Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 73 - Surat Gāfir (Maha Pengampun)
غافر
Ayat 73 / 85 •  Surat 40 / 114 •  Halaman 475 •  Quarter Hizb 48.25 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

ثُمَّ قِيْلَ لَهُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُوْنَۙ

Ṡumma qīla lahum aina mā kuntum tusyrikūn(a).

Lalu, dikatakan kepada mereka, “Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan

Makna Surat Gafir Ayat 73
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kemudian dalam keadaan direbus dan dibakar di dalam api neraka, dikatakan kepada mereka, “Manakah berhala-berhala yang banyak itu yang selalu kamu persekutukan dengan Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kepada orang-orang kafir yang sedang ditimpa azab yang sangat pedih itu diajukan pertanyaan-pertanyaan yang bernada mengejek untuk menambah berat penderitaan yang sedang mereka alami. Pertanyaan-pertanyaan itu ialah manakah berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah dahulu. Berhala-berhala yang menurut mereka sanggup melepaskan dan menyelamatkan mereka dari azab dan bencana hari itu.

Mereka menjawab bahwa berhala-berhala itu telah menghilang dari mereka, telah mengikuti jalan yang lain, dan membiarkan mereka ditimpa bencana dan kesengsaraan pada hari itu. Mereka mengakui bahwa sebenarnya selama hidup di dunia mereka telah mengikuti agama dan kepercayaan yang salah dan menyembah sesuatu yang tidak layak disembah.

Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa sebagaimana Allah telah membiar-kan sesat orang-orang musyrik, sehingga tidak ada satu perbuatan pun yang diterima dari mereka sebagai amal saleh, maka demikian pula sikap Allah terhadap semua pekerjaan yang telah dilakukan orang-orang kafir. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari amal-amal mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yusḥabūna يُسْحَبُوْنَ (Gāfir/40: 71)

Kata yusḥabān adalah fi‘il muḍāri‘ majhūl, dari saḥaba–yasḥabu–saḥ ban, yang artinya “mereka diseret.” Hal ini menggambarkan keadaan siksa yang menyedihkan di alam akhirat, yang akan dialami oleh mereka yang mendustakan Al-Qur’an dan mendustakan apa-apa yang dibawa para utusan Allah sebelum Nabi Muhammad. Pada saat belenggu dan rantai yang penuh dengan api neraka telah terikat pada leher mereka, mereka diseret dengan sadis dan dilemparkan ke dalam neraka. Wallāhu a‘lam bi al-ṣawāb.

2. Yusjarūna يُسْجَرُوْنَ (Gāfir/40: 72)

Kata yusjarūna adalah fi‘il muḍāri‘majhūl yaitu kata kerja untuk waktu sekarang dan yang akan datang dalam bentuk pasif. Artinya mereka akan dibakar. Berasal dari fi‘il sajara-yasjuru-sajran (ﺴﺠﺮﺍ ﻳﺴﺠﺮ ﺴﺠﺮ) artinya menyalakan, membakar, atau menuangkan. Pada ayat 71-72 Surah Gāfir ini Allah berfirman, “Yusḥabūna fi al-ḥamīm ṡumma fi an-nāri yusjarūn,”. Artinya: mereka akan diseret ke dalam air yang sangat panas kemudian dibakar dalam api neraka. Ini merupakan bagian dari azab bagi orang-orang yang menentang ayat-ayat Allah dan rasul-Nya, karena mereka lebih percaya dan asyik dengan berhala-berhala mereka ketika hidup di dunia. Sebetulnya orang-orang kafir Mekah mengetahui adanya Allah yang mencipta alam dan manusia ini, tetapi mereka sulit membayangkan Allah yang sangat tinggi, lalu mereka menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Maka mereka menjadi musyrik yang menyekutukan Allah. Azab dan hukuman Allah sangat keras terhadap orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto