Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 14 - Surat Gāfir (Maha Pengampun)
غافر
Ayat 14 / 85 •  Surat 40 / 114 •  Halaman 468 •  Quarter Hizb 47.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

Fad‘ullāha mukhliṣīna lahud-dīna wa lau karihal-kāfirūn(a).

Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(-nya).

Makna Surat Gafir Ayat 14
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka oleh sebab itu, sembahlah Allah, dan dengan tulus ikhlas-lah beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai sikap keberagamaan kalian itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada akhir ayat di atas dinyatakan bahwa orang yang menyadari kekuasaan dan keesaan Allah hanyalah orang-orang yang kembali kepada-Nya. Sepatutnya kita menyembah dan memohon kepada-Nya dengan ikhlas, memurnikan ibadah kepada-Nya, tidak mempersekutukannya dengan yang lain, sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan al-Bukhārī dan Muslim dari ‘Abdullāh bin Zubair:

أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُوْلُ عَقِبَ الصَّلَوَات الْمَكْتُوْبَة : لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ، وَلَهُ الْفَضْلُ، وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ . (رواه البخاري و مسلم عن عبد الله بن الزبير)

Bahwa Rasulullah setelah selesai salat fardu membaca Lā ilāha illallāh…dan seterusnya (artinya) Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi Allah seluruh kekuasaan, bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya semua kenikmatan, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada Tuhan selain Allah, dengan mengikhlaskan diri dalam berbakti kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. (Riwayat al-Bukhārī and Muslim dari ‘Abdullāh bin Zubair)

Isi Kandungan Kosakata

1. Maqt Allāh مَقْتُ الله (Gāfir/40: 10)

Kata yang terambil dari maqata-yamqutu-maqtan. Akar katanya (mim-qaf-ta’) yang berarti jelek, buruk. Pada zaman Jahiliah menikahi istri bapak disebut dengan “nikah maqt”, karena hal ini sangat dibenci dan dimurkai Allah. Al-Asfahanī mengartikan al-maqt dengan kebencian yang sangat terhadap orang yang melakukan sesuatu keburukan.

2. Yaum al-Talāq يَوْمَ التَّلَاق (Gāfir/40: 15)

Yaum berarti hari. Talāq bentuk maṣdar dari talāqā-yatalāqi-talāqiya n, mengikuti wazan tafā‘ala. Yang mempunyai arti adanya dua orang yang bekerja sama dalam satu hal. Jika kemasukan lam ta‘rif dikatakan at-talāqi. Kemudian ya’ nya dibuang, jadinya at-talāq. Kata ini berakar pada (lam-qaf-huruf illat ya’) yang berarti bertemu. Sehingga makna at-talāq adalah saling bertemu. Maksudnya adalah hari Kiamat. Al-Qur’an tidak menyebutkan pertemuan antara siapa dan siapa. Oleh sebab itu, para mufasir mempunyai lahan untuk menyatakan pendapatnya. Menurut mereka, sebagaimana kata al-Khazin, pertemuan itu antara penghuni langit dan bumi, atau antara Allah dan makhluk-Nya, atau yang menyembah dan yang disembah, atau seseorang dengan amalnya, atau yang menzalimi dan yang dizalimi, dan semua makna tersebut memungkinkan.

3. Bārizūn بَارِزُوْنَ (Gāfir/40: 16)

Bentuk isim fa‘il yang fi‘il maḍinya baraza. Akar katanya (ba’-ra’-za’) yang artinya keluar, mencuat, tampak dan lain sebagainya. Kata al-barāz artinya tanah lapang karena orang yang ada di sini akan tampak. Tabarraza artinya buang air besar di tanah lapang. Pada ayat ini digambarkan bahwa manusia pada hari Kiamat akan keluar dari kuburnya masing-masing dalam keadaan terbuka jelas bagi siapapun, tidak tertutupi oleh suatu apa pun.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto