
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Panen tiba petani desa
Memetik harapan
Bocah bocah berlari lincah
Dipematang sawah
Makna lirik lagu ini menggambarkan momen kebahagiaan dan harapan yang dialami oleh petani ... tampilkan semua
Padi menguning lambai menjuntai
Ramai dituai
Riuh berlagu lesung bertalu
Irama merdu
Makna lirik lagu ini menggambarkan keindahan alam dan nuansa kehidupan di pedesaan, teruta... tampilkan semua
Senja datang mereka pulang
Membawa harapan
Pesta pora hama dilumbung
Nyanyikan tralala
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana kembalinya orang-orang ke tempat asal mereka, y... tampilkan semua
Balai reot bambu rapuh
Menyambut tubuh
Penat raga
Sarat peluh luruh
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana kehidupan yang sederhana namun penuh dengan kel... tampilkan semua
Mata belum sempat pejam
Terbayang cemas
Gaung hama
Semakin mengganas
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kecemasan dan ketidakpastian yang dialami seseo... tampilkan semua
Lagu "Potret Panen + Mimpi (Wereng)" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Iwan Fals merupakan sebuah karya yang mendalam, mencerminkan realitas kehidupan petani di desa. Melalui liriknya yang puitis, lagu ini menggambarkan berbagai aspek dari proses panen padi, harapan, serta tantangan yang dihadapi oleh para petani. Mari kita eksplorasi lebih dalam makna dan pesan yang terkandung dalam lagu ini.
Dari Panen Menuju Harapan
Di bagian awal lirik, “Panen tiba petani desa, memetik harapan” menjadi pembuka yang sangat kuat. Kata "panen" di sini menjadi simbol dari kerja keras dan ketekunan para petani. Proses ini tidak hanya sekadar mengumpulkan hasil, tetapi juga melambangkan harapan yang selama ini ditunggu-tunggu. Petani, sebagai tokoh utama dalam lagu ini, dihadapkan pada kondisi yang penuh harapan dan tantangan.
Keceriaan Anak-Anak
Saat menggambarkan “Bocah-bocah berlari lincah di pematang sawah,” Iwan Fals membawa kita dalam suasana gembira anak-anak yang berlari di tengah ladang. Kebahagiaan mereka mencerminkan keceriaan dan kesederhanaan kehidupan desa, di mana alam memberikan tempat untuk bermain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ini menandakan bahwa meskipun ada kesulitan, terdapat momen kebahagiaan yang bisa dinikmati.
Proses Menuai dan Kerja Keras
Lanjut ke bagian lirik “Padi menguning lambai menjuntai” dan “Riuh berlagu lesung bertalu”, menggambarkan keindahan padi yang siap untuk dipanen. Ini adalah gambaran tentang hasil jerih payah petani, namun tidak sekadar mengandung keindahan visual. Lebih dari itu, ada semangat kerja keras yang tercermin dalam bunyi lesung yang selalu bertalu, menandakan keberlangsungan tradisi dan usaha yang tak kenal lelah.
Kepulangan dan Harapan yang Membara
Saat “Senja datang mereka pulang, membawa harapan”, lirik ini memberikan gambaran akan ritual pulang yang penuh arti. Senja, sebagai simbol waktu yang tenang, membawa harapan baru bagi para petani meski mereka lelah dan penuh peluh. Namun, kepulangan mereka tidak hanya sekadar menjauh dari ladang, melainkan juga membawa harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Tantangan yang Menghantui
Di bagian akhir lirik, kesan cemas menghampiri saat “Mata belum sempat pejam, terbayang cemas, gaung hama semakin mengganas.” Lirik ini memperlihatkan realitas pahit yang dihadapi oleh petani. Walaupun panen telah dilaksanakan dengan penuh harapan, ancaman hama tetap mengintai, menunjukkan bahwa keberhasilan dalam pertanian tidak pernah lepas dari resiko dan ketidakpastian. Rasa cemas ini mencerminkan ketidakpastian yang dihadapi oleh petani, sekaligus menggambarkan kerentanan mereka terhadap faktor-faktor eksternal.
Kesimpulan
Lagu "Potret Panen + Mimpi (Wereng)" adalah sebuah karya yang merangkum perjalanan kehidupan petani dengan segala suka dan dukanya. Melalui lirik-liriknya, Iwan Fals tidak hanya menghadirkan gambaran indah tentang panen, tetapi juga menyoroti tantangan yang membayangi petani, menekankan pentingnya kerja keras, harapan, dan ketahanan. Lagu ini bisa menjadi cerminan bagi kita semua untuk menghargai perjuangan para petani yang menyediakan pangan bagi masyarakat.




























