فِى الْحَمِيْمِ ەۙ ثُمَّ فِى النَّارِ يُسْجَرُوْنَۚ
Fil-ḥamīm(i), ṡumma fin-nāri yusjarūn(a).
ke dalam air yang sangat panas. Mereka kemudian dibakar ke dalam api.
Mereka diseret dengan sangat kuat ke dalam air yang sangat panas dan mendidih, kemudian mereka dibakar di dalam api neraka.
Akibat keingkaran mereka, orang-orang kafir akan merasakan siksa di akhirat, ketika belenggu dan rantai-rantai dikalungkan ke leher mereka, kemudian mereka ditarik dengan paksa dan dibakar di dalam neraka.
Ayat ini sama isinya dan maksudnya dengan firman Allah:
ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ ٦٨ (الصّٰۤفّٰت)
Kemu dian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim. (aṣ-Ṣāffāt/37: 68)
Dan firman Allah
خُذُوْهُ فَاعْتِلُوْهُ اِلٰى سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِۙ ٤٧ ثُمَّ صُبُّوْا فَوْقَ رَأْسِهٖ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيْمِۗ ٤٨ ذُقْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَرِيْمُ ٤٩ اِنَّ هٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهٖ تَمْتَرُوْنَ ٥٠ (الدخان)
Peganglah dia kemudian seretlah dia sampai ke tengah-tengah neraka, kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia. Sungguh, inilah azab yang dahulu kamu ragukan. (ad-Dukhān/44: 47-50)
1. Yusḥabūna يُسْحَبُوْنَ (Gāfir/40: 71)
Kata yusḥabān adalah fi‘il muḍāri‘ majhūl, dari saḥaba–yasḥabu–saḥ ban, yang artinya “mereka diseret.” Hal ini menggambarkan keadaan siksa yang menyedihkan di alam akhirat, yang akan dialami oleh mereka yang mendustakan Al-Qur’an dan mendustakan apa-apa yang dibawa para utusan Allah sebelum Nabi Muhammad. Pada saat belenggu dan rantai yang penuh dengan api neraka telah terikat pada leher mereka, mereka diseret dengan sadis dan dilemparkan ke dalam neraka. Wallāhu a‘lam bi al-ṣawāb.
2. Yusjarūna يُسْجَرُوْنَ (Gāfir/40: 72)
Kata yusjarūna adalah fi‘il muḍāri‘majhūl yaitu kata kerja untuk waktu sekarang dan yang akan datang dalam bentuk pasif. Artinya mereka akan dibakar. Berasal dari fi‘il sajara-yasjuru-sajran (ﺴﺠﺮﺍ ﻳﺴﺠﺮ ﺴﺠﺮ) artinya menyalakan, membakar, atau menuangkan. Pada ayat 71-72 Surah Gāfir ini Allah berfirman, “Yusḥabūna fi al-ḥamīm ṡumma fi an-nāri yusjarūn,”. Artinya: mereka akan diseret ke dalam air yang sangat panas kemudian dibakar dalam api neraka. Ini merupakan bagian dari azab bagi orang-orang yang menentang ayat-ayat Allah dan rasul-Nya, karena mereka lebih percaya dan asyik dengan berhala-berhala mereka ketika hidup di dunia. Sebetulnya orang-orang kafir Mekah mengetahui adanya Allah yang mencipta alam dan manusia ini, tetapi mereka sulit membayangkan Allah yang sangat tinggi, lalu mereka menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Maka mereka menjadi musyrik yang menyekutukan Allah. Azab dan hukuman Allah sangat keras terhadap orang-orang yang menyekutukan-Nya.













































