لَاجَرَمَ اَنَّهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ هُمُ الْاَخْسَرُوْنَ
Lā jarama annahum fil-ākhirati humul-akhsarūn(a).
Tidak diragukan bahwa sesungguhnya mereka (kelak) di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
Orang-orang tersebut, pasti mereka itu menjadi orang yang paling rugi, sengsara, dan tersiksa di akhirat, karena mereka menduga apa yang telah mereka lakukan dapat mengantar pada kebahagiaan, padahal ternyata sebaliknya. (Lihat: Surah al-Kahf /18: 103-104).
Orang-orang yang disebutkan ciri-cirinya dalam ayat sebelumnya, menjadi orang-orang yang paling rugi di akhirat, karena telah menukar kenikmatan surga dengan api neraka yang sangat panas, menukar minuman yang lezat dengan minuman yang membakar, dan meninggalkan hidup senang dan bahagia dengan hidup menderita dalam neraka, yang penuh dengan azab yang tidak ada putus-putusnya.
La’nah لَعْنَة (Hūd/11: 18)
Terambil dari kata la’n yang berarti “terusir dan tersisihkan karena dimurkai” Allah. Laknat di dunia dalam bentuk tidak memperoleh kasih Allah dan di akhirat dalam bentuk hukuman di neraka, misalnya, la’nah Allah ‘alaẓ-ẓālimīn (laknat Allah atas orang yang zalim) (Hūd/11: 18). Bila ucapan laknat itu dari manusia, artinya adalah doa. Misalnya, wa yal’anuhum al-lā’inūn (para pelaknat melaknati mereka) (al-Baqarah/2: 159), yaitu mendoakan mereka agar mendapat kutukan dari Allah. Mereka adalah orang-orang di antara Ahl al-Kitab yang menyembunyikan kebenaran firman Allah yang ada pada mereka.








































