Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 2 - Surat Gāfir (Maha Pengampun)
غافر
Ayat 2 / 85 •  Surat 40 / 114 •  Halaman 467 •  Quarter Hizb 47.5 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۙ

Tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-‘alīm(i).

Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Makna Surat Gafir Ayat 2
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Di ayat-ayat terakhir Surah az-Zumar, Al-Qur’an menggambarkan bagaimana perlakuan yang ditetapkan oleh Allah terhadap orang-orang kafir dan orang-orang mukmin. Salah satu penyebab dari terjadinya dua bentuk perlakukan tersebut adalah sikap mereka terhadap Al-Qur’an. Oleh sebab itu, ayat-ayat berikut di awal surah ini menegaskan kembali kebenaran Al-Qur’an itu. Kitab ini yakni Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, benar-benar dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Kitab Suci Al-Qur’an yang merupakan kitab suci bagi Nabi Muhammad dan umatnya wajib diamalkan isi dan petunjuknya. Ia merupakan kitab suci terakhir yang membenarkan kitab-kitab suci yang sebelumnya, dan benar-benar diturunkan dari Allah, Tuhan sekalian alam, Tuhan Yang Mahaperkasa, tak ada satu makhluk pun yang dapat mengalahkan-Nya, Tuhan Yang Maha Mengetahui, tiada sesuatu yang tersembunyi bagi Allah bagaimanapun kecil dan halusnya. Firman Allah:

تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ ٢

Kitab ini diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (al-Aḥqāf/46: 2)

Kitab Suci Al-Qur’an tidak mungkin dibuat oleh selain Allah dan tidak mungkin juga dibuat oleh Muhammad saw sebagaimana yang dituduhkan oleh musuh-musuh Islam. Hal ini telah ditegaskan Allah di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya:

وَمَا كَانَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ اَنْ يُّفْتَرٰى مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ

Dan tidak mungkin Al-Qur’an ini dibuat-buat oleh selain Allah. (Yūnus/10: 37)

Dan firman-Nya:

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۗ

Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? (Yūnus/10: 38)

Bahkan, Kitab Suci Al-Qur’an itu diturunkan dengan latar belakang yang beraneka ragam, berisi petunjuk bagi manusia untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang. Firman Allah:

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ەۙ بِاِذْنِ رَبِّهِمْ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ

(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji. (Ibrāhīm/14: 1)

Isi Kandungan Kosakata

1. Gāfir غَافِر (Gāfir/40: 3)

Kata gāfir adalah isim fā‘il (active participle/kata pelaku) dari kata gafara-yagfiru-gafran. Kata gafara memiliki akar makna menutupi. Kalimat gafara al-matā‘ berarti memasukkan barang ke dalam wadah. Kalimat gafara Allahu żunūbahu berarti Allah menutupi (mengampuni) dosa-dosanya. Kalimat gafara al-amr berarti memperbaiki urusan. Kata ini diambil dari Asmā'ul Ḥusnā, yaitu Gāfir, al-Gafūr, atau al-Gaffār. Makna Yang Mengampuni inilah yang dimaksud dari lafal Gāfir pada ayat ini.

2. Żī aṭ-Ṭaul ذِى الطَّوْل (Gāfir/40: 3)

Kata żī dalam kaidah bahasa Arab merupakan salah satu dari al-asmā’ al-khamsah (kata benda lima), yaitu abu (ayah), akhū (saudara), ḥamū (paman), fū (mulut), dan żū.. (empunya..). Pengelompokan ini didasarkan pada hukum i‘rāb yang khusus (bukan di sini tempatnya untuk menjelaskan). Kata ṭaul adalah kata jadian (maṣdar) dari ṭāla-yaṭūlu-ṭaulan yang memiliki akar makna panjang. Rajulun ṭawīlun berarti pria yang tinggi posturnya. Dari kata ini diambil kata ṭaul, ṭā’il, dan ṭā’ilah yang memiliki arti karunia, qudrah, kekayaan, kelapangan, dan ketinggian. Makna yang terakhir inilah yang dimaksud dari kata ṭaul di sini. Demikianlah makna yang ditulis oleh aṭ-Ṭabarī, yaitu Allah adalah Pemiliki fadilah dan nikmat yang terbentang bagi hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Makna ini sejalan dengan riwayat dari Ibnu ‘Abbās yang mengatakan, Yang memiliki kekayaan dan keluasan rezeki.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto