اُدْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚفَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ
Udkhlulū abwāba jahannama khālidīna fīhā, fabi'sa maṡwal-mutakabūbirīn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Masuklah ke pintu-pintu (neraka) Jahanam dan kamu kekal di dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.”
Oleh sebab itu, dikatakan kepada mereka, “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam sebagai tempat tinggalmu, dan kamu kekal di dalamnya selama-lamanya. Maka itulah seburuk-buruk dan sejahat-jahat tempat bagi orang-orang yang sombong yang mendustakan ayat-ayat Allah.”
Lalu orang-orang kafir itu diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka melalui pintu-pintunya, sesuai dengan keadaan perbuatan jahat yang telah mereka lakukan. Mereka juga diperintahkan untuk tetap berada di dalam neraka Jahanam karena itulah tempat yang layak bagi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan menyombongkan diri kepada-Nya.
1. Yusḥabūna يُسْحَبُوْنَ (Gāfir/40: 71)
Kata yusḥabān adalah fi‘il muḍāri‘ majhūl, dari saḥaba–yasḥabu–saḥ ban, yang artinya “mereka diseret.” Hal ini menggambarkan keadaan siksa yang menyedihkan di alam akhirat, yang akan dialami oleh mereka yang mendustakan Al-Qur’an dan mendustakan apa-apa yang dibawa para utusan Allah sebelum Nabi Muhammad. Pada saat belenggu dan rantai yang penuh dengan api neraka telah terikat pada leher mereka, mereka diseret dengan sadis dan dilemparkan ke dalam neraka. Wallāhu a‘lam bi al-ṣawāb.
2. Yusjarūna يُسْجَرُوْنَ (Gāfir/40: 72)
Kata yusjarūna adalah fi‘il muḍāri‘majhūl yaitu kata kerja untuk waktu sekarang dan yang akan datang dalam bentuk pasif. Artinya mereka akan dibakar. Berasal dari fi‘il sajara-yasjuru-sajran (ﺴﺠﺮﺍ ﻳﺴﺠﺮ ﺴﺠﺮ) artinya menyalakan, membakar, atau menuangkan. Pada ayat 71-72 Surah Gāfir ini Allah berfirman, “Yusḥabūna fi al-ḥamīm ṡumma fi an-nāri yusjarūn,”. Artinya: mereka akan diseret ke dalam air yang sangat panas kemudian dibakar dalam api neraka. Ini merupakan bagian dari azab bagi orang-orang yang menentang ayat-ayat Allah dan rasul-Nya, karena mereka lebih percaya dan asyik dengan berhala-berhala mereka ketika hidup di dunia. Sebetulnya orang-orang kafir Mekah mengetahui adanya Allah yang mencipta alam dan manusia ini, tetapi mereka sulit membayangkan Allah yang sangat tinggi, lalu mereka menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Maka mereka menjadi musyrik yang menyekutukan Allah. Azab dan hukuman Allah sangat keras terhadap orang-orang yang menyekutukan-Nya.














































