Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 72 - Surat Hūd (Hud)
هود
Ayat 72 / 123 •  Surat 11 / 114 •  Halaman 230 •  Quarter Hizb 23.75 •  Juz 12 •  Manzil 3 • Makkiyah

قَالَتْ يٰوَيْلَتٰىٓ ءَاَلِدُ وَاَنَا۠ عَجُوْزٌ وَّهٰذَا بَعْلِيْ شَيْخًا ۗاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيْبٌ

Qālat yā wailatā a'alidu wa ana ‘ajūzuw wa hāżā ba‘lī syaikhā(n), inna hāżā lasyai'un ‘ajīb(un).

Dia (istrinya) berkata, “Sungguh mengherankan! Mungkinkah aku akan melahirkan (anak) padahal aku sudah tua dan suamiku ini sudah renta? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang ajaib.”

Makna Surat Hud Ayat 72
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mendengar kabar gembira tentang lahirnya seorang putra bernama Ishak dalam kondisi mereka sudah lanjut usia, dia istri Nabi Ibrahim -Sarah- berkata dengan nada keheranan sambil memukul wajah dengan jarinya seraya berkata, “Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan seorang anak padahal aku sudah tua, karena mustahil wanita seusiaku ini bisa hamil dan melahirkan seorang anak, dan lagi pula suamiku ini sudah sangat tua, untuk bisa memberikan keturunan? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib karena di luar kebiasaan yang ada (Lihat: Surah az-Zariyat/51: 29)."

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Alangkah terkejutnya Sarah ketika mendengar ucapan malaikat itu seakan-akan ia tidak percaya bahwa yang dihadapinya itu ialah malaikat-malaikat yang tidak pernah berbohong dan tidak akan berdusta selama-lamanya. Karena itu dengan spontan ia menjawab, “Sungguh mengherankan! Bagaimana aku akan melahirkan seorang anak, padahal aku ini sudah tua dan suamiku sudah tua renta pula!”

Diriwayatkan bahwa umur Nabi Ibrahim di waktu itu 100 tahun dan istrinya 90 tahun. Menurut kebiasaan seorang perempuan bila telah berumur 50 tahun tidak haid lagi dan karena itu ia tidak ada harapan lagi untuk beranak. Apalagi Sarah adalah seorang perempuan mandul pula seperti tersebut dalam firman Allah:

فَاَقْبَلَ تِ امْرَاَتُهٗ فِيْ صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوْزٌ عَقِيْمٌ ٢٩ (الذّٰريٰت)

Kemudi an istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk wajahnya sendiri seraya berkata, “(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.” (az-Zāriyāt/51: 29)

Nabi Ibrahim a.s. tidak kurang terkejutnya mendengar berita itu seperti tersebut dalam firman Allah:

قَالَ اَبَشَّرْتُمُو ْنِيْ عَلٰٓى اَنْ مَّسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُوْنَ ٥٤ (الحجر)

Dia (Ibrahim) berkata, “Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut?” (al-Ḥijr/15: 54)

Keduanya (Nabi Ibrahim a.s. dan istrinya Sarah) sama-sama ragu akan berita gembira itu, karena biasanya hal itu tidak mungkin terjadi.

Isi Kandungan Kosakata

Ba’lī بَعْـلِى (Hūd/11: 72)

Ba’l adalah sebutan untuk pasangan laki-laki yang sudah berkeluarga. Bentuk jamaknya adalah bu’ūlat. Ba’l pada mulanya bermakna sesuatu yang tinggi. Orang Arab menamakan sesembahannya dengan kata ba’al karena lebih tinggi dari mereka. Mereka juga menyebut dataran yang paling tinggi dengan ba’1. Kemudian lafaz ba’l ini dinisbahkan kepada seseorang yang menangani secara sempurna kebutuhan setiap orang yang menjadi tang-gungannya. Suami disebut dengan ba’l karena laki-laki (suami) lebih dominan dalam masalah keluarga dan suamilah yang menangani dan mengendalikan urusan istrinya, baik dalam hal mencari nafkah maupun yang lainnya. Ungkapan ini diucapkan oleh Sarah kepada suaminya Ibrahim a. s. atas keajaiban dan keragu-raguan atas kehamilan yang dialaminya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto