Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 43 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 43 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 308 •  Quarter Hizb 31.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ قَدْ جَاۤءَنِيْ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِيْٓ اَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا

Yā abati innī qad jā'anī minal-‘ilmi mā lam ya'tika fattabi‘nī ahdika ṣirāṭan sawiyyā(n).

Wahai Bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu yang tidak datang kepadamu. Ikutilah aku, niscaya aku tunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

Makna Surat Maryam Ayat 43
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Untuk lebih meyakinkan ayahnya bahwa berhala tidak layak disembah, Ibrahim berkata dengan santun, “Wahai ayahku, sungguh telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, yaitu tentang tauhid atau keyakinan kepada Tuhan yang layak disembah, maka ikutilah aku dengan penuh keikhlasan dan berimanlah kepada Allah Yang Esa, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus, yaitu jalan yang akan membawamu menuju kebenaran dan kebahagiaan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya Nabi Ibrahim a.s. mengatakan kepada bapaknya bahwa dia telah diberi ilmu oleh Allah yang belum diketahui oleh bapaknya. Dengan ilmu itu Ibrahim dapat memimpin manusia kepada jalan yang lurus dan membebaskannya dari perbuatan yang merendahkan derajatnya seraya membawanya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Meskipun ia adalah anaknya dan jauh lebih muda tetapi Allah telah menurunkan rahmat-Nya kepada Ibrahim dengan memberikan ilmu itu. Ibrahim sangat ingin agar bapaknya mengikutinya, dengan demikian ia dapat membawa ayahnya ke jalan yang lurus.

Isi Kandungan Kosakata

1. Maliyyā مَلِيًّا (Maryam/19: 46)

Maliyyā artinya waktu yang lama. Berasal dari fi’il ملا -يملو -ملوا yang berjalan cepat atau lari, sedangkan ملا yang bentuk jamanya أملاء berarti padang sahara atau tanah yang luas. الملي artinya masa yang lama. Pada ayat 46 surah Maryam ini diceritakan Azar, ayah Ibrahim berkata atau meminta kepada Ibrahim dengan ungkapan, wahjurnī maliyyā, artinya tinggalkan aku dengan berlari untuk waktu yang lama. Hal ini dapat dipahami karena posisi ayah Ibrahim yang berseberangan dengan Ibrahim sebagai Nabi dan utusan Allah yang mengajak kepada Tauhid, hanya menyembah Allah Yang Maha Esa, dan melarang penyembahan patung-patung dan berhala. Sedangkan ayah Ibrahim adalah pembuat patung. Azar ayah Ibrahim memperoleh banyak penghasilan dan dipandang terhormat oleh masyarakat.

2. Ḥafiyyā حَفِيًّا (Maryam/19: 47)

Lafal ḥafiyyā adalah bentuk ṣifah musyābahah bi ism al-fā`il (kata sifat yang menyerupai ism fa`il atau orang yang melakukan perbuatan). Berasal dari masdar الحفاوة artinya menyambut atau menghormati dengan ramah. Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa dengan berat hati Ibrahim memenuhi permintaan atau perintah ayahnya Azar yang berbeda pendirian untuk pergi jauh dan dalam waktu yang sangat lama, atau bahkan tidak kembali lagi, karena Ibrahim berkeyakinan seperti yang diucapkan kepada ayahnya: innahū kāna bī ḥafiyyā, artinya sungguh Allah sangat baik kepadaku, maksudnya Allah pasti menyambut dengan ramah dan menghormati sikap dan kepergiannya meninggalkan ayahnya untuk menuju tempat-tempat yang jauh untuk menyebarkan agama tauhid.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto