Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 78 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 78 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 311 •  Quarter Hizb 31.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

اَطَّلَعَ الْغَيْبَ اَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمٰنِ عَهْدًا ۙ

Aṭṭala‘al-gaiba amittakhaża ‘indar-raḥmāni ‘ahdā(n).

Apakah dia melihat yang gaib ataukah telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih?

Makna Surat Maryam Ayat 78
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Keangkuhan mereka direspons dengan pertanyaan berikut. Adakah dia, yaitu orang kafir, melihat yang gaib sehingga dapat berkata demikian atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih sehingga dia dapat memastikan kebenaran perkataannya?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Oleh sebab itu maka pada ayat ini Allah mengecamnya dengan mengatakan, “Apakah dia mengetahui hal-hal yang gaib ataukah dia telah berjanji dengan Allah bahwa Dia akan memberinya rezeki dan anak yang banyak?” Kedua kemungkinan itu amat jauh sekali, karena tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui yang gaib apalagi yang berhubungan dengan hari akhirat. Dan tidak mungkin pula dia berjanji dengan Tuhan bahwa dia akan diberi rezeki yang banyak di akhirat sedangkan dia sendiri mengingkari hari itu dan mempersekutukan Allah dengan berhala-berhala. Tempat orang seperti ini adalah neraka dan siksaan yang akan ditimpakan kepadanya tentu berat sekali.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Gaib اَلْغَيْبِ (Maryam/19: 78)

اَلْغَيْبِ artinya yang tersembunyi, rahasia dan tidak tampak. Lawan dari ‘ālam gaib ialah ‘ālam al-syahādah yaitu alam lahir yang tampak, dapat ditangkap pancaindera, dapat dilihat, dapat diraba, dapat didengar, dan sebagainya. Jika pada ayat 77 surah Maryam diterangkan bahwa orang kafir telah memastikan bahwa dirinya akan kaya dan memiliki banyak anak, maka pada ayat 78 ini kepada orang kafir dipertanyakan, apakah orang kafir mengetahui yang gaib dan tersembunyi, atau telah ada perjanjian dengan Allah bahwa ia akan diberi banyak harta dan anak. Istifhām atau kalimat tanya disini dalam ilmu balagah berarti ingkari, yaitu tidak mungkin orang kafir mengetahui yang gaib dan juga tidak mungkin Allah telah membuat janji kepada orang kafir untuk memberi banyak harta dan anak. Hal ini hanya menunjukkan kesombongan orang kafir saja bahwa ia tidak perlu beriman dan mengikuti petunjuk Nabi Muhammad, karena ia kaya dan banyak anak yang dianggap sebagai pertanda kehidupannya telah diridai Allah. Padahal sebetulnya tidak demikian, anggapan orang kafir sangat keliru.

2. Maddā مَدًّا (Maryam/19: 79)

Lafal مدّا adalah masdar dari fi’il مدّ -يمدّ -مدّا artinya memperpanjang, membentangkan. مدّا dalam kalimat sebagaimana pada ayat 79 surah Maryam ini berfungsi sebagai maf’ul muṭlaq, yaitu maf’ul dengan mempergunakan masdar dari fi’il yang dipergunakan pada kalimat tersebut, artinya untuk ta’kid atau memperkuat yang disebutkan fi’il, atau menunjukkan kualitas sifat atau corak dari perbuatan yang disebutkan fi’il tersebut. Maka firman Allah dalam kalimat wa namuddu lahū minal-‘ażābi maddā artinya Kami akan memperpanjang azab baginya dengan sempurna. Menyempurnakan azab ini adalah penegasan Allah setelah pada awal ayat ini Allah mengatakan, “Tidak, sama sekali tidak,” Allah tidak akan memberikan seperti yang dikatakan orang kafir ini yaitu katanya akan diberi harta dan anak pada hari akhir nanti, karena bukan saatnya pada hari akhir dan hari kebangkitan itu untuk mengembangbiakkan keturunan. Yang pasti pada hari kebangkitan itu orang-orang kafir akan mendapat azab yang berat dan terus-menerus.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto