اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ ۚوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Ilallāhi marji‘ukum, wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr(un).
Kepada Allahlah kembalimu. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Karena hanya kepada Allah-lah kamu kembali pada Hari Kiamat nanti. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa semua umat manusia, baik mereka yang beriman ataupun mereka yang kafir, yang bertobat ataupun yang ingkar dan maksiat, akan kembali kepada Allah sesudah akhir hayat mereka, tak seorangpun yang tertinggal. Di hadapan Allah itulah masing-masing manusia akan dihisab dan memperoleh balasan dengan seadil-adilnya. Mahasuci Allah, Mahakuasa atas segala sesuatu, Dia berikan kebaikan kepada orang yang mencintai-Nya dan Dia berikan keburukan kepada orang yang menutupi keberadaannya.
Fuṣṣilat فُصِّلَتْ (Hūd/11: 1)
Fuṣṣilat berarti dirinci, terambil dari kata dasar faṣl yaitu mengontraskan satu pihak dari pihak lainnya sehingga antara keduanya terdapat satu pemisah. Kata kerjanya adalah faṣṣala-yufaṣṣilu, dan dari ini muncul berbagai arti seperti “merinci”, “memisah-misahkan” atau “memotong (kain untuk baju)”.
Yang dimaksud dengan “dirinci” dalam Hūd/11: 1 adalah bahwa Al-Qur’an itu diturunkan sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan. Dalam Al-Qur’an terdapat kata yaum al-faṣl (ad-Dukhān/44: 40), yaitu hari dimana yang hak dan yang batil dan manusia yang baik dan yang jahat dipisah-pisahkan. Juga ada kata fiṣāl (Luqmān/31: 14) yang berarti “menyapih” yaitu memisahkan anak dari masa penyusuannya.












































