
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Tas hitam dari kulit buaya
Selamat pagi
Berkata bapak Umar Bakri
Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana pagi yang penuh dengan kehangatan dan kebahagia... tampilkan semua
Tas hitam dari kulit buaya
Mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti
Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah situasi di mana seseorang, dengan bersemangat da... tampilkan semua
Laju sepeda kumbang di jalan berlubang
Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang
Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
Banyak polisi bawa senjata berwajah garang
Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi dan suasana sejarah yang kelam, khususnya pada ... tampilkan semua
Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan?
"Berkelahi pak!" jawab murid seperti jagoan
Bapak Oemar Bakrie takut bukan kepalang
Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut
Cepat pulang
Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi yang konyol dan humoris di lingkungan sekolah, ... tampilkan semua
Busyet
Standing dan terbang
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang merasa terjebak dan tertekan ... tampilkan semua
Oemar Bakrie Oemar Bakre
Pegawai negeri
Oemar Bakrie Oemar Bakrie
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Makna lirik lagu ini menggambarkan pengabdian seorang pegawai negeri, yang dalam hal ini d... tampilkan semua
Oemar Bakri Oemar Bakrie
Banyak ciptakan menteri
Oemar Bakrie
Makna lirik lagu ini menggambarkan sosok Oemar Bakri sebagai representasi figur yang memil... tampilkan semua
Profesor dokter insinyurpun jadi
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie
Seperti dikebiri
Makna lirik lagu ini mengkritik ketimpangan pengakuan dan penghargaan terhadap profesi gur... tampilkan semua
Yi-hi-hi
Wu -hu
Makna lirik lagu ini terletak pada ekspresi kegembiraan dan semangat yang diwakili oleh re... tampilkan semua
Laju sepeda kumbang di jalan berlubang
Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang
Makna lirik lagu ini mencerminkan kenangan akan masa lalu yang penuh dengan tantangan dan ... tampilkan semua
Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
Banyak polisi bawa senjata berwajah garang
Bapak Oemar Bakrie kaget apa gerangan?
"Berkelahi pak!" jawab murid seperti jagoan
Bapak Oemar Bakrie takut bukan kepalang
Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi tegang dan mengejutkan yang dialami Bapak Oemar... tampilkan semua
Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut Bakrie kentut
Cepat pulang
Oemar Bakrie Oemar Bakrie
Pegawai negeri
Oemar Bakrie Oemar Bakrie
Empat puluh tahun mengabdi
Makna lirik lagu ini menggambarkan humor dan kepolosan dalam menggambarkan kehidupan seora... tampilkan semua
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Oemar Bakri Umar Bakri
Banyak ciptakan menteri
Oemar Bakrie
Bikin otak orang seperti otak Habibie
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie
Seperti dikebiri
Ih yu-uu
Bakrie Bakrie
Kasihan amat loe jadi orang
Gawat!
Makna lirik lagu ini menggambarkan realitas kehidupan seorang guru yang berjuang untuk men... tampilkan semua
'Guru Oemar Bakri' adalah lagu karya Iwan Fals yang mengisahkan perjalanan hidup seorang guru, Bapak Oemar Bakri, yang penuh liku-liku dan tantangan. Lagu ini, selain enak didengar, juga menyimpan pesan sosial yang mendalam tentang kondisi pendidikan dan nasib para pendidik di Indonesia.
Dalam lirik yang dimulai dengan deskripsi tas hitam dari kulit buaya, kita diajak menyelami kehidupan sehari-hari Bapak Oemar Bakri. Menyapa murid-muridnya dengan penuh semangat dan keceriaan, dia mencerminkan dedikasi seorang pendidik yang mencintai tugasnya. Namun, di balik keceriaan tersebut terdapat ironi yang menyentuh.
Pendidikan dan Realitas Guru
Penggambaran sepeda kumbang yang melaju di jalan berlubang menunjukkan kesulitan yang dihadapi oleh Oemar Bakri, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental. Lirik yang menyebutkan waktu jaman Jepang merefleksikan bahwa masalah dalam dunia pendidikan bukan hanya permasalahan saat ini, melainkan telah berlangsung lama.
Di tengah perjalanan, Oemar Bakri merasa terkejut ketika melihat banyak polisi di pintu gerbang. Hal ini menggambarkan ketegangan yang mungkin dialami dalam suasana pendidikan yang terkadang dipenuhi dengan ketidakpastian dan kekhawatiran. Ketika muridnya ditanya, jawabannya menunjukkan bahwa ada masalah yang lebih besar yang harus dihadapi, seperti perkelahian antara siswa.
Pekerjaan yang Berat, Imbalan yang Minim
Salah satu bagian paling menyentuh dalam lagu ini adalah refleksi tentang imbalan kerja seorang guru. Dengan menggambarkan Oemar Bakri yang telah mengabdikan dirinya selama empat puluh tahun, Iwan Fals mengingatkan kita bahwa meskipun banyak menteri, profesor, dan insinyur yang lahir dari didikan guru, namun gaji mereka kerap kali tidak mencerminkan dedikasi dan pengorbanan.
- Empat puluh tahun mengabdi: Lama pengabdian ini menegaskan loyalitas dan ketekunan Oemar Bakri sebagai pendidik.
- Makan hati: Ungkapan ini menggambarkan rasa sakit dan kekecewaan dari guru yang tidak dihargai dengan baik.
- Seperti dikebiri: Istilah ini menunjukkan ketidakadilan dan perlakuan yang tidak pantas terhadap profesi guru.
Kritik Sosial yang Tajam
Lagu ini juga menyuarakan kritik terhadap sistem pendidikan dan perlakuan pemerintah terhadap para pendidik. Meski jauh dari kesempurnaan, Oemar Bakri merupakan simbol dari milion guru yang berjuang untuk pendidikan di Indonesia, namun tetap berlomba dengan ketidakadilan yang terjadi. Persoalan gaji yang rendah dan kurangnya penghormatan terhadap profesi guru menciptakan rasa kasihan yang mendalam, menunjukkan betapa tragisnya keadaan pendidikan di negara ini.
Kesimpulan
'Guru Oemar Bakri' oleh Iwan Fals tidak hanya sekadar cerita tentang seorang guru, tetapi lebih dari itu, merupakan cerminan realitas yang dihadapi oleh sistem pendidikan di Indonesia. Melalui lirik-lirik yang penuh makna, Iwan Fals menyoroti pentingnya penghargaan terhadap para pendidik dan mendorong kita untuk lebih peduli serta menghargai peran mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan cara yang khas, Iwan Fals mengajak pendengarnya untuk merenungkan nasib guru dan berjuang demi perubahan yang lebih baik.





























