Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 67 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 67 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 310 •  Quarter Hizb 31.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

اَوَلَا يَذْكُرُ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْـًٔا

Awalā yażkurul-insānu annā khalaqnāhu min qablu wa lam yaku syai'ā(n).

Apakah manusia tidak menyadari bahwa Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia tidak berwujud sama sekali?

Makna Surat Maryam Ayat 67
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Demikianlah keingkaran orang-orang kafir. Tidakkah manusia yang ingkar itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu sebelum dilahirkan, padahal sebelumnya dia belum berwujud sama sekali? Bila dia menyadari hal itu, niscaya dia mengetahui bahwa dia telah diciptakan dan Pencipta itu adalah Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Al-Wāḥidi meriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan dalam kasus Ubay bin Khalaf. Dia mengambil sepotong tulang yang telah hampir remuk dan dihancurkannya dengan tangan seperti tepung, kemudian ditebarkannya ke angin kencang, maka bertebaranlah tulang itu. Kemudian dia berkata, “Ada orang mengatakan bahwa kita akan dibangkitkan sesudah kita mati dan sesudah kita menjadi seperti tulang ini.” Apakah mungkin apabila saya telah mati akan dibangkitkan dan dihidupkan kembali? Pertanyaan seperti itu terdapat pula pada ayat-ayat yang lain:

وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْ نَۙ ٤٧

Dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?”

(al-Wāqi’ah/ 56: 47)

Dan firman-Nya:

وَقَالُ ْٓا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْ نَ خَلْقًا جَدِيْدًا ٤٩

Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?” (al-Isrā`/17: 49)

Demikian pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan oleh orang yang dangkal pikirannya dan tidak mau memikirkan secara mendalam kekuasaan Allah, karena mata hati mereka telah ditutupi oleh kesesatan dan kesenangan hidup dunia, sehingga tidak tampak lagi bagi mereka cahaya kebenaran yang terang benderang. Oleh sebab itu Allah menolak pertanyaan-pertanyaan mereka. Apakah manusia yang berpikiran seperti itu tidak pernah tahu bahwa Allah telah menciptakannya dari tiada. Apakah ada yang dapat menciptakan sesuatu dari tiada, dapat pula menciptakannya dari sesuatu yang ada walaupun berupa tulang belulang atau benda-benda yang hancur. Ini adalah suatu pemikiran yang aneh yang tidak akan timbul kecuali dari orang-orang yang hatinya telah diselubungi oleh keingkaran dan tidak mau memikirkan persoalan dengan teliti dan mendalam. Pada ayat lain Allah berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ وَهُوَ اَهْوَنُ عَلَيْهِۗ وَلَهُ الْمَثَلُ الْاَعْلٰى فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ࣖ ٢٧

Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (ar-Rūm/30: 27)

Dan firman-Nya:

وَضَرَب لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ ٧٨ قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ ۙ ٧٩

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, ”Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah (Muhammad), ”Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yāsīn/36: 78-79)

Dalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman:

كَذَّبَن ِى ابْنُ آدَمَ وَلمَ ْيَكُنْ لَهُ اَنْ يُكَذِّبَنِى وَآذَانِى ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ اَنْ يُؤْذِيَنِى اَمَّا تَكْذِيْبُهُ ِايَّايَ فَقَوْلُهُ لَنْ يُعِيْدَنِيْ كَمَا بَدَأَنِى وَلَيْسَ اَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ آخِرِهِ وَأَمَّا اَذَاهُ اِيَّايَ فَقَوْلُهُ اِنَّ ِليْ وَلَدًا وَاَنَا اْلَاحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لمَ ْيَلِدْ وَلمَ ْيُوْلَدْ وَلمَ ْيَكُنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ.(رواه البخارى عن ابى هريرة )

“Anak Adam telah mendustakan-Ku sedang dia tidak berhak mendustakan-Ku. Anak Adam telah menyakiti-Ku sedang dia tidak berhak menyakiti-Ku. Adapun pendustaannya terhadap-Ku ialah ucapannya bahwa Aku tidak akan menghidupkannya kembali sebagaimana Aku telah menciptakannya pertama kali. Menciptakannya pertama kali tidaklah lebih mudah bagi-Ku dari menciptakan kemudian (maksudnya sama mudah). Adapun yang menyakiti-Ku ialah ucapannya: Sesungguhnya Aku mempunyai anak, sedang Aku adalah Tuhan Yang Maha Esa Yang tergantung kepada-Ku segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak pula dilahirkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Aku.” (Riwayat al-Bukhārī dari Abu Hurairah)

Isi Kandungan Kosakata

1. Jiṡiyyā جِثِيًّا (Maryam/19: 68)

جثيّا artinya berlutut, berasal dari fi’il جثا -يجثو -جثوا atauجثى -يجثا -جثيا . Kedua bentuk kata kerja ini berarti berdiri di atas kedua lutut atau berlutut. Pada ayat 68 surah Maryam ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir pada hari akhirat nanti dikumpulkan bersama para setan yang telah berhasil mempengaruhi mereka berbuat jahat, kemudian mereka dibawa berkeliling neraka jahanam untuk mengetahui betapa dahsyat siksaan mereka. Mereka diajak ke dekat neraka Jahanam, neraka yang paling dahsyat, sehingga mereka sangat takut dan dengan perasaan yang sangat mengerikan itu mereka datang dengan berlutut.

2. ‘Itiyyā عِتِيًّا (Maryam/19: 69)

Lafal عتيّا mempunyai banyak arti antara lain angkuh, sombong, bertindak sewenang-wenang, melampaui batas, durhaka dan membangkang. Berasal dari fi’il عتا -يعتو -عتوا -وعتيا artinya angkuh atau sombong. Dalam ayat 69 surah Maryam ini Allah menerangkan bahwa dari setiap kelompok orang-orang kafir akan ditarik seorang yang paling durhaka untuk dijadikan contoh dilemparkan ke neraka Jahanam. Hal ini tentu menambah ketakutan mereka, dan mereka akan merasakan betapa besar dosa dan kesalahan mereka kepada Allah yang Maha Perkasa, sehingga sangat tidak pantas jika manusia bersikap sombong.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto