Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 32 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 32 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 307 •  Quarter Hizb 31.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّارًا شَقِيًّا

Wa barram biwālidatī wa lam yaj‘alnī jabbāran syaqiyyā(n).

dan berbakti kepada ibuku serta Dia tidak menjadikanku orang yang sombong lagi celaka.

Makna Surat Maryam Ayat 32
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah juga memerintahkan aku untuk santun, taat, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia juga tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka, karena hal itu merupakan sifat dan sikap yang tercela.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Isa yang masih bayi menjelaskan lebih lanjut, bahwa Allah memerintahkan kepadanya supaya berbakti kepada ibunya, tunduk dan selalu berbuat kebaikan kepadanya. Ucapan ini menunjukkan pula kesucian Maryam, karena apabila tidak demikian maka Nabi Isa tidak akan diperintah untuk berbakti kepada ibunya. Keterangan selanjutnya Isa mengatakan, “Allah tidak menjadikan aku seorang yang sombong karena aku selalu taat menyembah Allah dan tidak pula menjadikan aku seorang yang celaka karena aku selalu berbuat baik kepada ibuku.”

Isi Kandungan Kosakata

1. Fariyyā فَرِيًّا (Maryam/19:27)

Fariyyā artinya yang amat mungkar. Kata ini terambil dari akar (ف- ر- حرف علة ي) artinya memotong sesuatu untuk memperbaikinya atau merusaknya, atau melubangi sesuatu. Ragib dalam “Mufradat-nya” menjelaskan bahwa kata al-faryu artinya memotong kulit untuk dijahit dan diperbaiki, Sedangkan iftira’ adalah digunakan untuk arti memperbaiki atau merusak. Arti yang kedua (merusak) lebih banyak digunakan dalam Al-Qur’an. Kebohongan, syirik, dan kezaliman masuk dalam katagori iftira’. Dari beberapa arti dasar ini lalu berkembang ke arti lain yang semisal. Sesuatu yang membikin seseorang terheran-heran dikatakan al-Fariyy, seakan-akan dia telah memotong sesuatu itu dengan potongan yang mengherankan. Pada ayat ini Siti Maryam dituduh melakukan perbuatan zina karena hal ini sesuatu yang amat besar dan mengherankan bagi orang sesuci Maryam. Tuduhan tersebut merusak citra diri Maryam.

2. Bagiyyā بَغِيًّا (Maryam/19: 28)

Artinya: seorang pezina. Akar kata dari kalimat ini seperti dikatakan Ibn Faris adalah (ب- غ- ي) mempunyai dua arti dasar. Pertama, mencari. Kedua, sebuah bentuk kerusakan. Sementara Ragib mengartikan kata bagy untuk mencari pelampauan hal-hal yang wajar dari semestinya, baik betul- betul telah dilampaui atau tidak. Hal tersebut baik terkait dengan hal yang bersifat kualitas sesuatu atau maupun kuantitasnya. Ungkapan, “Bagaitusy syai" artinya engkau mencari melebihi dari apa yang seharusnya. Kemudian menurut Ragib kata bagy bisa terpuji, bisa juga tercela. Terpuji jika beranjak dari keadilan menuju ihsan (berbuat baik) dan tercela jika beralih dari yang hak menuju kepada kebatilan. Kata bagiyy diartikan pezina karena konteks ayatnya mengarah kepada arti ini. Zina sendiri merupakan perbuatan yang melampaui batas dan sesuatu yang membuat kerusakan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto