
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Setengah tahun ini kita bertahan
Belajar bermaafan tanpa pertemuan
Setengah tahun ini memanggil Tuhan
Saat bisnis jeblok hilang penghasilan
Lirik ini menggambarkan bagaimana kita harus bertahan dan saling memaafkan meskipun tanpa ... tampilkan semua
Siapa sekarang yang tak tahu Wuhan?
Siapa yang suka colongan berdekat-dekatan?
Siapa yang mencibir video "Imagine"?
Yang dengar rock metal dan masih gak maafin
Lirik ini mengomentari dampak fenomenal kota Wuhan sebagai awal dari pandemi, dan menyindi... tampilkan semua
Sebagian kita dirundung murka
Panas melihat Istana yang tidak transparan
Sebagian kita dirundung murka
Karena Omnibus, McD Sarinah, Staf Khusus
Lagu ini menyuarakan kemarahan sebagian masyarakat terhadap istana kepresidenan yang diang... tampilkan semua
Dan semua hati diwabah duka
Bunga untuk para korban dan yang garda depan
Dan semua hati dirundung duka
Bung Glenn dan cinta dalamnya yang semua rasa
Lirik ini menyampaikan perasaan duka dan hormat bagi para korban pandemi serta penghargaan... tampilkan semua
Siapa yang sangka, siapa yang sangka
Enam bulan sekarang terasa selamanya
Siapa yang sangka, siapa yang sangka
Kita ada di sini, oh absurd rasanya
Absurd rasanya
Lirik ini menggambarkan perasaan bahwa setengah tahun terakhir terasa seperti waktu yang s... tampilkan semua
Setengah tahun ini kuminta izin
Kurangi buka ponsel, bahaya batin
Bersalah besar ke keluarga besar
Harus ikut stres karena ku mulut besar
Lirik ini menggambarkan introspeksi pribadi sang penulis, meminta izin kepada diri sendiri... tampilkan semua
Banyak omong tapi dari keluarga menengah
Banyak gonggong tapi anjing datang ku jengah
Banyak berkah, banyak celah hidup mudah
Banyak tulah lahap menjilat ludah
Lirik ini mengkritik individu yang banyak berbicara tetapi dari latar belakang kelas menen... tampilkan semua
I′m on the run again, no one will find me
Put down the razor now, do you want to end me?
Kembali ke tanah, tumbuh cemara lagi
Seenaknya beban 'tuk yang ditinggal mati
Lagu ini menceritakan perjuangan pribadi seseorang yang berusaha menghindari tindakan meny... tampilkan semua
Beban ′tuk yang ditinggal mati
Kita bersama kali ini
Lewati setengah tahun lagi
Jangan kau pamit lebih pagi
Lirik ini menyalurkan perasaan berat bagi mereka yang ditinggalkan oleh orang tercinta, na... tampilkan semua
Aku hanya butuh ketenangan
Semua yang sirna kan nanti terganti
Ku masih ingin melihatmu esok hari
Menarilah dengan
Bayangan sendiri
Lirik ini menggambarkan kebutuhan seseorang untuk menemukan kedamaian batin meskipun menga... tampilkan semua
Lagu "Setengah Tahun Ini" karya Hindia hadir sebagai sebuah refleksi yang mendalam tentang perjalanan hidup di tengah ketidakpastian dan duka. Melalui lirik yang puitis, Hindia menggambarkan bagaimana setengah tahun yang penuh tantangan dapat mengubah cara pandang dan perasaan seseorang. Lagu ini bukan hanya sekadar untaian kata, tetapi juga menggambarkan kenyataan sosial yang dihadapi banyak orang selama masa sulit, terutama di tengah pandemi dan berbagai masalah sosial lainnya.
Penggambaran Ketidakpastian
Diawali dengan pengakuan tentang ketahanan selama setengah tahun, lirik lagu ini menunjukkan bagaimana orang-orang belajar untuk bermaaf tanpa bisa bertemu langsung. Kesedihan dan ketidakpastian dipaparkan secara jelas, terutama bagi mereka yang mengalami kebangkrutan bisnis dan kehilangan penghasilan. Frasa "Saat bisnis jeblok hilang penghasilan" merangkum realitas pahit yang dialami banyak orang selama masa tersebut.
Reaksi Terhadap Situasi Global
Lirik selanjutnya mengajak pendengar untuk merenung dan mempertanyakan kesadaran kolektif masyarakat. Ketidakpuasan terhadap situasi saat ini terlihat dari pertanyaan retoris yang menggugah, "Siapa sekarang yang tak tahu Wuhan?" Menggambarkan betapa pandemi telah menjadi bagian dari kesadaran global, lirik ini juga mengkritik sikap apatis terhadap berbagai masalah sosial, seperti dalam penggambaran "Omnibus, McD Sarinah, Staf Khusus".
Simbol Duka dan Kenangan
Penulis lagu ini dengan elegan menyelipkan ungkapan empati terhadap para korban dan garda depan di tengah krisis. Frasa "Bunga untuk para korban dan yang garda depan" menunjukkan rasa hormat dan penghargaan yang mendalam terhadap mereka yang berjuang dalam keadaan sulit. Kehilangan dan cinta digambarkan dengan menyentuh melalui lirik "Bung Glenn dan cinta dalamnya yang semua rasa", yang seakan mengingatkan kita pada nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas.
Refleksi Pribadi dan Ketenangan
Hindia juga mengisahkan perjalanan pribadinya dengan jujur. Terdapat pengakuan tentang beban psikologis yang dirasakan, beserta dampaknya terhadap hubungan dengan keluarga. "Kurangi buka ponsel, bahaya batin" mencerminkan kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental di saat dunia terasa penuh tekanan.
- Banyak omong tetapi dari keluarga menengah
- Banyak berkah, banyak celah hidup mudah
- Banyak tulah lahap menjilat ludah
Di sini, kita diajak untuk merenungkan ketidakkonsistenan dalam kehidupan: meski ada berkah, ada pula tantangan yang sering kali kita abaikan. Lirik ini seolah mengingatkan untuk tidak terlena dengan kenyamanan yang ada.
Harapan di Tengah Duka
Puncak dari lagu ini adalah harapan akan ketenangan dan kebersamaan. Dalam bait terakhir, Hindia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi masa sukar ini. "Aku hanya butuh ketenangan, Semua yang sirna kan nanti terganti" menunjukkan optimisme untuk menyongsong masa depan dengan harapan.
Secara keseluruhan, "Setengah Tahun Ini" adalah sebuah karya yang tidak hanya menyentuh tema-tema kekinian namun juga membawa pendengar untuk merenungkan kembali nilai-nilai kehidupan dan pentingnya kehadiran orang-orang tersayang di samping kita. Melalui lirik yang puitis dan menyentuh, Hindia berhasil merangkum rasa duka dan harapan dengan cara yang sangat manusiawi.









































