اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَخْبَتُوْٓا اِلٰى رَبِّهِمْۙ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Innal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa akhbatū ilā rabbihim, ulā'ika aṣḥābul-jannati hum fīhā khālidūn(a).
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itulah para penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan membuktikan kebenaran dan ketulusan iman mereka dengan mengerjakan kebajikan dengan tulus ikhlas, dan merendahkan diri menghadapkan wajahnya kepada Tuhan Pemelihara alam semesta. Mereka itu adalah penghuni surga yang tidak pernah keluar darinya, karena mereka kekal berada di dalamnya.
Berlainan sekali dengan nasib orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Mereka selalu berserah diri kepada Allah dengan patuh dan taat kepada-Nya dan kepada rasul-Nya, mengerjakan berbagai kebajikan di dunia, melaksanakan ketaatan pada Allah dengan tulus ikhlas dan meninggalkan segala yang mungkar. Mereka itu adalah penghuni-penghuni surga yang tidak akan keluar lagi darinya, dan mereka tidak akan mati, bahkan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
La’nah لَعْنَة (Hūd/11: 18)
Terambil dari kata la’n yang berarti “terusir dan tersisihkan karena dimurkai” Allah. Laknat di dunia dalam bentuk tidak memperoleh kasih Allah dan di akhirat dalam bentuk hukuman di neraka, misalnya, la’nah Allah ‘alaẓ-ẓālimīn (laknat Allah atas orang yang zalim) (Hūd/11: 18). Bila ucapan laknat itu dari manusia, artinya adalah doa. Misalnya, wa yal’anuhum al-lā’inūn (para pelaknat melaknati mereka) (al-Baqarah/2: 159), yaitu mendoakan mereka agar mendapat kutukan dari Allah. Mereka adalah orang-orang di antara Ahl al-Kitab yang menyembunyikan kebenaran firman Allah yang ada pada mereka.





































