ذٰلِكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَمْرَحُوْنَ
Żālikum bimā kuntum tafraḥūna fil-arḍi bigairil-ḥaqqi wa bimā kuntum tamraḥūn(a).
Yang demikian itu karena kamu bersuka ria di bumi tanpa (alasan) yang benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).
Masih dalam kaitan kesesatan para pendebat ayat-ayat Allah itu, Al-Qur’an menjelaskan bahwa hal itu disebabkan karena mereka terlena dalam kesukariaan di bumi. “Kesesatan yang demikian itu disebabkan karena kamu dalam kehidupan dunia bersukaria di bumi dengan cara berlebih-lebihan tanpa mengindahkan kebenaran yang sesungguhnya, dan juga karena kamu selalu bersukaria dalam kemaksiatan.”
Ayat ini menerangkan sebab-sebab Allah menimpakan azab yang pedih kepada orang-orang kafir. Di antaranya adalah karena mereka merasa gembira dan bahagia tanpa merasa berdosa selama hidup di dunia mengerjakan perbuatan-perbuatan syirik, seperti menyembah lebih dari satu tuhan, menyembah tuhan yang lain di samping menyembah Allah, atau mengakui bahwa ada makhluk-makhluk selain Allah mempunyai kekuatan gaib yang menyamai kekuatan-Nya. Di samping itu, mereka juga melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, serta berlaku congkak, sombong, dan zalim terhadap manusia.
1. Yusḥabūna يُسْحَبُوْنَ (Gāfir/40: 71)
Kata yusḥabān adalah fi‘il muḍāri‘ majhūl, dari saḥaba–yasḥabu–saḥ ban, yang artinya “mereka diseret.” Hal ini menggambarkan keadaan siksa yang menyedihkan di alam akhirat, yang akan dialami oleh mereka yang mendustakan Al-Qur’an dan mendustakan apa-apa yang dibawa para utusan Allah sebelum Nabi Muhammad. Pada saat belenggu dan rantai yang penuh dengan api neraka telah terikat pada leher mereka, mereka diseret dengan sadis dan dilemparkan ke dalam neraka. Wallāhu a‘lam bi al-ṣawāb.
2. Yusjarūna يُسْجَرُوْنَ (Gāfir/40: 72)
Kata yusjarūna adalah fi‘il muḍāri‘majhūl yaitu kata kerja untuk waktu sekarang dan yang akan datang dalam bentuk pasif. Artinya mereka akan dibakar. Berasal dari fi‘il sajara-yasjuru-sajran (ﺴﺠﺮﺍ ﻳﺴﺠﺮ ﺴﺠﺮ) artinya menyalakan, membakar, atau menuangkan. Pada ayat 71-72 Surah Gāfir ini Allah berfirman, “Yusḥabūna fi al-ḥamīm ṡumma fi an-nāri yusjarūn,”. Artinya: mereka akan diseret ke dalam air yang sangat panas kemudian dibakar dalam api neraka. Ini merupakan bagian dari azab bagi orang-orang yang menentang ayat-ayat Allah dan rasul-Nya, karena mereka lebih percaya dan asyik dengan berhala-berhala mereka ketika hidup di dunia. Sebetulnya orang-orang kafir Mekah mengetahui adanya Allah yang mencipta alam dan manusia ini, tetapi mereka sulit membayangkan Allah yang sangat tinggi, lalu mereka menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Maka mereka menjadi musyrik yang menyekutukan Allah. Azab dan hukuman Allah sangat keras terhadap orang-orang yang menyekutukan-Nya.



































