”, karena hal ini sangat dibenci dan dimurkai Allah. Al-Asfahanī mengartikan al-maqt dengan kebencian yang sangat terhadap orang yang melakukan sesuatu keburukan.

2. Yaum al-Talāq يَوْمَ التَّلَاق (Gāfir/40: 15)

Yaum berarti hari. Talāq bentuk maṣdar dari talāqā-yatalāqi-talāqiya n, mengikuti wazan tafā‘ala. Yang mempunyai arti adanya dua orang yang bekerja sama dalam satu hal. Jika kemasukan lam ta‘rif dikatakan at-talāqi. Kemudian ya’ nya dibuang, jadinya at-talāq. Kata ini berakar pada (lam-qaf-huruf illat ya’) yang berarti bertemu. Sehingga makna at-talāq adalah saling bertemu. Maksudnya adalah hari Kiamat. Al-Qur’an tidak menyebutkan pertemuan antara siapa dan siapa. Oleh sebab itu, para mufasir mempunyai lahan untuk menyatakan pendapatnya. Menurut mereka, sebagaimana kata al-Khazin, pertemuan itu antara penghuni langit dan bumi, atau antara Allah dan makhluk-Nya, atau yang menyembah dan yang disembah, atau seseorang dengan amalnya, atau yang menzalimi dan yang dizalimi, dan semua makna tersebut memungkinkan.

3. Bārizūn بَارِزُوْنَ (Gāfir/40: 16)

Bentuk isim fa‘il yang fi‘il maḍinya baraza. Akar katanya (ba’-ra’-za’) yang artinya keluar, mencuat, tampak dan lain sebagainya. Kata al-barāz artinya tanah lapang karena orang yang ada di sini akan tampak. Tabarraza artinya buang air besar di tanah lapang. Pada ayat ini digambarkan bahwa manusia pada hari Kiamat akan keluar dari kuburnya masing-masing dalam keadaan terbuka jelas bagi siapapun, tidak tertutupi oleh suatu apa pun.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto