اِنَّ السَّاعَةَ لَاٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَا ۖوَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Innas-sā‘ata la'ātiyatul lā raiba fīhā, wa lākinna akṡaran-nāsi lā yu'minūn(a).
Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang. Tidak ada keraguan tentangnya, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
Setelah menegaskan bahwa menciptakan langit dan bumi merupakan pekerjaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan membangkitkan manusia dari kubur, maka sekarang Allah mempertegas keniscayaan akan datangnya Kiamat. Sesungguhnya hari Kiamat yang dijanjikan itu pasti akan datang, tidak ada keraguan tentang kedatangan-nya sedikit pun. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak beriman walaupun sudah terlalu banyak bukti yang diperlihatkan untuk itu.
Setelah Allah menerangkan bukti-bukti adanya hari Kiamat dan hari kebangkitan, maka Dia menegaskan bahwa hari Kiamat itu pasti datang. Pada waktu itu, seluruh manusia dihidupkan kembali, setiap mereka diperhitungkan amalnya dengan penuh keadilan di hadapan mahkamah Allah. Tidak seorang pun yang dapat mengelakkan diri dari pengadilan Tuhan itu.
Sekalipun hari Kiamat itu pasti datang, dan telah ditegaskan bahwa orang-orang kafir akan masuk neraka dan orang-orang yang beriman akan masuk surga, namun sedikit sekali manusia yang mau percaya dan beriman, bahkan mereka mendustakannya.
Al-Musī’u الْمُسِيْئُ (Gāfir/40: 58)
Kata al-musī’u merupakan isim fā‘il dari kata asā’a-yusī’u yang artinya orang yang berbuat kejelekan atau kejahatan. Sedangkan kata sā’a-yasū’u-sū’an berarti sesuatu yang membuat manusia celaka, sedih, atau menjengkelkan, baik urusan dunia maupun akhirat. Kata ini juga berarti melakukan sesuatu yang dibenci. As-Sū’u adalah perbuatan jelek atau mungkar. Dari sini, kata ini berkisar pada makna kalimat atau perbuatan yang menunjukkan kepada keburukan, kejelekan, kejahatan, kehancuran, dan kerusakan. As-sau’ah artinya perempuan yang buruk rupa, berarti juga aurat atau kemaluan.
Ungkapan ayat ini menjelaskan bahwa tidak akan sama kedudukan dan derajat orang-orang yang beriman yang mau mencari kebenaran dan beramal saleh dengan orang-orang kafir yang senantiasa melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang dibenci oleh Allah.
















































