Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 20 - Surat Gāfir (Maha Pengampun)
غافر
Ayat 20 / 85 •  Surat 40 / 114 •  Halaman 469 •  Quarter Hizb 47.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَاللّٰهُ يَقْضِيْ بِالْحَقِّ ۗوَالَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَقْضُوْنَ بِشَيْءٍ ۗاِنَّ اللّٰهَ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ࣖ

Wallāhu yaqḍī bil-ḥaqq(i), wal-lażīna yad‘ūna min dūnihī lā yaqḍūna bisyai'(in), innallāha huwas-samī‘ul-baṣīr(u).

Allah memutuskan dengan hak (benar dan adil), sedangkan mereka yang disembah selain-Nya tidak mampu memutuskan dengan suatu apa pun. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Makna Surat Gafir Ayat 20
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan karena Allah itu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, Dia Mahasanggup memutuskan perkara dengan kebenaran. Sedang mereka dan apa yang disembah oleh mereka selain-Nya, tidak akan mampu memutuskan dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah, hanya Dialah Tuhan Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia akan menghukum dengan adil orang-orang yang khianat dan curang penglihatan matanya, dan yang menyembunyikan dalam hatinya niat-niat dan keinginan yang jahat. Allah memberi balasan surga kepada orang-orang yang memejamkan matanya untuk menghindari melihat yang diharamkan, dan balasan siksa yang pedih bagi orang-orang yang mengulang-ulang penglihatannya dan menetapkan dalam hatinya akan mengerjakan sesuatu yang dilarang agama. Tak seorang pun yang dirugikan. Akibat perbuatan seseorang itu akan kembali kepada dirinya masing-masing, tak akan dianiaya sedikit pun sebagaimana firman Allah:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖ ۙوَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا ۗوَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ ۔ ٤٦ (فصّلت)

Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. (Fuṣṣilat/41: 46)

Adapun berhala-berhala dan sembahan-sembahan lain yang disembah oleh kaum musyrikin, tidak berdaya dan tidak dapat menghukum dengan sesuatu apa pun, karena mereka itu tidak tahu apa-apa dan tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun. Pada akhir ayat ini, ditegaskan bahwa Allah itu Maha Mendengar segala ucapan, baik yang nyata maupun secara berbisik-bisik bahkan bisikan hati pun, Ia mendengarnya. Allah Maha Melihat semua yang diperbuat seseorang baik di tempat yang terang maupun di tempat yang gelap.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yaum al-Āzifah يَوْمَ اْلآزِفَة (Gāfir/40: 18)

Yaum artinya hari, al-āzifah artinya dekat. Akar katanya (hamzah-zai-fa') yang berarti dekat. Jika dikatakan azifarrahīl artinya keberangkatan telah dekat. Maksud dengan yaumul āzifah adalah hari Kiamat karena Nabi Muhammad adalah nabi yang paling akhir diutus oleh Allah sampai datangnya hari Kiamat. Segala sesuatu yang akan datang walaupun masih jauh dikatakan dekat karena pasti datang.

2. Khā’inah al-A‘yun خَائِنَةَ اْلأَعْيُن (Gāfir/40: 19)

Khā’inah merupakan isim fa‘il dari kata kerja khāna-yakhūnu. Akar katanya adalah (kha’-waw-nun jadi al-khaun) dari sini muncul kata khiyanah. Khiyanah lawan bagi amanah. Khiyanah adalah melawan sesuatu yang hak dengan melanggar janji secara sembunyi (mukhālafatul haqq binaqḍil ‘ahdi fissirri). Sedangkan kata al-a‘yun adalah bentuk jamak dari ‘ain yang berarti mata. Jika dua ungkapan ini digabungkan (khā'inatal a‘yun) maka artinya adalah pandangan mata yang khiyanah. Artinya melihat secara sembunyi-sembunyi seperti melirik secara cepat agar tidak diketahui orang lain terhadap sesuatu yang tidak diperbolehkan. Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa lirikan atau pandangan yang begitu cepat diketahui oleh Allah. Begitu juga apa yang masih terpendam dalam hati.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto