Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 31 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 31 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 307 •  Quarter Hizb 31.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَّجَعَلَنِيْ مُبٰرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُۖ وَاَوْصٰنِيْ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا ۖ

Wa ja‘alanī mubārakan aina mā kunt(u), wa auṣānī biṣ-ṣalāti waz-zakāti mā dumtu ḥayyā(n).

Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada dan memerintahkan kepadaku (untuk melaksanakan) salat serta (menunaikan) zakat sepanjang hayatku,

Makna Surat Maryam Ayat 31
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan ketahuilah bahwa Dia juga menjadikan aku seorang yang diberkahi dengan berbagai rahmat di mana dan kapan saja aku berada, dan Dia juga memerintahkan kepadaku untuk menunaikan salat dan membayar zakat dari rezeki yang kudapatkan, selama aku hidup.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya Isa kecil mengatakan, Allah akan menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, karena aku memberi manfaat kepada manusia dan memberi petunjuk kepada mereka ke jalan kebahagiaan; Allah telah memerintahkan aku untuk mendirikan salat karena dalam mendirikan salat itu terkandung perbuatan membersihkan diri dari berbagai macam dosa lahir dan batin, Allah juga memerintahkan aku untuk menunaikan zakat selama aku hidup di dunia. Zakat bertujuan untuk membersihkan harta, jiwa dan memberi bantuan kepada fakir miskin.

Isi Kandungan Kosakata

1. Fariyyā فَرِيًّا (Maryam/19:27)

Fariyyā artinya yang amat mungkar. Kata ini terambil dari akar (ف- ر- حرف علة ي) artinya memotong sesuatu untuk memperbaikinya atau merusaknya, atau melubangi sesuatu. Ragib dalam “Mufradat-nya” menjelaskan bahwa kata al-faryu artinya memotong kulit untuk dijahit dan diperbaiki, Sedangkan iftira’ adalah digunakan untuk arti memperbaiki atau merusak. Arti yang kedua (merusak) lebih banyak digunakan dalam Al-Qur’an. Kebohongan, syirik, dan kezaliman masuk dalam katagori iftira’. Dari beberapa arti dasar ini lalu berkembang ke arti lain yang semisal. Sesuatu yang membikin seseorang terheran-heran dikatakan al-Fariyy, seakan-akan dia telah memotong sesuatu itu dengan potongan yang mengherankan. Pada ayat ini Siti Maryam dituduh melakukan perbuatan zina karena hal ini sesuatu yang amat besar dan mengherankan bagi orang sesuci Maryam. Tuduhan tersebut merusak citra diri Maryam.

2. Bagiyyā بَغِيًّا (Maryam/19: 28)

Artinya: seorang pezina. Akar kata dari kalimat ini seperti dikatakan Ibn Faris adalah (ب- غ- ي) mempunyai dua arti dasar. Pertama, mencari. Kedua, sebuah bentuk kerusakan. Sementara Ragib mengartikan kata bagy untuk mencari pelampauan hal-hal yang wajar dari semestinya, baik betul- betul telah dilampaui atau tidak. Hal tersebut baik terkait dengan hal yang bersifat kualitas sesuatu atau maupun kuantitasnya. Ungkapan, “Bagaitusy syai" artinya engkau mencari melebihi dari apa yang seharusnya. Kemudian menurut Ragib kata bagy bisa terpuji, bisa juga tercela. Terpuji jika beranjak dari keadilan menuju ihsan (berbuat baik) dan tercela jika beralih dari yang hak menuju kepada kebatilan. Kata bagiyy diartikan pezina karena konteks ayatnya mengarah kepada arti ini. Zina sendiri merupakan perbuatan yang melampaui batas dan sesuatu yang membuat kerusakan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto