Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 79 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 79 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 311 •  Quarter Hizb 31.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

كَلَّا ۗسَنَكْتُبُ مَا يَقُوْلُ وَنَمُدُّ لَهٗ مِنَ الْعَذَابِ مَدًّا ۙ

Kallā, sanaktubu mā yaqūlu wa namuddu lahū minal-‘ażābi maddā(n).

Sama sekali tidak! Kami akan menulis apa yang dia katakan dan Kami akan memperpanjang azab untuknya secara sempurna.

Makna Surat Maryam Ayat 79
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sama sekali tidak! Dia tidak mengetahui hal gaib, apalagi membuat perjanjian dengan Allah. Jika dia tidak menghentikan kebohongannya, Kami akan menulis dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang dia katakan dan Kami akan memperpanjang azab untuknya secara sempurna sampai batas tertentu, dan Kami akan mewarisi serta membinasakan apa yang dia katakan dan banggakan itu, berupa harta dan keturunan, dan dia akan datang kepada Kami seorang diri setelah kematiannya tanpa ditemani harta atau anaknya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah mengancam mereka dengan ancaman yang keras karena kelancangannya menisbahkan sesuatu terhadap Allah tanpa ilmu dan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Allah akan mengambil semua harta mereka sebagai balasan yang setimpal dengan keingkaran dan kedurhakaannya dan menyiksanya dengan siksaan yang tiada putus-putusnya. Allah akan mengambil semua harta dan anak-anaknya yang ditinggalkannya ketika dia mati sehingga di akhirat nanti dia datang menghadap Allah sendirian, tidak ada yang akan membela dan menolongnya. Memang pada hari itu tak ada sesuatu pun yang dapat menolong manusia kecuali iman dan amal perbuatannya sesuai dengan firman Allah:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ ٨٨ اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ ٨٩

(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (asy- Syu‘arā’/26: 88-89)

وَعُرِضُوْ ا عَلٰى رَبِّكَ صَفًّاۗ لَقَدْ جِئْتُمُوْنَا كَمَا خَلَقْنٰكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۢ ۖبَلْ زَعَمْتُمْ اَلَّنْ نَّجْعَلَ لَكُمْ مَّوْعِدًا ٤٨

Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman), “Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian.” (al-Kahf/18: 48)

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Gaib اَلْغَيْبِ (Maryam/19: 78)

اَلْغَيْبِ artinya yang tersembunyi, rahasia dan tidak tampak. Lawan dari ‘ālam gaib ialah ‘ālam al-syahādah yaitu alam lahir yang tampak, dapat ditangkap pancaindera, dapat dilihat, dapat diraba, dapat didengar, dan sebagainya. Jika pada ayat 77 surah Maryam diterangkan bahwa orang kafir telah memastikan bahwa dirinya akan kaya dan memiliki banyak anak, maka pada ayat 78 ini kepada orang kafir dipertanyakan, apakah orang kafir mengetahui yang gaib dan tersembunyi, atau telah ada perjanjian dengan Allah bahwa ia akan diberi banyak harta dan anak. Istifhām atau kalimat tanya disini dalam ilmu balagah berarti ingkari, yaitu tidak mungkin orang kafir mengetahui yang gaib dan juga tidak mungkin Allah telah membuat janji kepada orang kafir untuk memberi banyak harta dan anak. Hal ini hanya menunjukkan kesombongan orang kafir saja bahwa ia tidak perlu beriman dan mengikuti petunjuk Nabi Muhammad, karena ia kaya dan banyak anak yang dianggap sebagai pertanda kehidupannya telah diridai Allah. Padahal sebetulnya tidak demikian, anggapan orang kafir sangat keliru.

2. Maddā مَدًّا (Maryam/19: 79)

Lafal مدّا adalah masdar dari fi’il مدّ -يمدّ -مدّا artinya memperpanjang, membentangkan. مدّا dalam kalimat sebagaimana pada ayat 79 surah Maryam ini berfungsi sebagai maf’ul muṭlaq, yaitu maf’ul dengan mempergunakan masdar dari fi’il yang dipergunakan pada kalimat tersebut, artinya untuk ta’kid atau memperkuat yang disebutkan fi’il, atau menunjukkan kualitas sifat atau corak dari perbuatan yang disebutkan fi’il tersebut. Maka firman Allah dalam kalimat wa namuddu lahū minal-‘ażābi maddā artinya Kami akan memperpanjang azab baginya dengan sempurna. Menyempurnakan azab ini adalah penegasan Allah setelah pada awal ayat ini Allah mengatakan, “Tidak, sama sekali tidak,” Allah tidak akan memberikan seperti yang dikatakan orang kafir ini yaitu katanya akan diberi harta dan anak pada hari akhir nanti, karena bukan saatnya pada hari akhir dan hari kebangkitan itu untuk mengembangbiakkan keturunan. Yang pasti pada hari kebangkitan itu orang-orang kafir akan mendapat azab yang berat dan terus-menerus.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto